
Sekitar jam 11 siang...Bima tengah berada diruang kerjanya yang sibuk menandatangani dokumen penting yang dibawa oleh sekretaris Kenan. Dia yang tadinya ingin berangkat kerja, mengurungkan niatnya karena mengetahui yasmin hamil. Disaat seperti ini, ia harus menemani istrinya. Apalagi mereka habis bertengkar kemarin.
“Kenapa kau baru muncul jam segini?” tanya bima pada sekretaris kenan yang sedang berdiri didepannya.
“Maaf tuan muda, saya kemarin minum dan tidak sadarkan diri, itu kesalahan saya karena lalai” jawab kenan
“Bagaiman dengan pria yang bernama andre itu, apa kau sudah mengurusnya?” tanya bima
“Ia tuan muda....sekarang dia masih berada di rumah sakit belum sadarkan diri” jawab kenan
“Setelah dia sadar, kau kirim dia keluar negeri” kata bima
“Baik tuan muda”
Bima menyerahkan dokumen yang sudah dia tanda tangani kepada Kenan.
“Saya belum mengatakan selamat kepada anda karena sudah menjadi calon ayah! Saya ucapkan selamat tuan muda” kata kenan
“Terima kasih” dengan wajah tersenyum. “keluarlah”
“Astaga....dia benar – benar tuan muda kan. Ini suatu keajaiban aku bisa mendengar tuan muda berterima kasih sambil tersenyum kepadaku” dalam hati kenan.
“Kenapa masih disini?” tanya bima yang melihat kenan didepannya.
“Ah...Ia, saya permisi”
Kenan keluar dari ruangan bima dengan membawa dokumen yang sudah ditandatangani bima, dia kembali ke perusahaan mahesa.
Sementara Bima keluar dari ruangannya dan melihat pelayan keluar dari kamar yasmin. Bima masuk dan melihat makanan yang ada dimeja sedangkan yasmin tak terlihat keberadaannya.
“Dimana dia?” gumamnya sambil mencari keberadaan yasmin.
Tiba – tiba yasmin masuk ke kamarnya. Bima melihat yasmin langsung memeluknya.
“Kau darimana saja?” tanya bima yang memegang pipi yasmin dengan kedua tangannya.
“Aku ke kamar angela, minta tolong menyerahkan hasil makalahku ke kampus” jawab yasmin
__ADS_1
“Astaga yasmin.....kau kan bisa memanggilnya kesini, kenapa kau yang kesana. Lagipula kenapa kau masih mengurus itu sih” kata bima
“Sebentar lagi aku selesai kuliah, aku harus menyelesaikan secepatnya” sambil menunduk dan bicara pelan pada bima.
“Kenapa gaya bicaranya seperti orang yang ketakutan, apa dia takut karena semalam” dalam hati bima.
“Terus...kenapa kau menunduk dan berbicara seperti anak domba seperti itu, memangnya aku akan memakanmu” tanya bima
“Aaah....tidak” jawab yasmin sambil melihat bima.
“Kau jangan memasang wajah seperti itu. Aku kan sudah janji tadi saat kau bangun kalau aku tidak akan marah lagi dan akan menuruti semua keinginanmu” kata bima.
“Benarkah”
Wajah yang tadi murung. Tiba – tiba berubah menjadi ceria. Bima terkejut melihat istrinya berubah dalam hitungan detik.
“Jadi kau bisa menuruti semua yang aku inginkan” kata yasmin.
“Ia....kecuali pergi ke kampus, pergi ke butik, itu tidak diijinkan” jawab bima
“astaga....baru saja bilangnya menuruti semua keinginanku tapi sekarang malah ada kecualinya” dalam hati yasmin
“Tentu saja....memangnya kau ingin kemana, beritahu aku” tanya bima.
“Ke rumah ayah.....” jawab yasmin.
“Untuk apa kesana?” tanya bima
“Tentu saja memberi ayah kejutan, aku ingin ayah ikut bahagia mendengar kehamilanku sayang” jawab yasmin
“Baiklah....terserah kau, nanti kita akan pergi bersama” jawab bima sambil mengelus ngelus kepala istrinya. “Nanti dr. Eva akan datang untuk periksa kandunganmu, kau siap – siap ya” kata bima.
“Ia sayang.....” jawab yasmin
Setelah beberapa saat, dr. Eva datang sendiri di kediaman mahesa untuk memeriksa keadaan yasmin. Yasmin yang melihat kedatangan dr. Eva langsung duduk bersandar ditempat tidurnya sambil diperiksa dr. Eva, sedangkan bima berada disampingnya sambil terus memegang tangannya.
“Bagaimana.....apa dia baik – baik saja sekarang?” tanya bima yang sedang duduk disamping yasmin.
__ADS_1
“Ia tuan muda....saya hanya ingin memberikan beberapa nasihat kehamilan pada anda” kata dr. Eva
“Katakan saja”
“Setiap kehamilan itu harus membutuhkan banyak perhatian apalagi dari suaminya karena ibu hamil itu gampang sekali berubah perasaannya, kadang emosi, kadang sedih tanpa sebab dan kadang bertingkah
seperti anak kecil. Jadi saya berharap anda bisa menerima semua kondisi itu jika suatu hari anda menemukan nona yasmin bersikap tidak sewajarnya, dan untuk saat ini anda harus mengurangi melakukan hubungan suami istri tuan muda supaya nona yasmin tidak pingsang lagi”
“eghm....ia” dengan nada tidak suka. “kau itu sudah mengatakannya kemarin. Kenapa mengatakannya lagi, memang kau itu tidak punya malu ya”
“Saya ini seorang dokter tuan muda, saya harus mengingatkan setiap hal penting kepada pasien saya”
Bima tidak bisa lagi membalas ucapan dokter eva lagi.
“Sialan dia” dalam hati bima
“Dan untuk nona yasmin, anda harus tetap fokus pada kesehatan diri dan janin jangan terlalu banyak aktivitas berlebihan” jelas dr. Eva
“Jadi maksudnya, dia tidak boleh kemana - kemana kan” balas bima
Yasmin langsung menengok dan menatap tajam suaminya itu.
“Kenapa kau menatapku seperti itu, benarkan yang dikatakan dr. Eva” melihat kearah dr. Eva seperti menyuruhnya untuk mengiyakan perkataannya tadi.
“Tuan muda.....kenapa anda menatap saya seperti itu memangnya saya akan membantu anda, saya ini dr. Profesional” dalam hati dr. Eva
“Anda tidak harus tinggal dirumah nona, maksud saya dengan mengurangi aktivitas itu seperti tidak melakukan hal yang bisa membuat anda kelelahan. Saya juga sudah memberikan vitamin untuk ibu dan janinnya” jelasnya
“Jadi aku bisa pergi jalan – jalan kan, seperti pergi liburan misalnya”
“Oh....tentu saja nona, itu lebih dianjurkan lagi supaya anda tidak terlalu stres tinggal dirumah tapi jangan terlalu kelelahan”
“Terima kasih dok”
“Kalau begitu saya permisi tuan muda...nona yasmin” sambil membungkuk rendah didepan bima dan yasmin.
“Eeem pergilah” balas bima
__ADS_1
Dokter Eva meninggalkan bima yang duduk disamping istrinya sambil memeluk pundak yasmin dan memegang tangannya.
Bersambung