
Andre yang tengah duduk didalam mobilnya terus menatap kedalam butik yasmin.
“Yasmin......hari ini aku akan meninggalkan kota ini dan kembali ke luar negeri. Ini hari terakhirku melihatmu, aku akan mendoakan agar kau tetap bahagia selamanya dan maafkan karena sudah menyakitimu selama ini” dalam hati andre.
Sementara didalam butik......Yasmin dan para pegawainya tengah sibuk merapikan semua pakaian yang sudah dijahitnya. Tiba – tiba ia menerima telfon dari alisa.
(Suara telfon)
“Hallo...siapa ini?”
“Hai yasmin....aku alisa. Bisakah kau keluar sebentar, ada yang ingin kukatakan padamu tentang masa lalumu”
“Masa laluku....memang apa yang kau tahu tentang masa laluku”
“Aku tahu...kenapa kau bisa berpisah dari bima dan bagaimana kau meninggalkan rumah keluarga mahesa”
“Apa maksudmu?”
“Keluarlah....aku didepan butikmu. Aku akan menceritakan semuanya saat kita bertemu”
“Kenapa kau ingin
menceritakan padaku. Apa hubungannya denganmu?”
“Kalau kau ingin mengetahui alasanku, keluarlah sebentar. Aku akan menceritakan semuanya”
“Baiklah....tapi hanya sepuluh menit saja”
“Oke...tidak masalah”
(Telfon ditutup)
Yasmin keluar tanpa sepengetahuan orang yang ada disitu apalagi Romi dan mba Nita sibuk membantunya sedangkan para pengawal yang berjaga didalam, mereka mengira jika Romi sudah tahu kalau nonanya itu keluar sebentar. Jadi mereka tidak menghiraukannya ketika Yasmin keluar.
Diluar....andre melihat yasmin keluar dan berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh darinya. Ia melihat yasmin sedang mengobrol dengan alisa yang berada didalam mobil, tiba – tiba yasmin masuk ke mobil itu.
“Alisa....kenapa dia bisa ada disini dan bertemu dengan yasmin” gumamnya. Ia melihat mobil alisa meninggalkan butik bersama yasmin.
“Gawat....kenapa yasmin bisa bersama dengan perempuan licik itu. Aku harus menghubungi kenan” andre mencoba menghubungi kenan tapi tidak diangkat. “Sial dia tidak mengangkat telfon dariku. Sebaiknya aku mengikuti mereka dulu” gumamnya.
Andre pun mengikuti mobil Alisa. Setelah beberapa menit, andre sampai disebuah gudang tempat Alisa pernah melakukan kejahatan, bedanya gudangnya sudah tidak sama seperti dulu karena akibat kebakaran dan sudah bertahun – tahun lamanya.
Alisa keluar membawa yasmin keluar dalam keadaan tidak sadarkan diri dan berjalan menuju kegudang. Sedangkan Andre yang ada dibelakang mobil alisa tiba – tiba keluar dan menghentikan alisa.
“Apa yang kalian lakukan pada yasmin. Cepat lepaskan dia?” teriak andre
“Kau....jadi kau mengikutiku dari belakang” sahut alisa sambil berbalik kearah andre.
__ADS_1
“Ia.....kau sudah sangat keterlaluan, kenapa kau ingin membunuh yasmin. Apa salahnya dia padamu” tanya andre.
Tiba – tiba andre dipukul oleh mantan pacar alisa dari belakang membuat andre jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri. Mereka lalu membawa yasmin dan andre masuk kedalam gudang. Ia mengikat tangan yasmin dan andre.
“Hei...cepat kau habisi mereka. Aku sudah tidak tahan melihat wajahnya itu” perintah alisa pada mantan pacarnya itu.
“Kenapa kau tidak bakar saja sama seperti dulu?”
“Hei...aku tidak sebodoh itu ya. Bisa melakukan kesalahan yang sama, aku ingin
melihat sendiri dia mati. setelah itu baru aku bakar gudang ini bersama mayat mereka”
Mantan pacar alisa sudah mengeluarkan pisau untuk menusuk yasmin, andre terbangun dari pingsannya. Ia melihat yasmin yang ingin dibunuh oleh mantan pacar alisa, ia lalu merangkak dalam keadaan terikat ditangannya kearah yasmin. Saat mantan pacar alisa menusuk yasmin, andre dengan sigap menghalanginya dan akibatnya ia yang menerima tusukan.
Aaaaaa...uhuk...uhuk...teriaknya kesakitan.
Alisa pun geram karena tidak berhasil membunuh yasmin.
“Dasar tidak berguna” teriaknya. Ia mulai mengambil pisau dan berjalan kearah yasmin.
“Pegang dia....aku sendiri yang akan membunuh wanita sialan ini”
Andre berusaha melepaskan tali yang terikat ditangannya, kemudian dengan cepat memukul mantan pacar alisa berkali – kali sampai membuatnya pingsan. Lalu Ia berjalan kearah yasmin dalam keadaan sempoyongan. Ia memukul punggung alisa sampai membuatnya terjatuh dan dengan sigap ia berlari kearah yasmin dan mencoba membangunkannya.
“Yasmin...bangunlah...uhuk...uhuk..uhuk, yasmin cepat bangun” denagn suara serak dan dalam keadaan kesakitan sambil terus menepuk – nepuk pipi yasmin agar cepat sadar. Yasmin pun membuka matanya pelan – pelan dan melihat andre yang sudah bersimpah darah.
“Akhirnya kau bangun juga”
“Kenapa kau bisa terluka seperti ini”
“Sudahlah jangan pedulikan aku...kita harus cepat pergi dari sini sebelum mereka bangun. Aku sudah tidak sanggup melawan mereka lagi”
“Baiklah”
Yasmin dan Andre pergi meninggalkan gudang dan naik mobil. Sementara alisa dan mantan pacarnya bangun dari pingsangnya. Alisa sangat marah saat tahu kalau mereka sudah pergi dari sini.
“Apa kau bodoh....kenapa kau tidak bisa melawan andre itu” teriaknya pada mantan pacarnya itu.
“Tenang saja alisa....aku sudah menyediakan rencana cadangan”
“Apa maksudmu?”
“Aku sudah membuat mobil mereka tidak bisa berjalan juah. Sebentar lagi kau akan mendengar kabar kecelakaan mereka”
Hahahaha.......Alisa tertawa senang mendengar ucapan mantan pacarnya itu. "Bagus....kau memang cerdik"
Sementara Romi dan mba Nita yang tahu jika yasmin tidak ada dibutik mencoba menghubungi bima. Bima yang berada dikantor langsung menuju butik. Ia melihat romi dan mba Nita didepan menunggunya tanpa berkata apa – apa, ia langsung menampar Romi dan mba Nita.
__ADS_1
“Dasar tidak berguna”
Ia lalu mencari keberadaan yasmin dengan memantau cctv seluruh kota S. Ia melihat yasmin menaiki mobil alisa saat dibutik tadi. Ia mencari lokasi mobil alisa dan langsung menuju ketempat lokasi.
***
Yasmin yang menyetir mobil andre...khawatir melihat andre yang terus kesakitan sambil memegang perutnya yang bersimbah darah.
“Bertahanlah kak...sebentar lagi kita akan sampai. Kau pasti baik – baik saja”
Yasmin menambah kecepatan mobilnya. Tiba – tiba ia tidak bisa mengontrol kecepatan mobilnya. Ia mulai panik.
“Ada apa yas?” tanya andre dengan suara serak.
“Gawat kak....rem mobilnya blong. Bagaimana ini?”
“Tenanglah yasmin...jangan panik, menyetirlah dengan tenang”
“Aku takut kak...disamping kiri kanan kita jurang semua”
Tiba – tiba ban belakang mobil yasmin pecah dan tidak bisa mengendalikan mobilnya. Mobilnya sudah mulai berada dipinggir jurang.
“Kak kita akan jatuh....aku tidak bisa menahan mobilnya lagi”
Andre tersenyum melihat yasmin saat itu, entah apa maksud senyumannya itu. Yasmin yang melihat senyuman andre sangat kaget. Ia seperti tahu apa yang akan dilakukan andre. Andre lalu memajukan tubuhnya pada yasmin dan membuka pintu mobilnya. Ia membisikkan sesuatu pada yasmin.
“Maaf yasmin.....tolong kenang aku sebagai kakak yang selalu kau banggakan..hem” sambil meneteskan air matanya.
"Kak Andre...apa yang kau katakan?" tanya yasmin sambil menangis.
"Jangan menangis oke" sambil menghapus air mata dipipi yasmin dengan tangannya yang dipenuhi darah.
Tanpa menunggu yasmin berbicara, ia langsung mendorong yasmin keluar dari mobil sampai kepalanya membentur ke aspal. Mobil yang dikendarainya pun jatuh ke jurang bersama andre dan langsung meledak. Yasmin teriak histeris melihat mobil andre meledak.
“Tidaaaaaakk....kak andre, tidaaaak. Aaaaaaa hiks...hiks...hiks” teriak yasmin yang masih dalam keadaan terbaring di aspal. Dari kejauhan mobil bima dan yang lainnya datang. Meraka melihat ledakan mobil andre dan melihat yasmin berada diaspal dalam keadaan terluka dikepala sambil berlutut. Bima lalu keluar dari mobil dan datang menghampiri yasmin.
“Yasmin....apa kau baik – baik saja” tanya bima.
Yasmin tidak bergeming dari tadi dan hanya terduduk melihat kearah ledakan mobil andre.
"Ken....kau urus si Alisa itu.....aku ingin kau membawanya kehadapanku"
"Baik Tuan Muda"
Bima yang khawatir melihat keadaan istrinya langsung menggendongnya masuk ke mobil. Ia lalu membawa yasmin ke rumah dan memanggil Dokter Randi untuk datang memeriksanya.
Bersambung.
__ADS_1