Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 26 Nasehat Meira (part 1)


__ADS_3

Pukul 7:00 malam, menunjukkan waktu makan malam. Meira, Nyonya Sandra, Angela dan Yoland sudah duduk dimeja makan menunggu Tuan Bima dan Yasmin turun ke bawah.


"Pak....Bima sudah pulang kan" tanya Meira.


"Sudah Nona" jawab Pak Joseph.


"Kalau begitu....cepat bapak panggil dia untuk makan" tanya Meira.


"Saya sudah membawakan kopi dan menyuruh Tuan Muda untuk turun makan malam tapi tuan bilang sangat sibuk dan masih belum lapar, nona" jawab Pak Joseph.


"Lalu....Yasmin" Kata Meira.


"Saya juga sudah memanggil Nona Yasmin tapi Nona bilang tidak lapar dan sangat mengantuk" jawab Pak Joseph.


"Ada apa sih dengan mereka berdua" kata Meira.


"Huh.....baru beberapa hari disini tapi gadis kampungan itu sudah bertingkah seperti Nyonya Besar" Kata Nyonya Sandra dengan Wajah kesal.


"Mungkin saja gadis kampungan itu sedang sakit" Kata Angel.

__ADS_1


"Diamlah Angel....apa kamu berusaha membantunya" sambil memandang Angel dengan kesal.


"Mama jangan langsung emosi begitu. Angel hanya bicara fakta saja kok. Selama ini kan gadis kampungan itu tidak pernah telat makan malam" jawab Angela.


"Diamlah Angel...dan Kak Sandra, Kak Sandra jangan pernah berkata seperti itu tentang Yasmin. Yasmin itu sekarang adalah istri Bima adikku, yang secara otomatis, dia adalah nyonya rumah ini. Kak Sandra tidak berhak berkata tidak sopan padanya, status Kak Sandra dirumah ini tidak ada artinya. Kak Sandra ada dirumah ini hanya karena Kak Sandra adalah ibu Angela. Mengingat umur kak Sandra, kamu bahkan tidak pantas kusebut ibu atau tante" jelas Meira.


Nyonya Sandra yang mendengar kata - kata Meira hanya diam dan kaget, dia tidak menyangka kalau Meira bisa berkata seperti itu padanya karena selama ini dia tahu kalau Meira itu hanya suka foya - foya dan hanya memikirkan kesenangannya.


Ini pertama kalinya Meira ikut campur urusan didalam rumah sejak kedatangan Yasmin. Sifatnya tiba - tiba berubah seperti sepuluh tahun lalu saat Yasmin tinggal dirumah ini.


"Meira berubah pasti gara - gara gadis kampungan itu. Kalau saja Alisa disini pasti dia bisa membantuku menyingkirkan gadis kampungan itu" dalam hati Nyonya Sandra.


"Bim.....apa kakak bisa masuk" panggil Meira sambil mengetuk pintu ruang kerja Bima.


"Masuklah kak" jawab Bima.


Meira pun masuk kedalam dan melihat Bima sedang sibuk bekerja.


"Ada apa kak?" tanya Bima sambil melihat kakaknya.

__ADS_1


"Apa kamu baik - baik saja Bim?" tanya Meira.


"Aku baik...tapi tumben kakak perhatian begini. Apa kakak mau pergi liburan lagi" Kata Bima.


"Aku tidak butuh liburan sekarang. Aku cuma mau bicara tentang Yasmin" jawab Meira.


"Ada apa dengan gadis kecil itu sampai membuat kakak seperti ini?" tanya Bima.


"Bim.....Yasmin itu sekarang adalah istrimu bukan penjahat yang harus kamu kurung didalam rumah" jawab Meira.


"Kamu tahu apa tentang masalahku, selama ini kamu hanya memikirkan kesenangan sendiri dan sekarang kamu mau menasehatiku tentang apa yang kulakukan pada istriku. Kakak tidak berhak mengatakan itu padaku" Kata Bima.


"Kakak hanya mengingatkanmu Bim. Jangan sampai kamu membuat dia semakin jauh darimu" jawab Meira.


"Itu urusanku....kakak tidak usah ikut campur. Dan sebaiknya kakak keluar dari ruanganku sekarang" Kata Bima.


Meira hanya menghela nafasnya melihat Bima yang sangat marah kepadanya dan tidak menghiraukannya. Dia lalu keluar dari ruangan Bima dengan perasaan sedih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2