
Semua orang tengah berkumpul di Ruang keluarga sambil mengobrol tentang masa kecil Yasmin dan Bima.
Dari luar terlihat Sekretaris Kenan dan Romi datang dan menghampiri Bima yang tengah asyik duduk bersama istrinya dan yang lainnya di Ruang Keluarga. Romi sedang membisikkan sesuatu kepada Bima. Bima pun mengajak Romi dan Kenan ke Ruang Kerjanya sementara Yasmin masih asyik mengobrol dengan ayahnya dan yang lainnya.
(Ruang Kerja)
“Ada informasi apa kalian bisa kemari secara bersamaan?”
Sekretaris Kenan dan Romi saling melihat satu sama lain. Lalu Romi memberi kode pada Kenan untuk duluan berbicara pada Bima.
“Saya hanya melaporkan kalau pemakaman Andre akan dilaksanakan besok Tuan Muda karena keluarga Andre baru sampai dari luar negeri tadi” jelas Kenan.
Bima hanya menghela nafasnya. Ia tidak tahu harus bicara apa jika menyangkut tentang Andre karena ia juga merasa bersalah sekaligus kasihan pada Andre yang sudah menyelamatkan istrinya itu. Ia terus diam tanpa mengatakan apa – apa pada Kenan. Kenan pun mulai berbicara lagi pada Bima.
“Apa sebaiknya Tuan Muda beritahu Nona Yasmin tentang pemakaman Andre. Lagipula nona harus tahu tentang keadaan Andre saat ini”
“Aku tidak tahu harus mengatakan apa pada Yasmin apalagi dia baru mengingat semua kenangan masa lalunya”
“Hah....nona sudah mengingat masa lalunya Tuan Muda” dengan wajah terkejut.
“ Eem.....dia sudah mengingatku” sambil tersenyum pada Kenan.
“Ya tuhan...semoga saja Nona Yasmin tidak bicara yang tidak – tidak tentangku pada Tuan Muda kalau tidak aku pasti akan dikirim jauh – jauh dari sini seperti Alisa. Terus kalau aku sampai dikirim bagaimana nanti nasib cintaku sama Rina. haaaaa” dalam hati Kenan sambil menghela nafasnya dengan panjang.
“Ada apa denganmu. Kenapa kamu menghela nafasmu seperti terjadi masalah. Ada apa?” tanya Bima membuyarkan lamunannya.
“Oh....tidak ada masalah Tuan Muda. Saya hanya sedikit kasihan pada keluarga Andre”
Bima menghela nafasnya lagi karena Kenan mengungkit nama Andre. Ia lalu berbicara pada Romi yang masih berdiri didepannya.
__ADS_1
“Kamu...ada informasi apa?” tanya Bima.
“Saya sudah menemukan keberadaan Nyonya Sandra Tuan Muda”
“Dimana dia sekarang?”
“Dia ada di Rumah Lamanya Tuan Muda”
“Sedang apa dia disana.?”
“Sepertinya Nyonya sudah berada disana sejak kedatangan Nona Alisa Tuan Muda. Apa Tuan muda akan kesana?”
“Tidak...aku akan menunggu dia datang sendiri kesini karena pasti dia akan mendengar tentang Alisa dan pasti datang kesini meminta bantuan dariku untuk membebaskan Alisa.”
“Baik Tuan Muda”
Sementara di lantai bawah....Rina dan Pak Rudi sudah berpamitan pulang pada Yasmin dan yang lainnya.
“Ayah tidak bermalam disini dulu bersamaku”
“Tidak nak.....kamu tahu kan kalau ayah sibuk di Restoran apalagi sekarang sudah berkembang pesat” jelas Pak Rudi. Lalu ia berbisik pada putrinya itu. “Kalau ayah disini nanti suamimu itu cemberut karena sudah mengganggu kebersamaan kalian”
“Ayah apaan sih. Paman tidak mungkin begitu” sambil tersenyum.
Pak Rudi hanya tersenyum melihat senyuman dibibir putrinya itu. Rina juga berpamitan pulang pada Yasmin.
“Yas...aku juga pulang ya. Sudah terlalu malam soalnya”
“Oh...ia Rin. Terima kasih karena sudah datang menjengukku”
__ADS_1
“Ia....tidak masalah. Aku sangat senang bisa bertemu denganmu Yas”
Pak Rudi dan Rina pergi meninggalkan Kediaman Mahesa. Pak Rudi pulang mengendarai mobil pribadinya begitu juga dengan Rina....Meira dan Yoland kembali ke kamar mereka masing – masing setelah melihat mereka pergi.
Yasmin dan Angela juga kembali ke kamar mereka. Mereka berdua berjalan bersama naik ke atas. Yasmin melihat pipi Angela merah dan bengkak. Ia bertanya pada Angela saat itu.
“Ada apa dengan wajahmu Angel?” tanya Yasmin.
“Oh....tadi aku jatuh”
“Jatuh....” dengan wajah bingung. “Tapi itu tidak seperti jatuh. Kau jangan bohong padaku ya, kau pasti habis dipukulkan sama paman”
“Sudah tahu tapi masih bertanya” memasang wajah kesal didepan Yasmin.
Wajah Yasmin terlihat sangat kesal mendengar Angela membenarkan pertanyaannya.
“Dasar.....apa dia tidak berpikir sedikitpun sebelum memukul orang. Tempramennya itu sungguh sangat keterlaluan” sambil berjalan menuju Ruang Kerja Bima.
“Hei....kamu mau apa?” teriak Angela.
“Aku ingin buat perhitungan dengan orang yang sudah membuatmu seperti ini. Beraninya dia memukul temanku sendiri” sambil memegang kedua pinggangnya didepan Angela.
“Hei...aku bukan temanmu jadi tidak usah membuat perhitungan pada kakakku. Kalau kamu berani, aku yang akan buat perhitungan padamu” dengan wajah cemberut.
“Kalau pun kamu bukan temanku tetap saja akan kubuat perhitungan padanya karena dia sudah sangat keterlaluan”jelas Yasmin.
Ia pun berbalik dan berjalan kembali menuju Ruang Kerja Bima. Dari belakang Angela tersenyum melihat Yasmin yang berjalan didepannya dengan wajah marah.
“Kamu memang masih Yasmin yang pemberani bagiku. Terima kasih Yasmin karena sudah hadir dalam hidup kakakku. Aku bangga bisa mengenal teman seperti dirimu dan semoga penderitaan yang kamu alami selama bertahun – tahun bisa memberikan kebahagiaan yang berlimpah dimasa mendatang” gumamnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung