
Setelah selesai rapat, Bima langsung meninggalkan kantor bersama sekertarisnya dan asistennya. Didalam mobil, Bima terus mengomel - ngomel sendiri tentang karyawannya.
"Mereka itu hanya membuang - buang waktuku saja, bisanya hanya menerima gaji buta" Kata Bima sambil melihat sekertarisnya yang duduk didepan bersama romi. "Ken...Seharusnya kamu itu melatih mereka lebih keras lagi supaya tidak seenaknya begitu" Kata Bima dengan tegas.
"Baik Tuan, ini adalah kesalahan saya karena tidak mendisiplinkan mereka" jawab Sekretaris Ken.
"Tuan Muda sudah seperti guru yang mengomeli murid - muridnya yang tidak mau belajar dan melampiaskannya ke murid teladannya. Disaat seperti ini hanya bisa mendengarkan tuan dan menerima kesalahan saja" dalam hati Sekretaris Ken.
"Ditambah masalah rumah, memangnya pak Joseph digaji hanya untuk membuat makanan, tugasnya kan mengurus seluruh rumah. Sekarang mengurus anak kecil saja tidak bisa" Kata Bima terus mengomel - ngomel.
"Benarkan....pasti karena Nona Yasmin lagi, haaaaa....ini seperti guru gagal mendidik muridnya disekolah sekarang dia juga gagal mendidik anaknya dirumah" dalam hati Sekertaris Ken.
Bima kembali mengeluh dan mengomel tentang kekesalannya terhadap Yasmin.
"Memangnya apa kesalahanku, sampai dia marah dan tidak mau keluar kamar. Aku kan hanya meminta apa yang diinginkan seorang suami pada istrinya tapi dia menganggap seperti sudah akan kiamat" Kata Bima.
"Mungkin karena Nona Yasmin belum melihat keseriusan Anda Tuan Muda. Apalagi kan selama ini nona tahu kalau Anda memaksanya menikah" jawab Sekretaris Ken.
"Bukannya aku selalu menunjukkan keseriusan ku padanya dengan memberinya kebebasan" Kata Bima.
__ADS_1
"Bagi wanita itu masih belum cukup Tuan Muda" jawab Sekretaris Ken.
"Apa maksudmu?" tanya Bima.
"Nona Yasmin kan masih muda tuan, diusia seperti Nona Yasmin itu butuh cinta dari kekasihnya" jawab Sekretaris Ken.
"Kamu ini sangat bertele - tele ya. Aku tidak bisa mengerti apa yang kamu katakan" Kata Bima.
"Mungkin maksud Kenan, Anda harus lebih romantis lagi pada Nona Yasmin seperti bawa nona liburan berdua" Kata Romi.
"Memangnya kalian berdua pernah jatuh cinta sampai bisa mengajariku seperti itu" Kata Bima.
Bima pun diam memikirkan perkataan Romi sambil memandang keluar jendela kaca mobil. Diluar dia melihat dua orang remaja saling bertukar es krim dan saling menyuapi.
"Apa gaya berpacaran remaja sekarang seperti itu. Jadi selama ini Yasmin dan laki - laki berandalan itu pacaran seperti mereka....Ciiihh, apa bagusnya berandalan itu dimata Yasminku. Sampai Yasmin tidak bisa melupakannya, memikirkannya saja sudah membuatku ingin membunuhnya" dalam hati Bima.
Setelah satu jam perjalanan, Bima pun sampai dirumah dan disambut Pak Joseph.
Bima saat itu tidak mempedulikan Pak Joseph dan langsung naik keatas dan menuju ke ruang kerjanya. Bima sempat berhenti sejenak didepan kamarnya.
__ADS_1
"Dia benar - benar keterlaluan" dalam hati Bima.
Bima lalu masuk ke ruang kerjanya dan duduk dikursi sambil bersandar. Bima memikirkan perkataan romi. Dia lalu membuka laptopnya dan browsing tentang gaya berpacaran anak muda.
Tiba - tiba Pak Joseph masuk mengantarkan kopi dan kue, Bima sangat kaget dan langsung menutup laptopnya.
"Silahkan tuan" Kata Pak Joseph sambil meletakkan kopi dan kuenya dimeja.
"Kamu tidak ketuk pintu dulu baru masuk" sambil melihat Pak Joseph dengan kesal.
"Maaf tuan.....saya tadi sudah ketuk pintu tapi tidak ada jawaban jadi saya langsung masuk" jawab Pak Joseph.
"Bagaimana dengan Yasmin?" tanya Bima.
"Nona baik - baik saja tuan, tadi saya masuk mengantarkan jus untuknya, dia sedang sibuk menggambar, tuan" Jawab Pak Joseph.
Pak Joseph lalu keluar.
Bersambung
__ADS_1