Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 61 Trauma Part 3


__ADS_3

Di Vila....Bima tidak sengaja tertidur dikursi karena terlalu kelelahan. Romi datang menghampirinya


dan memberitahunya jika sudah waktunya untuk kembali ke Kediaman Mahesa.


“Tuan Muda.....Tuan Muda” panggil Romi.


Bima kaget mendengar panggilan Romi dan langsung duduk tegak melihat ke arah Romi dengan wajah serius.


“Ada apa....apa terjadi sesuatu di Rumah?”


“Tidak tuan..saya hanya ingin memberitahukan kalau sudah sore, waktunya kita kembali ke Kediaman Mahesa”


“Baiklah...kita ke Alisa dulu, aku ingin membereskan perempuan itu baru kembali. Aku tidak ingin istriku tahu tentang kejadian ini” sambil berdiri. Ia mengambil dan memakai jasnya yang ada dikursi lalu pergi ke tempat Alisa.


Bima masuk kedalam dan melihat Alisa dalam keadaan baring tidak berdaya seperti habis diperkosa, bajunya sobek dimana – mana, tubuhnya dipenuhi bekas cakaran.


“Apa yang terjadi padanya?” tanya Bima pada bawahannya.


Para bawahannya tidak menjawab pertanyaan Bima mereka hanya menunduk ketakutan apalagi mantan pacar Alisa, ia sangat ketakutan karena ia yang melakukannya atas perintah Bima yang mengatakan padanya jika ia ingin bebas, ia harus menyiksa Alisa.


Alisa yang mendengar suara Bima langsung bangun dan melihat dengan tatapan marah pada Bima.


“Apa kau sudah puas....setelah melihatku seperti ini sudah membuat hatimu bahagia?” sambil menangis didepan Bima.


“Ini bukan seberapa dengan apa yang kau lakukan pada istriku....kau pikir aku tidak tahu semua perbuatanmu itu. Melihat kejadian kemarin, aku sudah tahu jika kau yang merencanakan pembunuhan Yasmin 10 tahun lalu” kata Bima dengan wajah marah.


“Jadi sekarang kau ingin membunuhku Bim”


“Tidak Alisa....membunuhmu  terlalu bagus. Aku ingin kau mati perlahan – lahan dipenjara seumur hidupmu sambil menyaksikan kebahagiaan Yasminku, itu adalah penyiksaan yang pantas untukmu” jelas Bima dengan wajah marah.


“Kau sangat kejam Bima” jawab Alisa. Ia mulai menangis didepan Bima.


“Apa kau baru sadar kalau aku kejam, itu akibat karena kau berani menyentuh orang yang paling kucintai didunia ini.”


Bima tertawa sambil berjalan mendekati Alisa dan memegang dagu Alisa dengan sangat keras.


“Apa kau tahu, apa saja yang kulewati gara – gara kau selama 10 tahun ini hah. Dia adalah alasanku bisa hidup selama ini Alisa.” Teriak Bima sambil meneteskan air matanya, ia menangis dihadapan Alisa.


Yaa....Bima memang hanya manusia biasa, bisa menangis, bersedih bahkan sakit hati.


“Jika aku menemukan mayatnya 10 tahun lalu mungkin saja kau tidak melihatku hari ini. Seharusnya kau bersyukur karena aku tidak menyiksamu disini selama sisa hidupmu” jelasnya.


Bima melepaskan cengkramannya dan berdiri tegak sambil menepuk – nepuk kedua tangannya seakan habis memegang sebuah kotoran.


“Romi....”teriak Bima. Dengan sigap Romi berjalan kearahnya.


“Ia Tuan Muda”


“Bawa dia ke Kantor Polisi, aku ingin dia dipenjara seumur hidupnya, jangan biarkan dia menghabisi dirinya sendiri. Aku ingin menyaksikan penderitaan yang ia alami selama sisa hidupnya”


“Baik Tuan Muda”


“Biarkan aku mati saja Bima....biarkan aku mati” teriak Alisa.


“Huh......” Bima tidak menghiraukan terikan Alisa dan hanya berjalan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Ia sudah berdiri disebuah ruangan yang luas dan gelap sambil menatap langit – langit ruangan itu. Ia lalu berbicara pada Romi asistennya yang berdiri disampingnya.


 “Bawa Sandra dihadapanku. Aku tahu dia pasti bekerja sama dengan Alisa” perintah Bima dengan tegas.


“Baik.....tapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Nyonya Sandra Tuan Muda, dia juga tidak ada di Kediaman Mahesa sejak kemarin” jawab Romi sambil menunduk.


“Cari...kemanapun dia berada, keujung dunia sekalipun kau harus menemukannya”


“Baik Tuan Muda”


Romi pun keluar dari ruangan itu dan memerintahkan para bawahannya untuk memperluas pencarian diseluruh Kota S.


***


Sedangkan di Rumah Keluarga Mahesa......terlihat Angela keluar kamarnya dan berjalan menuju kamar Yasmin, ia melihat Yasmin duduk disofa ditemani Yoland yang sedang membacakan buku untuknya. Angela hanya mengintip dari pintu, ia lalu pergi mencari keberadaan Dokter Randi.


“Pak....apa kau melihat Dokter Randi?” tanya Angela pada Pak Joseph yang ada didepannya.


“Dokter Randi ada dikamar tamu nona”


“Oh....terima kasih pak”


Ia lalu pergi ke kamar tamu dan langsung masuk kedalam karena melihat pintu kamarnya yang terbuka lebar, ia melihat Dokter Randi duduk bersama Dokter Eva.


“Maaf aku langsung masuk karena pintunya tidak tertutup”


“Oh....tidak apa – apa nona, tapi kenapa anda mencari saya, apa ada masalah dengan nona Yasmin?”


“Aku datang ingin bicara tentang Yasmin”


“Apa dokter bisa menyembuhkan dia secepatnya, aku tidak tahan melihat kakakku?” dengan wajah sedih.


Haaaaa.......Dokter Randi menghela nafasnya sambil tertunduk lemas.


“Sebenarnya kami punya solusi tapi mungkin Tuan Muda tidak menyetujuinya nona”


“Lakukan saja dok, yang penting Yasmin sembuh dari traumanya”


“Kita bisa mengeluarkan dia dari traumanya itu dengan cara ekstrim karena barusan kami tahu jika ada


seseorang yang bersama dia sewaktu kecelakaan. Saya dan Dokter Eva meyakini jika Nona Yasmin seperti itu karena merasa bersalah pada temannya itu tetapi jika Nona Yasmin tidak bisa menerimanya maka dia akan selamanya seperti itu terkurung dalam rasa bersalahnya itu” jelas Dokter Randi.


“Silahkan dok....katakan saja solusinya padaku. Aku akan melakukannya dan akan bertanggung jawab jika


kakak marah yang penting kita bisa mengeluarkan dia dari rasa bersalahnya”


“Tapi Nona....."


"Apa kalian akan menunggu sampai dia menjadi gila. Dengar dokter, aku akan melakukan apa saja supaya bisa membuat dia kembali biarpun itu beresiko aku akan tetap coba. Jika kita tidak mencobanya, bagaimana kita bisa tahu hasilnya"


"Benar yang dikatakan Nona Angela sayang, setidaknya kita harus mencoba" sambung Dokter Eva.


"Baiklah...."


Dokter Randi dan Dokter Eva pun memberitahukan hal yang harus dilakukan Angela pada Yasmin. Mereka lalu pergi menuju kamar Yasmin. Disana terlihat Meira dan Yoland menemaninya. Tiba – tiba Angela berjalan cepat saat melihat mereka dan langsung menampar Yasmin.

__ADS_1


Plak....plak. Ia menampar Yasmin dua kali tapi Yasmin masih diam tidak bergeming dan masih menatap dengan tatapan kosong.


Semua orang kaget termasuk Yoland, ia sangat marah karena telah menampar Yasmin. Ia lalu membalas tamparan Angela dengan sangat keras dan mendorongnya jauh – jauh dari Yasmin.


“Apa kau sudah gila Angela, kenapa kau menamparnya. Apa kau tidak lihat dia sakit hah?” teriak Yoland dengan mata melotot karena marah.


“Nona Angela....saya tidak menyuruh Anda untuk memukulnya seperti ini” sambung Dokter Eva.


“Diamlah kalian semua” teriak Angela. Ia lalu berjalan kearah Yasmin dan mencoba berbicara padanya sambil memegang pundaknya.


“Hei....kau dengar aku Yasmin. Apa kau akan seperti ini terus hah, sadarlah” teriaknya sambil mengguncang guncang tubuh Yasmin.


“Apa yang kau lakukan Angel...” kata Meira sambil mendorong Angela.


“Pengawal....bawa mereka semua keluar dari sini” teriak Angel. Pengawal hanya menunduk tidak bergerak  karena Yoland dan Meira juga adalah tuannya. “Apa kalian tidak mendengarkan aku, aku sedang mengobati nyonya kalian. Mereka sangat menggangguku”


Pengawalpun bergerak dan mencoba menahan Meira dan Yoland.


“Apa yang kau lakukan Angela. Kalau Bima sampai tahu, dia akan marah.?” sahut Meira.


“Tenang Nona Meira....ini adalah satu – satunya cara agar Nona Yasmin sembuh” kata Dokter Randi.


Meira, Yoland dan yang lainnya keluar dari kamar Yasmin bersama para pengawal meninggalkan mereka berdua. Angela kembali memulai aksinya.


Hiks...hiks...hiks...Angela menangis didepan Yasmin sambil menatap sedih.


“Apa kau tahu....kenapa aku tidak bicara padamu selama ini. Itu karena aku merasa bersalah padamu tentang kejadian waktu SMA bukan karena aku membencimu. Seharusnya aku tidak pergi waktu itu kan yasmin...hiks..hiks...seharusnya kita mulai pertemanan kita waktu itu tapi aku malah membuatmu diskors dan pergi begitu saja. Kau adalah orang yang pertama menganggapku teman karena sifat beranimu itu. Sekarang teman ini sangat marah padamu karena tidak menyangka dia bisa melihat seorang pemberani seperti dirimu bisa kalah dengan rasa bersalahnya. Apa kau tidak mencintai kakakku hah” kata Angela sambil memegang pundak Yasmin dan menatap wajahnya dengan sedih.


“Kakakku sangat mencintaimu, kalau kau seperti ini terus kau bisa membunuhnya secara perlahan Yasmin. Kau tahu kemarin dia menahan rasa sakitnya dengan minuman, dia duduk sendiri diruang kerjanya sambil minum – minum dan menangis. Itu adalah pertama kalinya aku melihat dia menangis. Semuanya karena dia tidak tahan melihatmu begini. Dan bayimu itu, sebentar lagi akan tiada jika kau terus seperti ini” jelas Angela.


Yasmin mulai meneteskan air matanya dihadapan Angela. Ia mulai menggerakkan tubuhnya.


“Ya....menangislah yasmin....menangislah dengan keras. Lepaskan rasa sakitmu itu” kata Angela.


Hiks.....hiks.....hiks.....Yasmin mulai menangis keras dihadapan Angela. Angela mencoba memeluk erat Yasmin dan ikut menangis. Ia mulai membuka mulutnya dan berbicara pada Angela.


“Aku bersalah.....semuanya gara – gara aku. Jika aku tidak dilahirkan mungkin ini semua tidak terjadi. Hiks....hiks....hiks.....aku sudah membuat paman menderita selama sepuluh tahun, aku sudah membuat Andre mengorbankan dirinya untukku, aku juga membuat ayahku cacat karena menolongku dan Alisa seperti itu karena aku..hiks....hiks....hiks semuanya salahku Angela” sambil terus menangis tersedu sedu.


Angela kaget mendengar semua ucapan Yasmin yang telah mengingat semua kejadian yang terjadi padanya.


“Kau sudah mengingat semuanya” sambil melepaskan pelukannya dari Yasmin dan menatap Yasmin.


“Ia....aku sudah mengingat semuanya Angela. Aku ingat setiap kenangan masa kecilku. Semuanya seperti baru kemarin aku mengalaminya. Aku sangat terluka sampai tidak bisa menahannya” jawab Yasmin sambil menangis.


“Tenanglah....kau harus tenangkan dirimu. Jangan merasa bersalah pada orang lain. Pak Andre melakukan


ini pasti karena ingin kau hidup bahagia bukan dalam keadaan tidak berdaya seperti ini sedangkan kak Alisa, dia memang bersifat jahat. Kau jangan menyalahkan dirimu karena wanita seperti itu, dia tidak bisa merubah sifatnya jika kau merasa bersalah padanya hem. Kau mengerti kan” jelas Angela. Yasmin pun mengangguk mendengar ucapan Angela.


“Sekarang kau harus memikirkan kesehatanmu dan bayimu”


“Bayiku......bayiku hiks....hiks...hiks....maafkan ibu sayang. Ibu bersalah padamu” sambil memegang


perutnya.


Mereka saling berpelukan dan menangis bersama, sementara Yoalnd dan Meira yang berada diluar merasa khawatir karena Angela belum keluar dan mereka tidak mendengar apa – apa karena kamar Yasmin memang kedap suara. Yoland lalu menyuruh Pak Joseph mengambil kunci cadangan kamar Yasmin. Sesaat kemudian ia membuka pintu kamar Yasmin dan melihat mereka berdua berpelukan. Semua orang berdiri sambil tersenyum melihat keadaan Yasmin yang kembali normal.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2