
Keesokan paginya.......Yasmin sudah terbangun tapi masih menatap lurus tidak bergeming sementara Bima masih
tidur disampingnya sambil memeluk dirinya. Pak Joseph datang mengantarkan makanan untuknya.
Tok......tok......tok.....suara pintu kamar membuat Bima terbangun, ia melihat istrinya itu sudah bangun dari tadi.
“Selamat pagi sayang....kau sudah bangun ya” sapa Bima sambil mencium kening Yamsin. Ia lalu bangun dan membuka pintu untuk Pak Joseph.
“Ada apa?”
“Ini sarapannya Tuan Muda”
“Pergilah...” perintah Bima sambil mengambil makanan yang disodorkan Pak Joseph.
“Baik tuan muda”
Ia lalu menutup pintu dan berjalan menuju tempat tidur, ia meletakkan makanan dimeja samping tempat tidur.
“Sayang....makanannya sudah datang” sambil membantu yasmin bangun dari tempat tidurnya. Ia menyuapi Yasmin tapi yasmin tidak membuka mulutnya membuat Bima semakin sedih dibuatnya. Ia pun menyimpan kembali makanannya dimeja.
“Sayang.....apa kau tidak sayang pada bayimu, dari kemarin kau hanya begini terus” kata bima sambil menatap sedih istrinya. Ia lalu menunduk sejenak dan kembali berbicara pada Yasmin.
“Bagaimana kalau hari ini aku bawa kau ke taman hiburan yang pernah kubuatkan untukmu....ya, kau mau kan?” sambil mengelus kepala Yasmin.
Bima lalu ke kamar mandi menyiapkan air panas, ia lalu kembali ke kasur tempat yasmin berada.
“Sayang.....kau mandi dulu ya. Baru setelah itu kita keluar jalan – jalan ke taman hiburan” kata Bima.
Ia pun menggendong istrinya itu ke kamar mandi. ia membantu yasmin melepaskan semua pakaiannya dan membawanya ke bak mandi. Ia bahkan membantu yasmin keramas sambil terus mengajaknya bicara.
__ADS_1
“Ternyata rambutmu panjang juga ya. Nanti kalau bayi kita lahir pasti akan seperti dirimu, kalau jenis kelaminnya cewek dia pasti cantik seperti dirimu dan kalau dia cowok dia pasti seperti aku. Ya kan” sambil terus memegang rambut panjang yasmin.
Setelah mandi, Bima membantu yasmin memakaikan bajunya lalu membantunya duduk disofa sambil menyisir rambut panjang yasmin.
“Sayang....kau tunggu sebentar ya, aku siap – siap dulu baru kita keluar” kata Bima yang sedang jongkok didepannya sambil memasangkan sepatu istrinya itu tapi yasmin masih menatap lurus.
Bima sudah selesai siap – siap...ia membawa yasmin turun kebawah, semua orang tengah berada diruang keluarga bersama Pak Rudy.
“Paman kau disini...”kata Bima sambil menatap Pak Rudy yang berdiri didepannya.
“Ia....aku datang karena mendengar musibah yang terjadi pada yasmin. Bagaimana keadaan dia nak” balas pak Rudy sambil menatap sedih putrinya itu. Ia ingin menangis tapi ia mencoba menahan air matanya didepan menantunya itu.
“Yasmin baik – baik saja.....dia hanya main – main saja saat ini, jadi kalian tidak usah khawatir” jelasnya.
Pak Rudy dan yang lainnya hanya menatap sedih Bima dan Yasmin. Tiba – tiba telfon Bima berbunyi, ia pun menerima telfon dari Kenan.
(Suara Telfon)
“Baiklah...aku akan kesana”
(Telfon ditutup)
“Kak....tolong bawa Yasmin ke atas....aku ada urusan penting diluar” pinta Bima.
“Baiklah”
Bima pun pergi meninggalkan mereka dan pergi menuju rumah sakit tempat dimana Kenan berada. Hanya beberapa menit, ia sampai dirumah sakit dan berjalan menuju kamar mayat. Kenan langsung memberitahukan pada Bima jika orang yang bersama Nona Yasmin adalah Andre.
“Sepertinya Andre berusaha menolong Nona Yasmin Tuan Muda karena dia juga menderita tusukan diperutnya apalagi posisinya didalam mobil seperti bukan dia yang menyetir mobilnya itu tapi Nona Yasmin. Mungkin hal itulah yang membuat Nona Yasmin sampai trauma. Saya rasa Andre mencoba mengorbankan dirinya untuk Nona.” Jelas Kenan.
__ADS_1
“Apa kau sudah menghubungi keluarganya?”
“Sudah...mereka sedang perjalanan dari luar negeri”
“Lalu bagaimana dengan Alisa?”
“Saya bawa dia ke Villa Tuan Muda”
“Baiklah kau uruslah dulu pemakaman Andre. Aku akan kesana bersama Romi”
“Baik Tuan Muda”
Bima pun pergi bersama Romi menuju Villa pribadinya. Setelah sampai di Villa, ia lalu berjalan ke
sebuah ruangan tempat dimana Alisa berada dan langsung masuk kedalam. Ia lalu duduk dikursi menghadap Alisa, mulutnya diperban, tangan dan kakinya sudah terikat.
“Kau benar – benar meremehkanku ya lisa, berani sekali kau menyentuh istriku bahkan kau mencoba membunuhnya. Kau pikir setelah melakukan ini kau langsung masuk penjara. Tidak Alisa, kau tidak akan masuk penjara dulu. Tunggu sampai istriku sembuh baru aku akan membawamu ke penjara. Hari ini aku akan membuatmu bersenang - senang dulu sampai kau tidak bisa melupakannya” jelasnya sambil tersenyum sinis. “Bawa dia masuk” teriak Bima pada romi yang ada diluar.
Romi membawa seorang pria dan pria itu adalah mantan pacar Alisa.
“Hei....kau pilih mati disini atau masuk penjara” kata bima pada mantan pacar Alisa itu. Ia hanya diam menunduk tidak berani menjawab.
“Hei....aku bicara padamu” teriak Bima.
“Lebih baik bawa saya ke penjara saja tuan, saya masih ingin hidup” jawabnya dengan nada gemetar.
“Baiklah....itu maumu kan, kalau begitu aku ingin kau menyiksa wanita yang ada didepanku ini setelah aku puas kau baru bebas dari sini”
“Bab...baik tuan” jawabnya dengan gugup karena takut.
__ADS_1
Bima pun keluar dari ruangan meninggalkan kedua orang itu. Sedangkan para penjaga sedang berjaga diluar pintu.
Bersambung