Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 47 Putus Hubungan Dengan Andre


__ADS_3

Pukul 6:00 pagi...Sekretaris Kenan bangun dengan memegang kepalanya yang pusing karena semalam dia sempat minum saat bersama Andre. Ia buru – buru bangun dan siap – siap ke kediaman Mahesa untuk menjemput Tuan Bima.


Sekretaris Kenan sampai dikediaman Mahesa. Saat keluar mobil, ia melihat Tuan Bima sudah keluar rumah bersama Yasmin. Ia langsung membuka pintu mobil untuk Bima. Bima  masuk mobiltanpa mengatakan apa – apa. Mereka langsung pergi dengan mobil yang dikendarai Romi.


Yasmin juga sudah berangkat kuliah bersama mba Nita. Saat sampai dikampus, ia bertemu dengan Rina temannya. Mereka masuk bersama. Saat dikelas, para mahasiswa membicarakan Pak Andre bahwa jadwal kuliah Pak Andre diundur. Entah apa alasannya, mereka tidak tahu. Mereka pun kuliah dengan mata kuliah yang lain.


Ditengah – tengah pelajaran, handphone Yasmin berbunyi, diangkatnya telfon itu, dan seorang perempuan tengah berbicara dengannya ditelfon. Wanita itu mengatakan bahwa dia asisten rumah tangga Tuan Andre. Sekarang Tuan Andre sedang pingsan dan tidak tahu harus berbuat apa, asisten rumah tangga itu memohon pada Yasmin untuk datang ke apartemen Tuan Andre untuk menolongnya. Karena merasa kasihan, Yasmin buru – buru keluar kelas dan ke Apartemen Andre.


Saat sampe didepan apartemen Ande, dia menyuruh Mba Nita menunggunya dimobil. Dia mengatakan pada Mba Nita bahwa dia hanya sebentar. Mba Nita pun mengerti dan percaya pada nonanya itu. Lalu dia langsung masuk ke Apartemen Andre.


Saat didalam, dia melihat Andre duduk dilantai sambil bersandar dikasur, keadaannya baik – baik saja.


“Loh...bukannya kak Andre pingsan” kata Yasmin yang terlihat bingung.


Andre berbalik saat mendengar suara Yasmin. Dia lalu berdiri mendekati Yasmin.

__ADS_1


“Kau sudah datang Yas...” jawab Andre.


“Kak Andre berbohong padaku ya” kata Yasmin yang sudah mulai kesal.


“Kalau aku tidak seperti itu....mana mungkin kau datang” jawab Andre.


“Apa yang ingin kak Andre katakan sampai berbohong seperti ini” tanya Yasmin.


Andre lalu memegang tangan Yasmin.


“Aku ingin bilang, kalau selama ini aku mencintaimu” kata Andre.


“Apa selama ini kak Andre sengaja berteman denganku karena kakak menyukaiku?” tanya Yasmin.


Andre tidak menjawab pertanyaan Yasmin malah menanyakan hal lain pada Yasmin.

__ADS_1


“Apa kau sama sekali tidak punyan perasaan padaku  sedikitpun?” tanya Andre.


“Maaf  kak.... aku tidak bisa membalas cinta kakak karena aku sangat mencintai suamiku. Kuharap kakak mengerti” kata Yasmin yang melepaskan tangannya yang dipegang Andre.


Yasmin berbalik ingin pergi tiba – tiba  Andre memeluknya. Sontak saja membuat Yasmin kaget, dia berusaha melepaskan pelukan Andre dan langsung menampar Andre saat itu. Yasmin tidak mengatakan apa – apa setelah menampar Andre, dia langsung pergi dan berlari keluar. Andre sampai mengejarnya dan menahan Yasmin.


Dengan gilanya...dia langsung mencium Yasmin sampai membuat Yasmin menangis. Andre melepaskan ciumannya dan melihat tangisan Yasmin. Yasmin dengan jijiknya membersihkan bekas liur Andre yang ada dibibirnya dengan tangannya sampai membuat bibirnya merah. Dia lalu menampar Andre berkali – kali untuk melepaskan kemarahannya yang dia tahan dari tadi.


“Dasar brengsek kau.....jangan pernah muncul dihadapanku lagi brengsek, aku jijik melihat wajahmu itu....benar kata Bima kalau kau itu berteman denganku karena ini, aku menyesal karena sudah mengenalmu, aku bahkan jijik menyebut namau sekarang” jelas yasmin yang sangat marah. Wajahnya sangat murka, matanya merah karena marah.


Dia lalu pergi meninggalkan Andre yang berdiri mematung.


“Maaf Yasmin..... ciuman ini untuk terakhir kalinya, besok kau tidak akan melihat wajah jijik ini lagi, kak andre berdoa supaya kau hidup bahagia” gumamnya saat yasmin sudah pergi.


Yasmin sampai dikediaman Mahesa, dia langsung berlari ke kamar mandi membersihkan bibirnya, dia terus mengosok bibirnya sampai membuat bibirnya bengkak.

__ADS_1


Setelah membersihkan bibirnya, dia lalu melihat dirinya dicermin, dan menunduk menangis, semakin lama tangisannya semakin keras, untung saja kamarnya itu berdinding kedap suara jadi tidak ada yang mendengar tangisannya didalam kamar mandi. Hatinya sangat hancur saat itu, dia tidak habis pikir dengan andre yang sudah dia anggap kakak dan selalu dia bangga – bangga kan didepan temannya Rina, dia bahkan membela andre didepan suaminya. Sungguh ironis.....


Bersambung


__ADS_2