
Saat Umur lima tahun Rhandika tinggal dikediaman Mahesa bersama ayahnya. Rhandika adalah putri Pak Rudi yang sekarang ini dipanggil dengan sebutan Yasmin Ranita. Sejak saat itu Rhandika dan Bima sangat dekat, bahkan dia mengikuti Bima kemana _ mana tanpa mempedulikan wajah dingin yang selalu Bima tunjukkan.
Karena sikap Rhandika yang tidak pernah mempedulikan sifat Bima yang selalu terlihat serius, membuat Bima sangat sayang padanya, jika ia bisa bersikap dingin dan susah didekati oleh orang lain tetapi berbeda dengan sikapnya pada Rhandika. Ia bisa bersikap lunak dan menuruti semua keinginan Rhandika, selama Rhandika merasa bahagia bersamanya.
Bahkan Bima sering menjemput Rhandika dari sekolahnya dengan berjalan kaki karena jarak sekolahnya yang dekat dari rumah apalagi Rhandika tidak mau naik mobil ke sekolah. Baginya....berjalan kaki ke sekolah sangat menyenangkan. Saat menjemput Rhandika pulang sekolah, ia sering sekali menggendong Rhandika dipunggungnya.
Saat mereka bersama pun, Bima sering terhibur dengan tingkah laku Rhandika padanya yang seperti anak kecil manja dan kadang juga Rhandika bersikap dewasa pada Bima seperti saat Bima bingung tentang sesuatu. Saat itu Rhandika memberikan semangat dan mengatakan pada Bima untuk mengikuti kata hatinya karena apapun yang dilakukan Bima nanti, ia akan selalu mendukungnya. Umurnya memang baru sepuluh tahun tapi dia bisa mengkondisikan sikapnya didepan Bima.
***
Saat acara ulang tahun Rhandika yang kesepuluh, Tuan Chandra juga mengadakan pesta pertunangan untuk Rhandika dan Bima.
Alasan Tuan Chandra melaksanakan pertunangan anaknya dengan cucu sahabatnya itu dikarenakan kondisi kesehatannya yang sering sakit - sakitan, bahkan dia ingin merencanakan pernikahan untuk anak laki - laki satu - satunya itu tapi tidak memungkinkan karena umur Rhandika yang masih kecil.
Sore hari setelah acara pertunangan selesai, mereka semua duduk santai diruang keluarga. Tuan Chandra berbicara pada Bima didepan semua keluarganya itu.
“Bima....sekarang kau sudah punya istri, kau harus menjaga istrimu baik – baik jangan sampai membuatnya menangis” Kata Tuan Chandra.
“Baik....” jawab Bima.
***
Setelah satu bulan acara pertunangan mereka, Bima harus ke luar negeri melanjutkan studinya.....Rhandika terus menangis dan merengek untuk ikut bersama Bima keluar negeri tapi Tuan Chandra dan Meira mencoba menenangkannya saat itu. Saat melihat kepergian Bima, Rhandika tidak berhenti menangis.
***
Selama satu minggu kepergian Bima....Kenan yang sudah kembali dari asramanya, melihat Rhandika sedang duduk sendiri ditaman. Ia pergi menghampiri Rhandika saat itu.
“Hei....bocah, sedang apa kamu sendiri disini?” tanya Kenan.
Rhandika berbalik dan melihat Kenan yang berdiri disampingnya.
.
“Kak Kenan sudah kembali" Kata Rhandika.
__ADS_1
“Ia....tapi kenapa kamu duduk sendiri disini?" Rhandika hanya diam tidak menjawab pertanyaan Kenan. "Kamu kangen Tuan Muda ya" kata Kenan.
“Ia.....disini sepi sekali tidak ada paman Bima" jawab Rhandika.
" Kan masih ada kak Kenan" kata kenan.
“Huh.....kakak kan sibuk sekolah, kalau pulang hanya waktu libur saja" balas Rhandika
Tiba – tiba seorang pria datang dan menghampiri Kenan. Pria itu adalah Andre, Andre memang selalu datang kerumah itu kalau Kenan pulang, Andre selalu meminta Kenan untuk mengajarinya karate. Apalagi ia sangat suka pada Rhandika tetapi selama ini ia tidak pernah punya kesempatan untuk dekat dengan Rhandika karena Bima selalu bersamanya. Saat tahu bahwa Bima pergi ke luar negeri, ia selalu datang kerumah itu untuk bermain dengan Rhandika.
***
Sampai suatu hari ia tidak sengaja mendengar pembicaraan Meira dan paman Rudi yang mengatakan bahwa Meira masih sangat mencintai paman Rudi tapi paman rudi menolak karena dia masih belum bisa melupakan istrinya. Setelah itu, Andre berusaha menghasut Meira bahwa Meira harus mendapatkan cintanya itu, dia pun memberikan ide pada meira bahwa jika dia ingin paman rudi menikahinya, ia harus berpura – pura menculik Rhandika dan mengancam Paman Rudi lewat Rhandika.
Rhandika mendengar rencana Meira itu, ia lalu mencoba berbicara pada meira. Yang saat itu berada dikamarnya, Rhandika masuk dan duduk disamping Meira.
“Ada apa Rhan?” tanya Meira.
“Tante Meira menyukai ayahku ya?” tanya Rhandika.
“Siapa yang memberitahumu?” tanya Meira.
“Apa kamu tidak mau kalau aku jadi ibu tirimu?” tanya Meira.
“Siapa bilang aku tidak suka.... yang penting tante bisa membahagiakan ayahku. Aku pasti akan membantu tante tapi tante harus janji untuk tidak membuat ayahku terluka dan menderita” kata Rhandika.
“Tentu saja Rhan....tapi kamu tiba – tiba setuju. Bukankah kamu sudah bertunangan dengan paman Bimamu itu. Setelah besar nanti kamu harus menikah dengan pamanmu itu seperti tante dan ayahmu....” jelas meira.
“Lalu kenapa kalau tante dan ayah menikah, aku dan paman juga menikah. Bukankah kita tidak sedarah. Hanya orang sedarah kan yang tidak bisa menikah” kata Rhandika.
Meira terharu dengan ucapan Rhandika yang sangat dewasa, ia lalu memeluk Rhandika dengan erat.
***
Alisa dan Angela kembali dari luar negeri.....Tuan Chandra memperkenalkan Alisa dan Angela pada Rhandika. Rhandika diperkenalakan sebagai tunangan Bima. Alisa sangat tidak suka dengan kehadiran Rhandika karena dia sangat menyukai Bima.
__ADS_1
Alisa adalah keponakan nyonya sandra yang berumur 18 tahun dan Angela adalah anak
diluar nikah tuan Chandra dan Nyonya Sandra karena nyonya Sandra sama sekali tidak menikah secara sah dengan Tuan Chandra, Tuan Chandra hanya menyuruh anak – anaknya menganggap nyonya sandra sebagai ibu tiri mereka.
***
Setelah beberapa hari kedatangan mereka, Alisa dan Nyonya Sandra mencoba menyingkirkan Rhandika dengan menculiknya.
Sementara ditempat lain, Tante Meira sudah menyembunyikan Rhandika disebuah rumah mewah. Tante Meira menyuruh Rhandika untuk sementara disini, dia ditemani bersama seorang pelayan. lalu dia pergi memberitahu Ayah Rhandika bahwa Rhandika sekarang bersamanya, jika dia bisa menikah dengannya maka dia akan melepaskan Rhandika.
Tiba – tiba pelayan yang menjaga Rhandika, menghubungi Meira bahwa Rhandika sekarang diculik, dia tidak bisa mengejar penculiknya karena saat itu dia dipukuli sampai pingsang.
Meira sangat panik begitupun ayah Rhandika, dia menyalahkan semuanya pada Meira.
Sedangkan Rhandika sekarang sudah berada disebuah gudang bekas pabrik, tempatnya sangat terpencil. Dia sangat ketakutan. Terdengar suara perempuan dan laki – laki sedang berbicara dipintu gudang yang tidak terkunci, dia hanya melihat samar – samar punggung wanita itu karena gudang itu sangat gelap tetapi dia tahu dari suaranya jika suara itu adalah suara tante Sandra, dia juga mendengar suara Alisa diluar. Alisa masuk kegudang itu dan melepaskan perban dimulut Rhandika.
“Teriaklah kalau kamu ingin teriak karena tidak ada yang bisa menolongmu” kata alisa yang berada didepannya.
Rhandika pun teriak meminta tolong....
“Paman.... tolong aku...paman tolong aku, mereka ingin membakarku” teriak Rhandika.
“Teriaklah gadis kecil....pamanmu itu tidak akan mendengarnya...sebentar lagi kamu akan hangus terbakar disini bahkan pamanmu itu tidak akan mengenalimu” kata Alisa.
“Kenapa kak Alisa ingin membunuhku. Apa salahku?” tanya Rhandika.
“Itu karena kamu sangat sial. Kalau kamu tidak bertunangan dengan pamanmu itu Kamu tidak mungkin seperti ini, kamu itu hanya bocah ingusan yang tidak pantas bersaing denganku” kata Alisa.
Alisa pun keluar dari gudang itu dan membakarnya dari luar bersama Nyonya Sandra. Sementara Rhandika terus berteriak memanggil pamannya dari dalam, ia juga berteriak memanggil Meira.
“Paman tolong aku.....tante Meira tolong aku, mereka akan membakarku” teriak Rhandika sambil menangis sangat keras.
Setelah melemparkan api kegudang itu. Alisa, nyonya sandra dan bawahannya pergi dari tempat itu. Tidak lama mereka pergi....datang Meira dan Pak Rudi, Pak Rudi menyuruh Meira memanggil orang untuk memadamkan api sedangkan dia masuk menolong anaknya sampai membuat kakinya terluka karena tertimpa besi besar yang mengakibatkan kakinya terluka.
Untung saja Andre datang membawa bantuan untuk menolong mereka, saat itulah dia mulai menyembunyikan Rhandika dan ayahnya bahkan mengubah namanya menjadi Yasmin Ranita. Itu juga terakhir kalinya Meira melihat mereka berdua.
__ADS_1
Tuan Chandra yang mendengar kebakaran itu membuatnya syok dan sakit. Bima langsung pulang mendengar kabar ayahnya sakit. Saat sampai rumah dia baru mengetahui kabar tentang Rhandika yang meninggal dikebakaran tetapi dia tidak percaya sebelum menemukan mayatnya, dia terus mencari Rhandika seperti orang gila tapi tidak menemukannya. Tidak menunggu waktu lama, tuan Chandra pun meninggal dunia karena tidak bisa menahan penyakitnya lagi. Bima tambah syok.....melihat ayahnya meninggal.
Flashback Tamat............