Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 39 Mengobati Yasmin Yang terluka


__ADS_3

Yasmin yang berada dimobil bersama bima terus melirik Bima yang hanya diam dari tadi, dia bertanya - tanya dalam hatinya.


"Apa dia marah karena aku bertengkar sampai masuk kantor polisi tapi kan itu bukan salahku....harusnya saat ini dia perhatian padaku yang sedang terluka ini, katanya dia mencintaiku... tapi apa ini, sikapnya seperti aku saja yang tergila - gila padanya, pasti yang ada dipikirannya saat ini ingin menyuruhku untuk membujuknya....sebenarnya disini siapa yang mencintai sih, dia atau aku,buat kesal saja" dalam hati yasmin.


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku" kata bima.


"Apa yang mau kukatakan....minta maaf padanya" dalam hati yasmin.


"Hei.....aku bicara padamu" kata bima.


"Aku minta maaf sayang karena sudah membuat kekacauan" jawab yasmin.


"Bukan itu" kata bima.


"Apa sih.....aku kan bukan paranormal yang tahu isi pikiranmu itu" dalam hati Yasmin.


"Apa kau mendengarku?" tanya bima.


"Aku tidak mengerti sayang, kalau kau tidak katakan" jawab yasmin.


"Seharian kita tidak bicara ditelfon, aku menghubungi tapi kau tidak angkat bahkan menghubungiku kembali tidak kau lakukan" kata bima dengan wajah cemberut.


"Ya tuhaaan....sepanjang jalan dia berwajah begini hanya karena aku tidak bicara dengannya ditelfon, apa dia normal" dalam hati Yasmin.


"Yasmin....." panggil bima membuyarkan lamunannya.


"aahh...."


"Kau memikirkan apa sih dari tadi?" tanya bima.


"Tidak sayang.....aku hanya memikirkan bagaimana caranya minta maaf karena tidak menghubungimu seharian" jawab yasmin.


"Ooooo....jadi kau memikirkan itu ya, Kau bisa minta maaf dengan cara lain" kata bima yang melihat yasmin dari atas kebawah.

__ADS_1


Sontak saja yasmin langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Hah....dasar mesum, dipikirannya itu hanya hal - hal kotor saja" dalam hati yasmin.


Tanpa yasmin sadari kalau dia sudah berada didepan gerbang kediaman Mahesa. Didepan sudah ada pak joseph dan dokter Randi, dokter pribadi keluarga mahesa. Dokter Randi yang juga merupakan teman Bima sewaktu sekolah.


"Siapa dia....ini baru pertama kalinya aku melihat dia disini, sepertinya dia seumuran dengan si iblis ini" dalam hati yasmin.


Bima turun dari mobil dan menggendong Yasmin masuk dan langsung naik keatas....karena malu dia terus menutup wajahnya didada Bima sambil melingkarkan tangannya ke leher bima, bima hanya melirik yasmin sekilas dan tersenyum.


Saat sampai dikamar, Bima langsung menurunkan Yasmin dikasur, dia lalu menarik bantal untuk menyanggah punggung yasmin.


"Randi....periksa dia" perintah bima.


"Ok.....siap" jawab dokter randi.


Dokter Randi memeriksa kepala yasmin lalu membantunya membersihkan sisa - sisa darah yang menempel dikepala yasmin.


"Hei.....apa yang kau lakukan?" tanya bima menunjuk dokter randi.


"Minggir.....biar aku saja yang melakukannya" kata bima.


"haaaaaaa....baiklah, terserah kau saja" Dokter Randi.


"Kau beritahu saja apa yang harus kulakukan selanjutnya" kata bima.


"Baiklah" jawab dokter Randi.


Bima duduk didepan yasmin dan mencoba mengobati dan membalut kepala Yasmin yang terluka. Dia terus tersenyum melihat yasmin yang ada didepannya.


"Dia tersenyum, apa dia benar - benar Bima yang kukenal, hah....ini baru namanya sejarah dalam hidup, bisa melihat seorang bima tersenyum manis hanya karena seorang gadis" dalam hati dokter randi.


sssstt....Auw...yasmin mengeluh kesakitan saat bima mengoleskan obat krim ke kepalanya.

__ADS_1


Karena melihat yasmin yang kesakitan, bima langsung meniup lembut luka yasmin yang terluka.


"Ini pertama kalinya aku diperlakukan seperti ini" dalam hati yasmin yang terus tersenyum melihat bima.


"Apa masih sakit?" tanya Bima


"Tidak....." jawab yasmin.


"Mereka ini sungguh keterlaluan, bermesraan didepanku, memangnya kita tidak terlihat" dalam hati Dokter Randi yang melihat kearah sekertaris Kenan.


"Sabar saja....nanti juga kau akan terbiasa" dalam hati sekertaris kenan yang juga melihat dokter Randi.


"Kenapa kalian masih disini....cepat pergi sana" kata bima yang membuat lamunan kedua orang itu buyar.


"aah.....Baik tuan muda" jawab kenan.


"Kalau begitu....aku pergi ya, kau hubungi aku kalau ada masalah" kata Dokter Randi pada bima.


"Baiklah....pergi sana" jawab bima.


Mereka pun pergi dari kamar bima sedangkan yasmin bangun dan ingin menyiapkan air mandi untuk bima.


"Kau mau apa yas?" tanya bima.


"Aku ingin menyiapkan air dan pakaianmu" jawab yasmin.


Tanpa bicara bima langsung menggendong yasmin kembali ke kasur.


"Sayang.....apa yang kau lakukan" kata yasmin.


"Diamlah....., hari ini kau tidak usah melakukan itu, istirahat saja disini" jawab bima.


"Aku hanya luka dikepala bukan ditangan dan kaki" kata yasmin.

__ADS_1


"Apa kau mau membantahku lagi" balas bima yang memajukan wajahnya ke wajah yasmin. Yasmin dengan sigap mencoba menutup mulutnya dengan tangannya mengira dirinya akan dicium. Bima hanya tersenyum melihat yasmin yang salah tingkah, dia lalu mencium kening yasmin, setelah itu dia langsung pergi ke kamar mandi tanpa bicara pada yasmin.


Bersambung


__ADS_2