Penantian Cinta Sang Istri

Penantian Cinta Sang Istri
12. Apa Dia Benar Benar Akbi?


__ADS_3

Matahari kini sudah menampakkan sinarnya, namun sepasang suami istri yang baru saja menyempurnakan pernikahannya itu masih terlelap dan enggan bangun dari tidurnya.


Semalam Akbi benar benar menggempur Alena habis habisan, dia hanya memberikan waktu Alena istirahat 10 menit lalu menggempurnya lagi, dia benar benar dibuat candu dengan tubuh Alena.


"Eehmmm......." gumam Alena sambil mengerjabkan kedua matanya.


Saat telah membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah suaminya yang tepat berada di depan wajahnya.


Melihat wajah suaminya dia langsung teringat kejadian panas yang telah mereka lakukan semalam.


Wajah Alena langsung merah merona mengingat betapa besarnya na**u suaminya semalam.


Dia merasakan seluruh tubuhnya lemas dan tulang tulangnya serasa remuk redam karena pembuatan suaminya itu.


Pelan pelan dia mengangkat tangannya untuk mengelus wajah tampan suaminya, dia mengelus alis, mata, hidung, lalu bibir suaminya.


Memang dia mengakui kalau suaminya itu sangat tampan pasti banyak sekali wanita yang jatuh hati karena ketampanannya itu.


Setelah dirasanya sudah cukup, Alena menarik tangannya dan berniat bangkit dari tempat tidur untuk membersihkan diri dia juga tidak mau membangun kan Akbi yang tertidur pulas, tapi saat Alena menjauhkan tangannya dari wajah suaminya tiba tiba tangannya ditarik oleh Akbi.


"Kenapa berhenti hmm" tanya Akbi dengan suara seraknya, lalu dia membuka kedua matanya dan tersenyum pada Alena.


"K..kamu sudah bangun? Apa tadi kamu pura pura tidur?" tanya Alena kaget melihat Akbi yang membuka matanya dan menggenggam tangannya.


"Bagaimana aku bisa tidur kalau tangan kamu ada di wajah ku? kau mau menggodaku ya?" tanya Akbi sambil tersenyum menggoda.


"Maaf aku sudah membangunkanmu, kau lanjutkan saja tidur mu aku mau ke kamar mandi dulu" kata Alena hendak menarik tangannya yang di genggam Akbi.


Tapi bukannya melepaskan tangan Alena, Akbi malah langsung bangkit dan menggendong Alena membawanya ke kamar mandi.


Alena terpekik kaget dengan tindakan Akbi yang tiba-tiba.


"Aaaa....... apa yang kamu lakukan Akbi? turunkan aku, aku malu" Pekik Alena di Sergai rengekan.

__ADS_1


Dia sangat malu di gendong Akbi dengan keadaan polos begini.


"Untuk apa malu hmm, aku sudah melihat semuanya" Jawab Akbi tersenyum, dia sangat senang melihat wajah Alena yang sudah memerah bak tomat.


"Tetap saja aku malu Akbi, turunkan aku" Tengek Alena.


"Akan ku turunkan tapi nanti saat sudah sampai kamar mandi, kali ini aku akan memandikanmu kita mandi bersama saja nanti" Bisik Akbi di telinga Alena.


Seketika tubuh Alena langsung menegang mendengar bisikan Akbi tadi, otaknya langsung terkoneksi dengan maksud di balik kata 'memandikan' itu.


"Tidak perlu aku bisa mandi sendiri tidak perlu kamu bantu" Tolak Alena panik.


Gimana nggak panik coba, semalam aja Alena udah di buat K.O. oleh Akbi sekarang dia bilang ingin 'memandikan' ku pasti dia punya niat tersembunyi.


Akbi yang menangkap apa yang di pikirkan Alena langsung tersenyum jail dia ingin menjaihili istrinya.


"Kau tenang saja aku hanya ingin membantu mu mandi aku tidak akan berbuat yang lain, tapi kalau kamu mau aku sih siap siap saja" Jawabnya dengan tersenyum mesum.


Sebenarnya memang Akbi saat ini sedang mencoba menahan hasratnya, dari pertama dia merasakan tangan Alena yang membelai wajahnya tadi, tapi dia sadar bahwa semalam dia sudah menggempur Alena habis habisan. Pasti sekarang Alena merasa kesakitan dan kelelahan.


Setelah airnya sudah siap dia menghampiri Alena dan membopongnya masuk ke dalam bathtub, setelah itu Akbi ikut masuk ke dalam bathtub juga.


"Kenapa kamu ikut masuk juga, kamu keluar aja dulu biar aku mandi sendiri" Protes Alena pada Akbi.


"Sudah ku bilang kalau aku akan memandikanmu, jadi aku harus masuk juga di sini" Jawab Akbi enteng tanpa beban.


Setelah ritual mandi mereka selesai Akbi kembali menggendong Alena dan mendudukkannya di kursi meja rias, tadinya dia juga mau memakaikan Alena baju tapi Alena bersikeras menolaknya.


Kini mereka sudah berpakaian dan duduk di sofa kamar.


"Aku akan memesan sarapan untuk kita, aku yakin kamu masih merasa terlalu lemas untuk turun kebawah, jadi kita pesan layanan kamar saja" Kata Akbi.


"Memangnya karena siapa aku jadi begini, mana badan aku sekarang udah kayak macan tutul lagi" Kata Alena ketus.

__ADS_1


Saat dia melihat cermin ternyata tubuhnya ada banyak sekali kismark.


"Habisnya kamu enak banget sih bikin nagih jadi pengen aku makan terus, bikin kecanduan tau tubuh mu itu" Akbi berucap sambil tersenyum mesum pada Alena.


Alena langsung melotot dan mencubit lengan Akbi dengan keras.


"Awww kenapa kau mencubit ku" kata Akbi sambil mengelus lengannya yang di cubit Alena tadi.


"Salah sendiri kenapa kamu mesum banget jadi orang, bikin kesel aja" Kata Alena dengan ketus.


"Lalu kau mau aku bicara mesum dengan orang lain begitu?" Tanya Akbi kepada Alena.


"Awas kalau kamu berani bicara kayak tadi sama orang lain, aku potong nanti burungmu itu" Kata Alena dengan sebal.


"kalau di potong nanti kamu yang rugi sendiri, kamu nggak bisa ngerasain keenakan lagi dong" Kata Akbi dengan jahil dia senang sekali melihat wajah Alena yang merona karna di jahili oleh nya.


"Astaga apa ini benar benar Akbi? apa hanya orang yang mukanya mirip, kenapa Akbi yang dingin, cuek, sekarang bisa jadi semesum ini?" Kata Alena kesal.


"Tentu saja aku Akbi, memang siapa lagi coba, dan juga mesum sama istri itu pahalanya banyak."


"Akbi ih..... nyebelin deh" Kata Alena dengan manyun.


"Itu bibirnya bisa biasa aja nggak, bikin orang mau nyium aja" Kata Akbi gemas dengan alena yang sedang cemberut itu.


"Bikin mau nyium gimana lawong ak mmmm"


Belum sempat Alena melanjutkan kata katanya Akbi sudah menc*um b*b*rnya dan mel*m*tnya dengan lembut, lama kelamaan ci*m*n yang tadinya lembut sekarang menjadi ci*m*n panas. Saat Akbi ingin melanjutkan aksinya, tiba tiba pintu di ketuk dari luar dan langsug membuat kegiatan mereka terhenti.


"Cckk siapa sih ganggu aja" Kata Akbi ketus.


"Udah jangan marah buka dulu pintunya siapa tau itu pesenan makan kita tadi" Kata Alena membuat Akbi bangun dari sofa dan membuka pintu.


Ternyata apa yang di katakan oleh Alena tadi benar yang datang adalah petugas hotel yang membawakan makanan pesanan mereka tadi.

__ADS_1


Setelah petugas hotel itu pergi Alena dan Akbi makan bersama dengan di selingi obrolan obrolan ringan.


__ADS_2