
Alisa tengah berada disebuah rumah susun yang baru ia sewa. Ia sudah berdiri didepan rumah susun sambil terus memperhatikan rumah itu seakan tidak pantas ia tinggali. Tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa tinggal dirumah keluarga mahesa apalagi uang yang selama ini bima berikan hanya cukup membiayai dirinya beberapa tahun diluar negeri. Bima tidak pernah memberikan uang lagi padanya. Ia kembali ke kota ini karena sudah tidak sanggup hidup sendirian menderita dinegara orang apalagi saat ia mendengar berita dari nyonya sandra bahwa yasmin masih hidup. Ia tidak rela melihat gadis itu bahagia. Baginya yasmin penyebab semua penderitaan yang ia alami dan gara – gara yasmin juga ia tidak bisa mendapatkan hati bima.
***
Alisa masuk kedalam rumah yang ia sewa sambil menarik koper yang ia bawa. Ia langsung mendorong kopernya disembarang tempat karena mengingat perlakuan bima padanya tadi. Ia sangat marah dan sakit hati diusir yang kedua kalinya dari rumah itu.
“Sialan.....apa bagusnya dia dibanding diriku. Dia hanyalah gadis kampungan yang diangkat
dikeluarga Mahesa. Dia hanya bisa mengandalkan bima bahkan tidak bisa dibandingkan denganku. Dasar gadis murahan”
Tiba – tiba nyonya sandra datang dan menghampiri alisa, ia mendengar alisa sedang marah – marah sendiri. Saat itu alisa memang tidak menutup pintu rumahnya.
“Ada apa alisa?” tanya nyonya sandra.
Alisa menengok mendengar nyonya sandra bicara padanya.
“Tante....kau datang. Bagaimana tante bisa tahu aku disini, aku kan belum menghubungi tante”
“Tante mengikutimu tadi. Tapi....dimana kau bisa mendapatkan rumah seperti ini?” tanya tante sandra sambil berkeliling melihat keadaan rumah itu.
“Aku berkeliling mencari tempat yang bagus dan hanya bisa mendapatkan rumah seperti ini dengan uang yang tidak seberapa”
“Sempit sekali rumahnya lisa. Apa kau bisa tahan tinggal disini?” tanya tante sandra.
“Mau bagaimana lagi tante, aku tidak bisa tinggal dirumah keluarga mahesa lagi. Bima sudah mengusirku dari sana”
“Bagaimana kalau tante memohon pada yasmin, bima kan bisa menuruti semua keinginan yasmin. Pasti dia bisa menolongmu sayang” sambil melihat kearah alisa yang sedang berdiri dibelakangnya.
“Aku tidak sudi meminta tolong pada gadis murahan itu. Saat aku melihat wajahnya itu, ingin rasanya aku mencekiknya sampai mati” ucapnya dengan wajah marah.
“Alisa.....apa sebaiknya kau lupakan masa lalu dan menata masa depanmu kembali?” tanya tante sandra.
__ADS_1
“Apa maksud tante, tiba – tiba mengatakan ini padaku. Bukankah tante selalu mendukung apa yang kulakukan?”
“Alisa.....tante memang selalu mendukungmu tapi selama beberapa hari ini tante berpikir tentang masa depanmu. Jika kau terus berbuat jahat pada orang lain, ujungnya kau sendiri yang akan hancur. Tante tidak mau melihat itu semua. Jadi tante mohon hentikanlah dan carilah kebahagiaanmu sendiri” ucap tante sandra.
“Siapa yang telah menghasut tante sampai bicara seperti ini padaku. Apa yasmin yang membuat tante begini?” tanya alisa.
“Tidak ada yang menghasut tante lisa, ini murni dari dalam hati tante”
“Kalau tante bicara seperti ini mendingan tante pergi saja dari sini” pinta alisa.
“Alisa....dengarkan tante dulu, bima itu sangat kejam. Jika kau melakukan hal jahat pada yasmin apalagi ingin membunuhnya, dia pasti tidak akan membiarkanmu hidup. Tante sudah menyaksikan sendiri selama ini. Tante tidak ingin melihat nasibmu sama seperti mereka. Tante mohon....ya” ucap tante sandra.
“Aku tidak peduli tante. Aku lebih tenang jika melihat dia mati didepanku. Kalau tante tidak ingin membantuku, lebih baik tante pergi dari sini”
“Alisaaa......”
“Pergi tante” teriak alisa sambil mendorong tante sandra keluar.
Ia lalu menutup pintu rumahnya dengan keras. Sedangkan tante sandra yang berada diluar terlihat sangat kecewa melihat alisa. Ia tidak menyangka jika alisa bisa mengusirnya. Ia lalu meninggalkan rumah yang ditinggali alisa itu dengan perasaan sedih dan menyesal. Ia berpikir jika sifat alisa selama ini akibat perbuatannya yang selalu memanjakan keponakannya itu.
“Aaaaa.... beraninya kau yasmin. Kau sudah menghasut tante sandra, kali ini aku tidak akan mengampunimu. Aku tidak peduli jika aku dipenjara asalkan aku bisa melihatmu lenyap” ucapnya dengan mata melotot.
Ia lalu menelfon seorang pria untuk datang bertemu dengannya dirumah. Pria itu merupakan mantan pacar alisa dulu. Pria itu juga yang pernah membantunya membunuh yasmin sepuluh tahun lalu. Beberapa saat kemudian, orang itu datang menemuinya dengan memakai jaket hody sampai menutupi kepala dan wajahnya. Ia masuk kedalam rumah alisa dan berbicara pada alisa tentang maksud alisa memanggilnya.
“Kenapa kau memanggilku setelah sekian tahun kau menghilang?” tanya pria itu.
“Aku ingin kau membunuh seorang gadis untukku” pinta alisa.
Huahauahua....pria itu tertawa keras mendengar alisa menyuruhnya membunuh orang karena setelah lama
tidak bertemu. Tiba – tiba alisa menghubunginya kembali hanya karena ingin membunuh orang bahkan tidak menanyakan kabar dirinya.
“Apa ini yang kau katakan setelah lama tidak bertemu denganku”
__ADS_1
“Memangnya apa lagi....”
“Lalu.....apa untungnya bagiku jika aku membantumu karena dari yang kulihat kau sepertinya tidak punya uang sama sekali, tidak seperti dulu lagi?”
“Kau bisa meminta apapun yang kau inginkan dariku asalkan kau bisa membunuh yasmin”
“Maaf alisa...aku tidak bisa membantumu lagi. Kau carilah orang yang bisa, aku sudah tidak melakukan pekerjaan itu lagi” ucapnya sambil berjalan menuju pintu.
“Kau yakin tidak ingin membantuku. Apa kau ingin masuk penjara sekarang?”
Pria itupun berbalik setelah mendengar ucapan alisa.
“Apa maksud ucapanmu itu?apa sekarang kau mengancamku?”
“Heh.....aku tidak mengancammu tapi aku memperingatimu. Jika kau tidak membantuku kali ini maka aku akan menyerahkan bukti pembunuhanmu sepuluh tahun lalu apalagi gadis yang kau bunuh itu masih hidup. Dia pasti percaya padaku kalau aku memberitahunya tentang kau yang berusaha membunuhnya karena aku sangat dekat dengannya sekarang, dia sama sekali tidak ingat apa – apa tentang kejadian yang dulu”
Setelah mendengar ancaman alisa, dengan terpaksa ia harus menerima tawaran alisa.
“Aku akan membantumu tapi kau harus membayar dengan tubuhmu” sambil tersenyum licik.
Alisa terdiam tidak membalas ucapan mantan pacarnya itu. Ia terkejut dengan permintaan mantan pacarnya yang memintanya untuk tidur dengannya. Selama pacaran ia memang tidak pernah tidur dengan mantan pacarnya itu karena hanya ingin memanfaatkannya saja.
“Dasar laki – laki licik, dia ingin mengambil keuntungan dariku. Tapi jika aku tidak menurutinya lalu siapa yang akan membantuku menyingkirkan yasmin. Tidak bisa...aku harus tetap melanjutkan rencanaku” dalam hati alisa.
”Baiklah....karena kau tidak menuruti syaratku jadi aku juga tidak bisa membantumu” ucapnya.
“Ok...” teriak alisa yang melihat mantan pacarnya itu ingin pergi dari rumahnya. “ aku akan menerima syaratnya tapi kau harus memenuhi janjimu untuk membunuh yasmin”
“Tenang saja.....aku seorang pria yang selalu menepati janji”
__ADS_1
Alisa lalu mengajak mantan pacarnya itu kekamar. Entah apa yang mereka lakukan didalam hanya mereka yang tahu. Sungguh membuat miris melihat wanita seperti alisa menjual dirinya hanya untuk memenuhi hasrat sakit hatinya. Begitu bencinya kah dia pada yasmin sehingga ia bisa menghalalkan segala cara agar yasmin bisa tiada padahal kalau dipikir – pikir yasmin itu tidak pernah mengusiknya sama sekali.
Bersambung