
Bima masuk kedalam Ruang Kerjanya. Didalam sudah ada Sekretaris Kenan menunggunya. Bima langsung duduk sambil meletakkan kedua tangannya dibawah dagunya menjadikan tangannya itu sebagai tumpuan.
Wajahnya terlihat serius saat melihat ekspresi Kenan yang tidak biasa. Bima bisa tahu
bahwa ada sesuatu yang sangat serius sampai membuat wajah Kenan serius sekaligus khawatir.
“Katakan sekarang” kata Bima.
Sekretaris Kenan langsung meletakkan map yang dia pegang didepan Tuan Bima. Bima langsung mengambilnya sambil melihat Kenan. Bima membuka dan melihat isi map itu dan tahu bahwa orang yang sengaja menyembunyikan Yasmin adalah Andre dan ayahnya Yasmin tapi Bima tidak berpikir kalau hanya ini yang membuat Kenan khawatir.
“ Hanya ini..Ada lagi?” tanya Bima.
Kenan lalu memberikan map satunya lagi yang dia pegang pada Tuan Bima. Bima lalu mengambil dan membuka map yang berisi foto – foto Yasmin saat dicium oleh Andre diluar Apartemennya. Dia sangat kaget sampai membuat Bima berdiri dari tempat duduknya sambil melihat foto – foto itu. Wajahnya berubah merah membara karena marah dan emosi. Kenan yang melihat Tuannya saat itu, sangat takut. Jantungnya sampai berdetak kencan karena ketakutan.
Tanpa mengatakan apa – apa. Bima langsung pergi ke kamarnya. Ia langsung membuka pintu kamarnya dengan keras sampai membuat Yasmin terbangun. Dia melihat wajah Bima yang sangat marah.
“Ada apa sayang?” tanya Yasmin.
Bima langsung melemparkan foto – foto itu didepan wajah Yasmin. Yasmin sangat kaget melihat foto – fotonya saat dicium oleh Andre.
“Apa selama ini kamu membuntutiku?” tanya Yasmin.
“Apa itu hal pertama yang kamu katakan setelah melihat foto itu?” tanya Bima yang sudah emosi.
“Aku bisa jelaskan sayang.....kamu tenang dulu” jawab Yasmin.
Bima lalu mencengkram keras lengan Yasmin yang tengah duduk dikasur.
“Apa ini yang kamu sebut janji menjadi istri yang terbaik untukku. Hah” teriak Bima.
“Aku bisa jelaskan semuanya. Kamu tenang dulu sayang” jawab Yasmin.
__ADS_1
“Apa sekarang itu perlu....hah. Aku pernah bilang kan padamu jangan membuatku gila Yasmin?” Bima berteriak sangat keras sampai
membuat semua orang terbangun.
Bima melepaskan tangan Yasmin dan mulai menggila. Ia menghancurkan semua
barang yang ada dikamarnya itu.
“Aaaaaaaaa....Brengsek.....” berteriak sambil melemparkan dan memecahkan semua barang yang ia lihat disitu. “Kenapa kamu melakukan ini padaku Yasmin. Kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu. Apa ini balasan yang kamu berikan padaku" teriak Bima sambil melihat Yasmin.
Yasmin tidak berani bicara banyak. Ia hanya menunduk menangis melihat kegilaan Bima saat itu.
“Dimana dia menyentuhmu lagi hah. Dimana, cepat bilang padaku. Apa disini, disini” berteriak sambil memeriksa semua badan Yasmin.
Yasmin hanya menangis saat melihat Bima seperti itu. Orang – orang yang ada dibawah naik keatas melihat apa yang terjadi. Meira, Yoland, Angela dan Nyonya Sandra
berada didepan pintu kamar Yasmin menyaksikan Bima marah. Mereka tidak berani masuk.
“Tidak sayang.....” jawab Yasmin.
“Jangan menjawabku” teriak Bima. Ia lalu berbalik mencari seseorang.“Romi....dimana kamu” teriak memanggil Romi. Romi yang sedari tadi berdiri didekat mereka kaget karena panggilan keras Bima. Ia dengan sigap berjalan kearah Bima.
“Saya disini Tuan Muda” jawab Romi
“Cepat ambilkan tongkat bisbolku” perintah Bima
Semua orang kaget mendengar Bima meminta tongkat bisbolnya, karena mereka semua tahu jika Bima sudah meminta tongkat Bisbolnya itu berarti ia akan memukuli seseorang. dan jika ia yang turun tangan sendiri maka tidak ada orang yang bisa menghentikannya.
“Huh......pasti Bima ingin memukul gadis murahan itu. Rasakan sekarang akibat dari perbuatanmu itu” dalam hati Nyonya Sandra.
Romi datang dengan membawa tongkat bisbo Bima. Bima langsung mengambilnya.
__ADS_1
“Aku akan membunuh orang itu sekarang. Beraninya dia bermain – main denganku” kata Bima.
Yasmin kaget mendengar ucapan Bima itu. Dia menahan Bima yang sekarang ingin keluar.
“Apa yang akan kamu lakukan. Jangan sayang” kata Yasmin sambil memegang tangan bima.
“Apa kamu mencoba melindunginya hah?” teriaknya lagi.
“Tolong jangan lakukan sayang. Aku mohon....aku mohon jangan lakukan” kata Yasmin yang memohon pada Bima.
Semua yang berada dsisitu tidak ada yang berani bicara. Hanya Meira yang berani mendekati Yasmin.
“Apa kalian hanya diam saja melihat dia seperti itu. Cepat tahan dia” perintah Bima
Para pengawal berusaha melepaskan tangan Yasmin dari Bima dan memegangnya. Bima lalu pergi dengan wajah murkanya. Iabersama dengan Romi dan Kenan pergi ke rumah Andre.
Yasmin memohon pada Meira yang saat itu berada disampingnya untuk melepaskannya dan membiarkan dia pergi menghentikan Bima.
“Kakak.....aku mohon tolong aku.
Biarkan aku pergi, dia bisa membunuh orang. Aku harus menghentikannya kak” kata
Yasmin memohon.
Meira langsung menarik keluar Yasmin dari kamarnya dan melewati penjaga yang ada didepannya.
“Larilah Yasmin.....cepat lari” kata Meira yang
berusaha menahan penjaga.
Yasmin pergi dengan memakai gaun tidur. Janya jaket tipis yang menutupi bajunya itu. Ia mengendarai salah satu mobil yang ada diparkiran Kediaman Mahesa. Itu pertama kalinya ia menyetir sendiri setelah menikah dengan Bima.
__ADS_1
Bersambung