Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 65 Pemakaman Andre


__ADS_3

Pagi itu, Bima bangun dan siap – siap ingin pergi ke pemakaman Andre. Ia sudah berada di Ruang Ganti memakai baju setelan jas hitam dipadu dengan sepatu hitam mewah dan dasi hitam bergarisnya. Yasmin masuk kedalam Ruang Gantinya dimana Bima berada.


“Sayang...kamu sudah mau pergi” ucap Yasmin yang berjalan ke arahnya.


“Ia.....” balas Bima.


“Apa aku boleh ikut?” tanya Yasmin. Bima hanya diam sejenak sambil menatap wajah istrinya itu.


“Apa kamu baik – baik saja sayang?” tanya Bima dengan ekspresi sedih didepan istrinya.


“Aku baik – baik saja. Aku sudah lebih tenang sekarang sayang. Aku sudah menerima semua yang terjadi termasuk kematian kak Andre. Hari ini aku ingin melihat dia untuk yang terakhir kalinya” sambil tersenyum didepan suaminya.


“Haaaaa” menghela nafas panjang. “Baiklah.....kamu boleh ikut sayang. Tapi kamu harus janji untuk tidak terlalu bersedih disana ya”


“Baik....aku janji” menaikkan kedua jari – jari mungilnya sambil tersenyum lebar pada Bima.


Saat itu ia mencoba tersenyum kepada Bima untuk menunjukkan bahwa ia sudah tidak bersedih lagi padahal jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia masih bersedih dan merasa bersalah atas kematian Andre. Dan Bima tahu jika istrinya itu hanya menunjukkan senyum paksa pada dirinya untuk membuatnya tidak khawatir.


“Kalau begitu aku akan menunggumu dibawah. Kamu siap – siaplah sekarang” ucap Bima. Yasmin hanya mengangguk didepan Bima.

__ADS_1


Ia pun turun kebawah dan menunggu Yasmin. Setelah beberapa menit, Yasmin turun dengan memakai gaun lengan panjang berwarna hitam. Ia sudah melihat Bima, Sekretaris Kenan, Meira, Angela, Yoland dan Pak Rudi sudah duduk di Ruang Keluarga menunggunya. Mereka lalu pergi bersama menuju tempat pemakaman Andre.


Selama 30 menit perjalanan, mereka sampai ditempat pemakaman Andre. Disana sudah terlihat beberapa keluarga dan teman yang hadir. Yasmin menyaksikan semuanya dengan berlinang air mata karena tidak bisa menahan kesedihannya. Ia tidak bisa menepati janjinya pada suaminya jika ia tidak akan bersedih. Namun Bima bisa mengerti dengan kesedihan yang ditunjukkan Yasmin saat itu. Ia mencoba menenangkan istrinya itu.


“Sayang....tenanglah. Itu bukan salahmu” sambil memeluk pundak istrinya dan menghapus air mata dipipi istrinya itu. Yasmin hanya mengangguk sambil memeluk erat suaminya.


Setelah selesai acara pemakaman, semua orang satu persatu meninggalkan tempat pemakaman. Terlihat seorang wanita paru baya dari kejauhan datang menghampiri Yasmin dan Bima.


“Kamu Yasmin kan”


“Ia....Anda” balas Yasmin. Dengan sigap, wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya pada yasmin.


Yasmin menengok melihat suaminya seperti meminta persetujuannya.


“Pergilah....aku akan menunggu dimobil” sambil memegang pipi istrinya


Yasmin pun mengikuti ibunya Andre sampai ke mobilnya dan mereka berdua masuk kedalam lalu mengobrol. Ibunya Andre memberikan beberapa lembar foto kepada Yasmin. Yasmin memang selalu memperlihatkan setiap moment penting yang ingin ia tunjukkan pada Andre seperti saat ia masuk SMA, dapat teman baru, saat hari ulang tahunnya, saat ia masuk kuliah dan saat ia pertama kali pacaran dengan Juan. Ia perlihatkan semua itu pada Andre.


“Ini kan foto – foto yang selalu saya kirimkan pada kak Andre” sambil melihat setiap lembar fotonya.

__ADS_1


“Ia....dia selalu tersenyum saat melihat setiap foto yang kamu kirimkan padanya. Baginya itu adalah hal yang sangat berarti dalam hidupnya. Tante seharusnya marah padamu saat ini karena gara – gara kamu, anakku meninggal tapi tante tidak bisa menyalahkan orang yang paling dicintai Andre. Saat melihatmu tadi aku bisa melihat senyuman lebar dari Andre” jelas ibunya Andre.


“Maafkan saya tante. Semuanya karena saya” sambil menunduk dan meneteskan air matanya.


“Jangan menyalahkan dirimu sendiri nak. Dia pasti tidak suka melihatmu menangis seperti sekarang”


Yasmin hanya diam dan mengangguk sambil menundukkan kepalanya berusaha menyembunyikan air matanya dari ibunya Andre.


“Apa kamu tahu....setiap dia bangun hanya ada nama Yasmin. Tidur pun hanya ada nama Yasmin dia sebut. Tante selalu berpikir apa keistimewaan gadis ini sampai membuat anakku sangat mencintainya. Bahkan dulu dan sekarang dia sangat mencintaimu. Tapi saat melihatmu sekarang, tante mengerti bahwa kamu memang gadis yang istimewa yang pantas dicintai. Maaf Yasmin, tante mengatakan ini bukan ada maksud lain. Tante hanya berharap kamu bisa memaafkan kesalahan yang pernah dia lakukan padamu.” Sambil menatap kearah Yasmin dan memegang pundaknya. “ Beberapa bulan yang lalu dia menelfon tante sambil menangis. Dia bilang, “Ibu aku sudah menyakiti perasaannya. Ibu apa yang harus kulakukan supaya dia bisa memafkanku, supaya dia bisa tersenyum lagi padaku”. Tante sangat mengerti perasaannya saat itu, dia juga sangat terluka dan dia tidak bermaksud untuk menyakitimu. Jadi Yasmin, tante mohon supaya kamu terus tersenyum seperti yang diharapkan putraku supaya dia bisa hidup tenang disana..hem” sambil memegang pipi Yasmin dan menatap wajahnya.


“Eeemm....ia tante” balas Yasmin dengan wajah yang dipenuhi air mata.


“Pergilah pada suamimu dan perlihatkan pada Andre bahwa kamu hidup bahagia bersama orang yang kamu cintai” sambil meneteskan air matanya.


Mereka berdua pun saling berpelukan sangat lama.... Sesaat kemudian, Yasmin keluar dari mobil ibunya Andre dan berlari memeluk Bima yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari mobil yang dimasuki yasmin.


Lalu Yasmin dan Bima pergi meninggalkan tempat itu. Didalam mobil, Yasmin tidak pernah bicara pada suaminya. Ia hanya diam sambil menyenderkan kepalanya pada dada Bima dan memeluknya dengan erat. Bima juga tidak ingin mengganggu ketenangan istrinya itu karena ia tahu bahwa istrinya sekarang masih sedih apalagi ia habis bertemu dengan ibunya Andre. Ia sangat mengerti sekarang tentang persahabatan Andre dengan istrinya itu. Ia tidak lagi merasa cemburu pada Andre bahkan ia merasa sangat beruntung dengan kehadiran Andre dalam hidup Yasmin karena jika ia tidak ada mungkin ia akan kehilangan Yasmin selamanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2