
Jam 6 pagi, Bima bangun dan duduk sambil memegang kepalanya karena pusing, dia menengok yasmin disampingnya yang masih tidur dalam keadaan telanjang, hanya selimut yang menutupi tubuhnya itu. Lalu bima
beranjak dari tempatnya dan ke kamar mandi. Setelah ke kamar mandi bima berganti pakaian untuk siap – siap ke kantor, saat keluar dia masih melihat yasmin tidur dengan posisi yang sama saat dia melihatnya waktu bangun tadi.
Bima sudah khawatir melihat istrinya yang tidak bergerak sejak tadi karena tidak biasanya dia seperti, pergilah dia memeriksa
yasmin ditempat tidurnya.
“Panas sekali” menempelkan tangannya dijidat yasmin.
“Yasmin.....yasmin” panggil bima. “hei...kau kenapa, jangan membuatku takut”
dengan wajah panik.
Bima langsung melakukan panggilan darurat yang ada didekat tempat tidurnya. Pak joseph dan Romi langsung naik ke atas. Hanya Kenan yang tidak ada saat itu, entah dimana dia sekarang.
“Ada apa tuan muda” tanya pak joseph.
“Cepat panggil Dr. Randi” perintah bima yang terus mondar mandir karena panik
“Baik tuan muda” jawab romi.
Bima lalu duduk disamping yasmin dan melihat kalau istrinya masih dalam keadaan telanjang.
“Kau keluarlah....”perintah bima pada joseph yang masih berdiri menunggu perintah
“Baik tuan muda”
Sambil menunggu Dr. Randi datang, Bima membantu yasmin memakaikan bajunya. Tidak menunggu lama, dr. Randi datang dengan dr. Eva tunangannya. Dr. Randi langsung memeriksa yasmin yang saat itu dalam keadaan terbaring didekat Bima yang duduk dikasur.
“Hei.....tunggu, biar dia saja yang periksa” kata
bima sambil menunjuk dr. Eva.
Dr. Randi hanya tersenyum dan mundur kebelakang, sementara dr. Eva mulai memeriksa yasmin.
“hem...aku tahu tuan muda, kau tidak membiarkanku memeriksa nona yasmin, makanya aku membawa cadangan, ini namanya sediakan payung sebelum hujan” dalam hati dr. Randi
Dr. Eva selesai memeriksa yasmin yang sekarang sedang terbaring dikasur.
“Bagaimaan keadaannya, apa dia baik – baik saja?” tanya bima dengan wajah khawatir menunggu hasilnya.
“Tuan muda ingin kabar buruk atau kabar baiknya dulu” jawab dr. Eva.
“Kabar buruk” kata bima sigap
“Kabar buruknya, nona yasmin terlalu kelelahan sampai membuat dia demam tinggi dan pingsang, tapi ini semua ada hubungannya dengan kabar baiknya tuan muda” jelas dr. eva
__ADS_1
“Apa maksudmu, memang apa kabar baiknya?”
“Selamat Tuan muda sebentar lagi anda akan jadi ayah, karena nona yasmin sekarang tengah hamil tiga minggu” kata eva. Sontak saja
membuat bima kaget saat itu.
“Apa....kau serius dia hamil” bima kaget sekaligus senang.
“Ia tuan muda, sekali lagi selamat untuk kalian berdua” jawab eva
“Aku akan jadi ayah...hahahha”tertawa senang, dia lalu mencium kening istrinya yang ada disampingnya itu. Tiba – tiba wajahnya berubah.
“Tapi kenapa dia belum bangun dari tadi” tanya bima yang tersadar melihat istrinya yang masih terbaring lemah, wajahnya yang tadi tersenyum dan senang berubah serius.
“Nona baik- baik saja hanya perlu di infus saja tuan muda dan untuk sementara anda harus mengurangi melakukan hubungan suami istri
agar tidak terjadi hal seperti ini lagi” jawab eva sambil membuka peralatannya
dan mulai memasang infus pada yasmin.
“eeghem...” dengan wajah malu karena sudah ketahuan dengan apa yang dilakukannya tadi malam. “tapi kau yakin dia baik – baik saja
kan” tegas
“Ia tuan muda....” jawab eva
Dr. Eva dan Dr. Randi hanya diam tak bicara
mendengar ancaman bima karena itu sudah biasa bagi mereka berdua yang selalu
menerima ancaman bima jika tidak senang padanya.
“Kalian tunggu dia bangun dulu baru pergi dari sini” kata bima pada dr. Randi dan dr. Eva.
“Baik tuan muda”
Setelah tahu bahwa istrinya hamil, dia menginstrusikan pada pak joseph dan pelayan lainnya untuk selalu siap siaga jika istrinya butuh sesuatu. Meira dan Yoland yang mendengar kabar kehamilan yasmin, ikut bahagia. Bahkan tak ada yang mengira jika angela juga ikut bahagia mendengar yasmin hamil kecuali nyonya sandra wajahnya sangat kesal mendengar kehamilan yasmin.
Didalam kamar, bima masih berada disamping yasmin sambil menggenggam tangannya, sementara dr. Randi dan dr. Eva tunangannya tengah makan malam dibawah bersama yang lainnya.
Pak joseph masuk ke kamar bima membawakan makanan untuk bima tetapi bima sama sekali tidak menyentuh makanannya, dia hanya terus
menatap istrinya yang masih pingsang.
“Maaf sayang.....aku memang pria gila seperti yang kau pikirkan, jika aku bisa mengendalikan amarahku mungkin kamu tidak sakit seperti
ini, aku bahkan memaksamu berkali – kali....bangunlah sayang, aku janji tidak akan
__ADS_1
marah lagi” gumamnya sambil menggenggam tangan Yasmin.
Tiba – tiba yasmin membuka matanya pelan – pelan, bima yang melihat istrinya membuka mata.
“Kau sudah bangun sayang” sambil mencium kening istrinya, yasmin hanya melihat bima tanpa ekspresi.
Bima lalu memencet panggilan darurat yang ada disampingnya. Sontak saja semua orang berlari panik ke atas melihat apa yang terjadi.
“Ada apa....” dr. Randi berlari dengan wajah panik
“Dia sudah bangun....coba kau periksa dia” kata bima. Dr. Eva pun memeriksa yasmin.
“astaga.. aku kira terjadi sesuatu sampai dia
memencet panggilan darurat.....apa dia tidak tahu kalau kita sedang makan
dibawah,dia itu benar – benar keterlaluan, bagaimana bisa nona yasmin bisa tahan dengan sifatnya itu” dalam hati dr. Randi.
“Dia baik – baik saja tuan muda” kata dr. eva
Yasmin bangun dari tempat tidurnya dengan dibantu bima, dia duduk bersandar ditempat tidur, dengan bantal yang sudah diletakkan
bima dibelakang yasmin.
“Aku kenapa,....dan kenapa ramai sekali dsini”
dengan wajah bingung sambil melihat sekelilingnya.
“Tidak apa – apa sayang, kau hanya pingsang karena kelelahan dan juga kau sedang hamil muda jadi mulai sekarang kau harus merawat dirimu” kata bima sambil mengusap lembut kepala yasmin.
“Aku hamil” terkejut
“Ia....sebentar lagi kau akan jadi ibu”
“Selamat tuan muda, nona muda, sebentar lagi kalian akan jadi orang tua"
“Selamat ya yasmin, kakak senang mendengarnya”
“Selamat tante, sebentar lagi aku akan punya sepupu”
“Terima kasih kak, terima kasih yoland, terima kasih semua” dengan wajah tersenyum
“Karena istriku sudah bangun jadi kalian semua bisa pergi sekarang”
“Baik tuan muda, besok saya akan datang lagi memeriksa nona”
Mereka semua yang ada disitu pergi meninggalkan bima yang terus memeluk istrinya itu.
__ADS_1
Bersambung