Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 48 Tempat Sandaranku


__ADS_3

Malam hari, Yasmin sedang duduk bersandar dikasur dengan gaun tidurnya yang berwarna putih. Ia memikirkan tindakan yang dilakukan Andre padanya tadi siang. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Bima tahu tentang kejadian tadi. Ia percaya pada Mba Nita. Tapi Bima bisa saja tahu semua yang dilakukannya walaupun tanpa Mba Nita. Sekarang ia sangat menyesal karena sudah datang di Apartemen Andre. Tapi apa yang mau dikata...kejadiannya sudah terjadi dan tidak mungkin bisa diulang kembali.


Suara mobil terdengar dari luar pagar.....Yasmin kaget dan berlari ke jendela melihat kedatangan suaminya. Lalu ia pergi berdiri didekat kasur menunggu Bima datang. Saat dia melihat Bima membuka pintu kamar dan masuk. Ia langsung berlari memeluk suaminya itu. Bima dibuat bingung saat itu karena itu pertama kalinya Yasmin bersikap manja padanya.


“Sayang.....aku sangat terluka saat ini, aku tidak tahu harus berbuat apa. Orang yang selama ini kuanggap teman ternyata menghianatiku bahkan melecehkanku. Hanya kamu tempatku bersandar sekarang. Saat memelukmu seperti ini, aku merasa lega dan bebanku sedikit menghilang. Hari ini aku baru tahu kalau aku sangat mencintaimu sayang” dalam hati Yasmin yang terus memeluk erta suaminya


“Ada apa sayang?” tanya Bima sambil mengelus kepala Yasmin yang bersandar didadanya.


“Tidak apa – apa, aku hanya merindukanmu” jawab Yasmin.


“Lihat aku...” kata Bima sambil melepaskan pelukan yasmin dan memegang pipi Yasmin dengan kedua tangannya. “Kau baik – baik sajakan. Apa kamu terluka” tanya Bima sambil memutar  mutar tubuh Yasmin, memeriksa apakah ada yang terluka.


“Aku tidak apa – apa, aku baik – baik saja, berhentilah memeriksa seperti itu sayang. Aku pusing” jawab Yasmin.


“Tapi hari ini....kamu aneh sekali” tiba – tiba Bima tersadar dengan mata dan bibir yasmin yang bengkak. “Kenapa dengan bibir dan matamu itu” memegang bibir Yasmin. “Kamu habis menangis ya” tanya Bima.


“Aku hanya jatuh tadi dikamar mandi” jawab Yasmin.

__ADS_1


Bima langsung mengambil alat komunikasinya yang menempel didinding, mencoba menelfon Pak Joseph.


“Kamu ingin menghubungi siapa sayang?” tanya Yasmin.


“Tentu saja Dokter Randi, kamu terluka seperti ini tapi tidak ada yang tahu” kata Bima.


“Tidak usah sayang, aku baik – baik saja, aku sudah mengobatinya tadi” jawab Yasmin.


“Tidak bisa....nanti kalau infeksi bagaimana?” kata Bima.


“Aku mohon sayang, tidak usah ya. Aku malu kalau luka kecil begini harus panggil dia” sambil memohon pada suaminya.


Tiba – tiba sekretaris Kenan mengetuk pintu kamarnya.


Tok....tok....tok....suara ketukan pintu


“Siapa...?” tanya Bima.

__ADS_1


“Saya tuan muda...” jawab Kenan.


Bima lalu membuka pintu kamarnya dan melihat kenan berdiri dipintu.wajah kenan terlihat khawatir.


“Kamu masih disini?” tanya Bima.


“Saya ingin melaporkan sesuatu pada tuan muda” jawab


“Katakan..” kata Bima.


Kenan tidak menjawab dan hanya melirik Yasmin yang ada dibelakang , Bima melihat kenan melirik pada yasmin dan dia ikut menengok pada yasmin, saat itu dia tersadar bahwa sesuatu yang akan disampaikan kenan pasti berkaitan dengan istirinya.


“Kamu tunggu diruang kerja dulu. Nanti aku menyusul” kata Bima.


“Baik Tuan Muda” jawab Kenan.


Sekretaris Kenan pun pergi ke ruang kerja tuannya.

__ADS_1


“Kamu tunggu sebentar sayang, aku ke Ruang Kerja dulu. Tapi kalau kamu mengantuk. Tidurlah lebih dulu” kata bima sambil mencium kening yasmin lalu pergi meninggalkan yasmin yang masih berdiri disitu.


Bersambung


__ADS_2