Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 34 Mengalah Padanya


__ADS_3

Jam 3 siang.....Bima datang menjemput Yasmin, Didalam mobil, Bima terus bersandar dipundak Yasmin sambil memejamkan matanya. Saat itu yasmin hanya diam saja melihat tingkah Bima.


"Dia ini kenapa sih, seperti anak kecil saja yang terus merengek tapi saat ini aku harus mengalah padanya mengingat sifatnya yang cepat berubah itu, sekarang aku sudah memulai karirku, aku tidak ingin membuat dia marah dan membuatku tinggal dirumah terus" dalam hati yasmin.


Haaaaa....menghela nafas.


Tiba - tiba bima terbangun mendengar desahan nafas Yasmin dan memegang kepala yasmin dengan kedua tangannya sambil mengusap - ngusap rambut yasmin.


"Ada apa Yas, apa kamu sakit...aah" tanya Bima.


"Tangannya sangat lembut dan hangat membuat jantungku berdetak cepat" dalam hati yasmin.


"Yasmiiin....panggil bima membuyarkan lamunannya.


"Haa..." yasmin.


"Apa kau baik - baik saja?" tanya bima kembali.


"Aku baik - baik saja sayang, aku hanya lelah" jawab Yasmin.

__ADS_1


"Aku pikir kau sakit...tahanlah.... sebentar lagi kita akan sampai dirumah, kau baringkan saja kepalamu disini" kata bima sambil menepuk pahanya dan menarik yasmin untuk berbaring dipahanya.


"Nanti kakimu sakit sayang" kata yasmin.


"Tidak masalah, istirahatlah" jawab bima.


"Apa kau baik - baik saja? aku berbaring begini sayang, nanti kakimu keram" tanya yasmin.


"Kau ini cerewet sekali yah, diamlah....kalau tidak aku akan memciummu sekarang" kata bima mengancam.


Yasmin pun terdiam menutup mulut dengan tangannya dan memejamkan matanya, bima tersenyum melihat tingkah was - was istrinya itu.


"Dasar anak kecil yang menggemaskan, aku sangat ingin menggigitnya sekarang" dalam hati bima.


" Tuan muda memang sudah dibutakan cinta, kalau sudah bersama nona yasmin, kita berdua dianggap tidak ada" dalam hati sekertaris kenan.


Romi memandang sekertaris kenan dengan tersenyum, seperti tahu yang dikatakan kenan dalam hatinya.


"Sudah.... kau jangan mengeluh terus, kau harus membiasakan dirimu" dalam hati romi sambil menaikkan alisnya pada kenan.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, mereka sampai rumah, disambut pak joseph. Bima langsung naik kamar sambil memegang tangan yasmin, sampai dikamar pun bima tidak melepaskan tangan yasmin, dia langsung menutup pintu dan memeluk yasmin dari belakang sambil memejamkan matanya.


"Nyamannya....hmm" gumam bima.


"Hari ini kenapa kau pulang terlalu cepat, biasanya kan pulang malam" tanya yasmin.


"Aku sangat merindukanmu sayang, aku tidak bisa fokus kerja dikantor gara - gara memikirkan kau terus, aku ingin sekali membawamu kemana - mana agar aku bisa melihatmu terus" kata bima.


Dag...dig...dug....suara jantung yasmin terdengar jelas.


"Ya....tuhan, kenapa jantungku seperti ini lagi, kalau lemari es ini mendengarnya, dia bisa berpikir aneh - aneh" dalam hati yasmin.


Dia tiba - tiba melepaskan pelukan bima darinya karena takut bima mendengar suara jantungnya. Mereka berdua saling berhadapan dan saling memandang tanpa bicara. Bima yang melihat yasmin terdiam mulai memajukan wajahnya sampai wajahnya menyentuh wajah yasmin. Dia mulai mencium yasmin, yasmin pun tidak menolak ciuman bima. Tiba - tiba bima melepaskan ciumannya.


"Kau tidak bernafas yah" kata bima.


"Apa...." balas yasmin yang sedang malu.


"Bernafaslah....jangan terlalu tegang, kau ini mencium suamimu bukan suami orang" kata bima.

__ADS_1


Bima kembali mencium yasmin, melumatkan bibir yasmin dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut yasmin, yasmin hanya diam mencoba menikmatinya. karena melihat yasmin tidak melawan, bima lalu menggendongnya ke kasur, dia kembali melanjutkan aksinya, yasmin pun tidak melawan dan menikmatinya. Lalu mereka melakukannya lagi untuk yang kedua kalinya. Kali ini mereka melakukannya sangat lama.


Bersambung


__ADS_2