Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 59 Trauma Part 1


__ADS_3

Semua orang panik saat melihat Bima dan Yasmin datang apalagi saat mereka tahu tentang penculikan Alisa. Meira, Angela dan Yoland sudah berada dikamar Yasmin. Mereka melihat Yasmin terbaring dikasur dan hanya terdiam tanpa bicara apa – apa. Ia tidak bergeming dan tidak menghiraukan orang yang mengajaknya bicara. Bima mondar- mandir dari tadi karena menunggu kedatangan Dokter Randi dan yang lainnya.


Sesaat kemudian Dokter Randi dan beberapa bawahannya datang setelah menerima panggilan darurat Bima. Wajahnya sangat panik dan khawatir setelah mendengar tentang Yasmin, mereka langsung masuk ke kamar Yasmin dan memeriksanya.


“Apa dia baik – baik saja?” tanya Bima yang duduk disamping yasmin.


“Dia baik – baik saja tuan muda, bayinya juga baik – baik saja”


“Lalu kenapa dia seperti ini?” tanya Bima dengan wajah serius.


“Itu karena Nona Yasmin trauma dan syok tentang kejadian yang barusan dia alami apalagi dia melihat mobilnya jatuh kejurang dan meledak. Itu sangat membuatnya terguncang” jelas Dokter Randi.


“Sampai kapan dia akan seperti ini?” tanya Bima.


“Sampai pikiran dan hatinya tenang dan saat itulah dia bisa menerima semua yang dia alaminya”


Bima tertunduk sambil memegang kepalanya. Ia sangat sedih mendengar keadaan istrinya. Meira datang memegang pundak Bima mencoba menenangkannya.


“Tenang Bim....Yasmin pasti baik – baik saja”


“Ia kak......Yasmin itu orang yang kuat...dia pasti bisa melewatinya dan kembali seperti semula” sambung angela.


“Apa yang harus kulakukan sekarang?” kata bima dengan suara pelan sambil tertunduk lemas.


“Kasihan tuan muda...baru kali ini saya melihat dia tidak berdaya seperti itu” dalam hati Pak Joseph.


“Jangan terlalu khwatir tuan muda.....sekarang yang perlu kita lakukan adalah membuatnya senang dan mengajaknya terus bicara agar pikirannya bisa kembali normal” jelas dokter randi.


Bima hanya diam sambil memegang tangan yasmin dan terus mencium tangannya. Tiba – tiba kenan menelfonnya.


“Tunggu sebentar ya sayang, aku terima telfon dulu” kata Bima sambil mengusap kepala yasmin. Ia lalu berjalan keluar dan menerima telfon Kenan.


(Suara Telfon)


“Halo...bagaimana?”

__ADS_1


“Tuan muda.....saya masih berada ditempat ledakan, sepertinya ada seseorang yang bersama Nona Yasmin saat kecelakaan karena kami menemukan mayatnya, wajahnya tidak bisa dikenali karena tubuhnya hangus”


“Apa dia Alisa?”


“Bukan tuan muda....dia seorang pria dan polisi masih menyelidiki identitasnya”


“Lalu bagaimana dengan Alisa?”


“Kami masih melakukan pencarian keberadaan Alisa tapi saya yakin, dia pasti masih dikota ini tuan muda”


“Baiklah....kau kasih kabar selanjutnya jika kau sudah menemukan Alisa”


“Baik Tuan muda”


Bima menutup telfonnya dan kembali kedalam, ia berjalan masuk kedalam dan duduk disamping Yasmin.


“Kalian semua boleh keluar.....” perintah Bima.


“Baik Tuan Muda....saya akan menunggu dibawah jika ada apa – apa, Anda tinggal panggil saya”


“Eeem”


“Bim....kau tidak memerlukan bantuan dariku...sepertinya Yasmin belum berganti pakaian dari tadi” kata Meira yang


berada didepannya.


“Biar aku saja....kalian keluarlah”


“Baiklah”


Meira, Angela, Yoland dan pelayan lainnya keluar meninggalkan Bima yang hanya tinggal berdua dengan Yasmin.


Ia lalu berjalan menuju kamar ganti dan mengambil pakaian tidur untuk yasmin. Ia kembali dan mengganti pakaian istrinya itu.


“Sayang.....kita ganti baju dulu ya..hem” kata Bima sambil mengganti pakaian istrinya. Lalu ia duduk kembali disamping yasmin dan mencoba berbicara pada istrinya itu.

__ADS_1


“Sayang.....kenapa kau bisa seperti ini, aku tidak sanggup melihatmu begini. Apa kau tidak peduli denganku hah, kalau kau tidak peduli denganku tapi setidaknya kau memikirkan bayi yang kau kandung. Aku mohon sayang...bicaralah padaku” sambil memegang erat kedua tangan istrinya itu. Yasmin hanya terdiam dengan mata memandang lurus tanpa menghiraukan Bima yang ada disampingnya.


“Apa kau ingin dengar aku baca buku untukmu sayang....hem?” tanya bima pada Yasmin. Ia pun pergi mengambil bukunya dan membacakan pada istrinya itu sampai membuat Yasmin tertidur.


Malam pun tiba...Meira datang ke kamar Bima. Ia mencoba mengetuk pintu kamar Bima.


Tok....Tok....Tok.....suara ketukan pintu.


Bima membuka pintu kamarnya dan melihat Meira membawa makanan untuknya.


“Ada apa kak?”


“Aku ingin melihat keadaan yasmin ”


“Dia sedang tidur sekarang”


“Oh...begitu.” Ia lalu menyodorkan makanan untuk Bima. “Kau makanlah dulu”


“Aku tidak lapar...bawa saja makanannya”


“Bima....kau juga perlu makan”


“Tidak...aku tidak lapar”


“Ambillah... saat yasmin bangun kau makanlah bersama dengannya”


“Baiklah....sekarang pergilah” perintahnya.


Ia lalu menutup kamarnya, sedangkan Meira hanya berwajah sedih melihat keadaan adiknya itu. Didalam kamar....Bima melihat yasmin dalam keadaan tertidur. Ia lalu berbaring disampingnya dan memeluk erat tubuh istrinya itu. Ia berusaha memejamkan matanya tapi tidak bisa tidur karena tidak ingin mengganggu yasmin yang sedang tidur. Ia pun pergi ke ruang kerjanya mencoba menenangkan pikirannya sambil minum bir.


Angela keluar kamarnya dan tidak sengaja melihat pintu ruang kerja Bima tidak tertutup rapat. Ia pun berjalan menuju ruang kerja Bima dan mengintip dari luar pintu. Ia melihat Bima sedang duduk dilantai dan bersandar


didinding sambil meneguk gelas bir yang ia pegang, ia sangat kaget saat melihat kakaknya itu meneteskan air matanya, ia tidak menyangka jika seorang Bima yang tempramen tidak bisa menahan air matanya. Ia pun menutup pintu secara perlahan karena takut mengganggu kakaknya itu.


“Kasihan kakak....apa yang harus aku lakukan untukmu kak” gumamnya sambil berjalan ke kamarnya.

__ADS_1


Setelah melampiaskan kesedihannya pada minuman, ia pun kembali kekamar dan tidur disamping istrinya sambil memeluknya.


Bersambung


__ADS_2