
Jam 6:00 pagi, Yasmin masih berada ditempat tidur bersama Bima. Ia memeluk suaminya sambil meraba – raba dada Bima dengan keadaan setengah tidur. Bima yang masih memejamkan matanya tiba – tiba menangkap tangan Yasmin.
“Hei..bisakah kamu menghentikan tangan nakalmu ini sayang” sambil mengecup tangan Yasmin.
Yasmin tersadar dan membuka matanya lalu melihat kearah Bima, wajahnya terlihat malu. Tanpa mengatakan apa – apa ia langsung bangun dari tempat tidurnya tapi tubuhnya ditarik lagi oleh Bima.
“Kamu mau kemana sayang” sambil memeluk erat tubuh istrinya itu seperti tak ingin membiarkan istrinya pergi.
“Tidak kemana – mana sayang. Aku hanya terkejut melihatmu tidur seperti itu. Tapi kenapa semalam kamu tidak membangunkan aku” sambil mendongak kearah Bima.
“Aku tidak tega membangunkanmu sayang karena tadi malam kamu sangat kelelahan setelah perjalanan panjang kesini” sambil mengecup kening Yasmin. Ia lalu bangun dan membalikkan badannya diatas Yasmin sambil memasang senyuman nakal didepan istrinya itu. “Tapi........kita bisa melanjutkan yang tidak bisa kita lakukan tadi malam”
“Sayaaaaang....ini masih pagi” sambil memalingkan wajahnya karena malu.
“Aku tidak peduli.”
Bima memegang wajah Yasmin dan menghadapkan kedepan wajahnya dan mencium bibir merah istrinya itu. Yasmin membalas ciuman suaminya itu sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Bima. Saat Bima mulai mencium leher Yasmin, tiba – tiba seorang pelayan datang dan mengetuk pintu kamarnya.
Tok....tok.....tok......
Bima tidak peduli dengan suara ketukan pintu dari pelayan itu tapi si pelayan itu masih mengetuk pintu sambil memanggilnya.
“Tuan.....Tuan Muda” panggilnya.
“Sayang...sepertinya itu hal penting.” ucap Yasmin.
“Eem...tidak usah dipedulikan” ucapnya yang masih mencium leher istrinya.
Tok....tok....tok....si pelayan masih mengetuk pintu kamarnya.
“Sayang......cepatlah.” sambil memegan pundak Bima menyuruhnya bangun.
“Aah....dasar pelayan sialan, mengganggu saja” sambil bangun. Ia lalu memasang baju mandinya yang ada disitu.
Ia berjalan cepat kearah pintu dan langsung membuka pintu kamarnya dengan wajah kesal.
“Ada apa. Apa kamu tidak tahu kalau ini masih pagi hah?” tanya Bima kesal.
“Maaf tuan, kemarin Anda bilang saya harus melaporkan kalau kapal Jet skynya datang. Jadi saya melakukan sesuai perintah Anda....” sambil menunduk ketakutan.
“Kapal Jet sky”
__ADS_1
“Ia tuan......maafkan saya karena sudah mengganggu pagi Anda”
“Pergilah.....Kamu dipecat” dengan wajah marah.
“Tapi....tuan”
Bima langsung menutup pintunya tanpa mendengarkan si pelayan tadi. Ia kembali ke tempat tidurnya tapi Yasmin sudah tidak ada dikasur. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi.
“Sayang....apa kamu dikamar mandi” sambil mengetuk pintu kamar mandi.
“Eemmm. Aku sedang buang air sayang”
Bima lalu berjalan kembali ketempat tidur dan langsung melemparkan tubuhnya dikasur.
“Sialan....gara – gara si pelayan itu. Untung aku sudah memecatnya tadi” gumamnya.
Setelah satu jam dikamar mandi, Yasmin keluar dan sudah melihat suaminya tengah duduk disofa dengan memakai kaos abu - abunya dan celana putihnya sambil memainkan handphonenya. Bima yang melihat Yasmin selesai dikamar mandi menyuruh Yasmin siap – siap.
“Kamu sudah selesai mandi” sambil tersenyum pada yasmin.
“Ia...”
“Ya sudah....cepatlah berpakaian, baru kita turun kebawah. Aku ingin memberikanmu sesuatu”
Yasmin terburu – buru memakai bajunya dengan rapi. Setelah selesai siap – siap. Mereka berdua turun kebawah. Bima membawa yasmin ke pantai dan memberikan sebuah kapal Jet Ski yang mewah, harganya sekitar 165 juta rupiah. Yasmin terkejut saat melihat Kapal itu yang terparkir diantara kapal Jet Sky yang lain.
“Ini apa sayang” sambil menunjuk kapal Jet skinya itu.
“Itu untukmu”
“Untukku.....Ini pasti mahal kan. Kenapa kamu harus beli sih sayang, kita masih punya yang lain kan?”
“Tapi ini tidak sama dengan yang lain. Ini sudah kuukir dengan namamu sendiri sayang”
“Apa aku bisa menaikinya sekarang?”
“Tentu saja”
Bima menaiki kapal Jet Sky yang baru ia beli itu bersama Yasmin. Yasmin naik dibelakang Bima sambil memeluk erat suaminya itu. Mereka berkeliling disekitar pantai sambil tertawa bahagia.
Saat selesai bermain Sky dipantai, mereka kembali kerumah. Yasmin kekamarnya disusul oleh Bima dibelakangnya dengan pakaian yang basah. Saat dikamar, Bima langsung masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaian basahnya. Ia keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan bertelanjang dada, hanya handuk yang membalut tubuh bagian bawahnya.
__ADS_1
Ia sudah melihat Yasmin tengah berdiri sambil merapikan baju – bajunya dikoper. Ia langsung memeluk yasmin dari belakang.
“Sayaaaaang.....” panggilan manja Yasmin.
“Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?”
“Aku sedang merapikan baju – baju kita. Kamu lupa ya kalau kita akan keluar pulau”
Bima langsung membalikkan badan Yasmin kearahnya. Ia menarik pinggang istrinya sampai tubuh istrinya itu menempel didadanya.
"Itu nanti saja dikerjakan sayang"
"Tapi...."
"Sssst...." Dengan sigap Bima menutup mulut Yasmin dengan jari telunjuknya. “Eemm....bisakah aku bermain dengan si kecil ini” sambil mengelus perut Yasmin dan tersenyum nakal didepan istrinya itu. Yasmin terlihat bingung dengan permintaan suaminya itu, bagaimana bisa ia bermain dengan bayinya yang masih didalam kandungannya itu, begitu pikirnya.
“Sayang...apa maksud ucapanmu itu?”
Bima tidak menjawab pertanyaan Yasmin, ia tiba – tiba menggendong Yasmin ke tempat tidurnya.
“Sayang....apa yang kamu lakukan. Cepat turunkan aku?”
“Sssstt......jangan bicara lagi sayang” sambil menatap nakal istrinya itu. “Hari ini biarkan aku bermain dengannya. Ya”
Ia membaringkan istrinya itu dikasur dan mulai mencium bibir mungil istrinya itu dengan sangat lama. Tangannya sudah mulai melepaskan kanci baju yasmin dengan cepat. Bima yang berada diatas Yasmin mengunci tubuh istrinya itu dan bangun untuk melepaskan handuk yang tengah menempel dipinggangnya.
Aaaaaaah.....Sontak saja membuat Yasmin kaget dan berteriak sangat keras melihat Bima telanjang bulat didepannya. Ia menutupi wajahnya dengan tangannya karena malu. Memang saat itu lampu masih menyala jadi ia bisa melihat tubuh suaminya itu dengan sangat jelas.
“Hei....kenapa kamu menutupi wajahmu seperti itu. Memangnya ini baru pertama kalinya kamu melihat semuanya.”
“Diamlah....”sambil memalingkan wajahnya karena malu.
“Sudah jangan ditutup lagi. Coba lihat kemari” kata Bima sambil memegang dagu Yasmin dan menghadapkan ke wajahnya.
“Bukalah matamu lebar – lebar dan lihatlah aku”
Yasmin lalu membuka matanya secara perlahan – lahan sambil melihat seluruh tubuh berotot suaminya itu. Ia sampai menelan ludahnya sendiri karena melihat tubuh maco suaminya. Ia melihat dari atas ke bawah begitu maco dan powerful seperti tubuh atletis. Itu pertama kali baginya ia melihat jelas tubuh suaminya sampai membuat jantungnya berdetak kencang karena setiap mereka melakukannya dulu, Bima selalu mematikan lampunya jadi Yasmin tidak pernah melihat jelas apalagi ia selalu menutup matanya karena malu.
Bima hanya tersenyum melihat wajah malu istrinya itu, ia lalu melanjutkan aksinya itu dengan menciumi bibir Yasmin. Ia menikmati setiap jengkal tubuh Yasmin dengan lembut.
Mereka menghabiskan malam yang penuh gairah setelah banyak kejadian yang mereka lewati beberapa hari ini.
__ADS_1
Bersambung