
Di Kediaman Mahesa....Rina datang bersama dengan Pak Rudi. Mereka berdua langsung naik ke atas dan masuk ke kamar Yasmin. Mereka melihat Yasmin tengah berbicara sambil tertawa dengan Meira, Yoland, Angela dan yang lainnya. Rina langsung berteriak memanggil Yasmin.
“Yaaaas......”teriak Rina membuat semua orang yang ada disitu menengok padanya.
“Rina...ayah...kalian datang bersama” kata Yasmin sambil tersenyum senang melihat kedatangan mereka berdua. Rina langsung berlari dan memeluk Yasmin yang tengah duduk di sofa.
“Maaf...aku terlambat datang. Aku baru tahu tentang dirimu dari Kenan tapi Kenan bilang kalau kamu tidak bisa bicara pada siapapun” sambil menatap sedih pada sahabatnya itu.
“Aku baik – baik saja sekarang. Tapi kenapa kamu bisa datang bersama ayahku” sambil melihat Pak Rudi yang berdiri disampingnya.
“Aku bertemu paman didepan tadi jadi aku masuk bersamanya”
“Ooooo begitu” sambil tersenyum pada ayahnya.
Pak Rudi yang melihat Yasmin tersenyum padanya langsung memeluk erat putrinya itu.
“Ayah sangat bangga padamu nak. Kamu bisa melewati semuanya dengan baik” sambil mencium jidat putrinya itu.
“Ini semua berkat perhatian kalian semua padaku. Aku sangat beruntung bisa memiliki kalian” jelas Yasmin.
Mereka pun duduk sambil berbincang – bincang sangat panjang. Yasmin juga memberitahu ayahnya jika ia sudah mengingat tentang masa lalunya itu. Setelah lama mengobrol dengan Yasmin, Pak Joseph menyuruh mereka semua turun kebawah untuk bersantai di Ruang Keluarga sambil menikmati makanan yang sudah disiapkan Pak Joseph kecuali Yasmin dan Meira karena mereka berdua tengah berada di kamar lama Yasmin saat ia masih kecil.
Yasmin sudah berdiri dikamarnya itu sambil melihat semua barang – barangnya yang masih tertata rapi. Ia juga melihat foto – foto kebersamaannya dengan Bima dan yang lainnya.
“Masih terlihat sama saat aku masih disini” sambil berjalan menyelusuri kamar lamanya.
“Bima tidak pernah merubah kamar ini sayang. Para pelayan hanya datang membersihkannya saja. Barang – barang yang ada disini masih berada ditempatnya”
“Kak....bisakah kakak tinggalkan aku sendiri dulu” pinta Yasmin yang duduk dikasur sambil melihat foto – fotonya dengan Bima.
“Baiklah....kalau ada apa – apa kamu panggil kakak ya. Kakak dan yang lainnya ada dibawah”
“Ia kak...terima kasih” sambil menengok Meira yang ada didepannya.
Meira pun pergi meninggalkan Yasmin yang masih duduk dikasur sambil melihat foto – fotonya dengan Bima. Yasmin melihat foto Bima saat menggendongnya waktu kecil. Ia menangis melihat foto itu.
“Paman maafkan aku....kamu pasti sangat menderita selama ini. Ini semua salahku” sambil meneteskan air matanya. Ia lalu melihat fotonya bersama Kakek Chandra.
“Kakek.....hiks....hiks...hiks. aku merindukanmu. Maafkan aku” sambil menunduk dan menempelkan jidatnya dikedua tangannya.
***
Sementara di Villa....Romi mendengar kabar dari pengawal yang berjaga di Rumah Kediaman Mahesa jika terjadi sesuatu di Rumah saat ini. Ia pun melaporkan pada Bima.
“Tuan Bima” sambil melihat Bima yang sudah siap – siap untuk pulang.
“Ada apa....?”
__ADS_1
“Terjadi sesuatu di Rumah”
“Kenapa.....apa terjadi sesuatu pada Yasmin?”
“Oh....tidak Tuan Muda”
“Kalau begitu kamu ceritakan saja semuanya saat dijalan. Kita pulang sekarang”
“Baik Tuan Muda”
Romi pun menceritakan semua yang diberitahukan oleh pengawal yang berjaga di Rumah Mahesa tentang kejadian saat Angela mencoba mengobati Yasmin. Tetapi mereka belum tahu tentang Yasmin yang sudah mengingat semua masa lalunya.
Saat sampai Rumah...Bima langsung berjalan cepat masuk kedalam Rumah dengan wajah marah. Ia melihat semua orang tengah berkumpul di Ruang Keluarga. Tanpa berkata apa – apa ia langsung menampar Angela yang saat itu berdiri disamping Meira.
Plak....plak....suara tamparan Bima sangat keras sampai membuat Angela terjatuh. Semua orang kaget melihat tindakan Bima saat itu.
“Berani sekali kamu.....memukul kakak iparmu sendiri” dengan wajah marah.
Angela bangun dibantu oleh Meira. Ia memegang pipinya sambil tertunduk didepan Bima.
“Bim...” kata meira. Ia belum menyelesaikan ucapannya tapi dipotong oleh Bima.
“Diamlah semua. Aku akan membuat perhitungan pada kalian nanti” kata Bima dengan tegas.
Bima pun meninggalkan mereka semua dan berjalan menuju kamarnya yang ada dilantai atas. Ia mencari keberadaan Yasmin tapi tidak menemukannnya. Saat ingin keluar kamar, Yasmin datang dan berjalan pelan didepan Bima sambil memegang foto dirinya dengan Bima. Bima sangat bahagia saat melihat istrinya sudah kembali seperti dulu. Ia tersenyum lebar melihat Yasmin didepannya dan langsung memeluk erat istrinya itu.
“Eemm...aku sudah kembali” balas Yasmin sambil meneteskan air matanya
Bima melingkarkan tangannya dipinggang Yasmin lalu melihat wajah istrinya itu. Ia menghapus air mata istrinya sambil menempelkan bibirnya dijidat istrinya dengan sangat lama.
“Yasmin....apa kamu tahu kalau kamu hampir membuatku mati perlahan karena tidak tahan melihat kamu sakit seperti kemarin”
“Maafkan aku Paman.....aku bersalah padamu” sambil menangis memeluk Bima.
Bima kaget mendengar panggilan Yasmin yang sudah lama sekali ia tidak mendengarnya.
“Kamu bilang apa tadi....paman” dengan wajah terkejut. Ia melepaskan pelukannya dari Yasmin dan memegang pundak Yasmin sambil menatap wajah istrinya itu.
“Kamu tadi panggil aku paman....apa aku tidak salah dengar”
“Eeemm” sambil mengangguk didepan Bima. “Paman tidak salah dengar kok. Aku sudah mengingat semuanya”
Bima sangat bahagia saat tahu Yasmin sudah mengingat semua kenangannya. Ia memeluk sangat erat istrinya sambil tertawa senang.
“Aku tidak tahu harus berkata apa sekarang saking senangnya” sambil terus mencium seluruh wajah yasmin berkali – kali.
“Paman....hentikan ah. Geli tahu”
__ADS_1
“Sayang....aku sangat mencintaimu....sangat....sangat mencintaimu” kata Bima sambil memeluk istrinya kembali.
“Aku juga sangat mencintaimu paman”
“Hei....apa sekarang kamu akan memanggilku paman terus” sambil melepaskan pelukannya pada Yasmin.
“Lalu aku harus memanggil paman apa”
“Yaaaa....seperti biasa kan bisa. Aku juga tidak terlalu tua sampai kamu harus memanggilku paman”
Yasmin tertawa melihat ekspresi wajah Bima yang kesal padanya.
“Kenapa kamu malah tertawa?”
“Habis paman lucu dengan ekspresi seperti itu”
“Kamu bilang lucu...apa kamu tidak lihat kalau aku sekarang sangat kesal”
“Baiklah sayang....mulai sekarang aku tidak akan memanggilmu paman tapi ada syaratnya”
“Apa....katakanlah?”
“Paman harus menggendongku turun kebawah”
“Oke....itu masalah kecil. Ayo sini” sambil mengulurkan kedua tangannya didepan yasmin.
“Bukan didepan tapi dibelakang”
“Apa....?” dengan wajah terkejut.
“Tidak mau.....ya sudah” kata yasmin sambil memalingkan wajahnya.
Haaaa....Bima menghela nafasnya melihat Yasmin cemberut.
“Bukan hanya ingatannya yang kembali tapi sifatnya yang dulu juga kembali” dalam hati Bima.
“Baiklah....cepat naik kesini” sambil jongkok didepan Yasmin.
Yasmin pun naik ke punggung Bima dan berjalan turun kebawah. Semua orang yang melihat mereka sangat terkejut. Meira dan Pak Rudi sampai geleng – geleng kepala dibuatnya. Angela pun ikut geleng – geleng kepala melihat mereka.
“Aku habis ditampar dua kali tapi mereka malah tertawa senang sekarang. Yang satunya tidak tahu berterima kasih dan yang satunya lagi melupakan temannya sendiri saat bertemu suaminya. Mereka berdua memang pasangan penghianat” dalam hati Angela.
“Haaaa....Tante Yasmin dan Paman Bima memang pasangan sejati. Aku berharap bisa mendapatkan pasangan yang mencintaiku juga seperti paman mencintai tante Yasmin” dalam hati Yoland.
“Semoga kalian terus bahagia seperti ini nak” dalam hati Pak Rudi.
Bima sampai dibawah dan sudah berdiri dihadapan mereka semua. Ia menurunkan istrinya itu disofa sambil terus tersenyum bahagia. Mereka mengobrol bersama – sama sambil tertawa. Bima yang tadi marah pada Angela seakan melupakannya karena sangat senang dengan apa yang terjadi sekarang. Ia memang sengaja tidak membahasnya lagi karena sudah sangat bersyukur melihat istrinya sembuh apalagi bisa mengingat kenangan masa lalunya lagi.
__ADS_1
Bersambung