
Sore hari...yasmin dan bima siap – siap berangkat kerumah ayah yasmin, romi sudah
berada diluar menunggu mereka berdua, sedangkan sekretaris kenan berada
dikantor mengurus semua urusan kantor atas permintaan bima.
Romi melajukan mobilnya selama beberapa menit dan sampai didepan rumah ayah yasmin. Mereka lalu turun dari mobil dan menyuruh asistennya pulang. Romi mengendarai mobilnya dan meninggalkan yasmin dan bima berdiri didepan rumah pak rudi, yasmin memencet bell rumahnya, terlihat pak rudi keluar membuka pintu pagar untuk mereka.
Pak rudi sangat kaget melihat kedatangan anak dan menantunya itu, yasmin langsung
memeluk ayahnya untuk melepaskan rindunya karena setelah pernikahannya, dia
tidak pernah bertemu ayahnya itu.
Pak rudi lalu mengajak mereka masuk kedalam, saat didalam yasmin menceritakan
kehamilannya pada ayahnya itu, pak rudi sangat bahagia mendengar anaknya hamil
dan memberi mereka selamat. Sementara bima tidak pernah bicara sejak tadi. Dia
hanya diam dengan memasang ekspresi datarnya itu. Setelah yasmin selesai bicara
pada ayahnya bima langsung berdiri dan bertanya tentang kamar yasmin.
“Dimana kamarmu sayang” tanya bima pada yasmin.
“Ada apa “ tanya yasmin.
“Aku ingin ganti baju dan ingin melihat kamarmu juga” kata bima
“Baiklah....” memegang tangan bima. “ayah aku masuk ke kamar dulu ya” kata yasmin
Yasmin pun membawa bima masuk ke kamarnya dan meninggalkan ayahnya yang masih berdiri diruang tamu.
Saat masuk dikamarnya yasmin, dia berjalan disekeliling kamar yasmin melihat semua barang – barang yang ada dikamar yasmin.
“Kamarmu rapi juga ya” kata bima.
“Bukannya tadi kau ingin ganti baju” tanyanya sambil mengambil baju bima dari dalam tasnya.
Bima pun berbalik kearah yasmin dan mengambil baju yang diletakkan yasmin dikasur, setelah berganti pakaian yasmin mengajak suaminya itu untuk keluar jalan –
jalan disekitar rumahnya.
“Ayah....aku bawa dia keluar jalan – jalan dulu ya” kata yasmin
“Baiklah....hati – hati nak” jawab ayah yasmin.
Yasmin pun menarik bima keluar rumahnya
“Kita mau kemana sih?” tanya bima.
“Mengambil mangga sayang, tadi waktu kita kesini, aku lihat ada pohon mangga yang berbuah disana” kata yasmin menunjuk pohon mangga yang tidak jauh darinya.
“Terus siapa yang akan mengambilnya, romi kan sudah pulang” tanya bima
“Tentu saja kau...siapa lagi”
“Aku.....” dengan wajah terkejut. “kau suruh aku memanjat pohon mangga”
“Ia....”
__ADS_1
Bima lalu mengeluarkan handphonennya mencoba menelpon seseorang.
“Hai....kau ingin menghubungi siapa” tanya yasmin.
“Romi....aku akan suruh dia membawakanmu mangga, kau ingin makan mangga kan” jawab bima.
“Tidak mau.....” dengan wajah cemberut sambil melirik bima. “Sekarang aku tidak mau
menerima pemberian dari pria lain, kau kan tidak suka” kata yasmin.
“Tapi dia itu romi asistenku sayang”jawab bima
“Bukankah dia seorang pria.!Dan sekarang ini aku sedang ngidam ingin makan mangga
pemberianmu” kata yasmin.
“Apa ini yang dibilang si dokter sialan itu, sifatnya seperti anak kecil yang meminta
balon pada ayahnya, haaa bimaaaaa sabarlah” dalam hati bima
“Baiklah....kalau begitu aku akan pergi membeli mangga untukmu, kau tunggu disini ya” jawab bima sambil memasukkan handphonenya ke kantong celananya.
“Kenapa harus beli sih, kan ada didepan kita sekarang, kau panjat saja yang diatas sana
sayang” kata yasmin.
“Haaa...apa sekarang dia sedang membalas dendam padaku” dalam hati bima.
“Baiklah......aku panjat sekarang” jawab bima
Bima lalu memanjat pohon mangga yang ada didepannya itu, sementara yasmin terus tersenyum melihat suaminya diatas pohon.
“Sayang....hati – hati, jangan sampai jatuh” teriak yasmin yang berada dibawah pohon.
“Memangnya seorang bima akan jatuh dari pohon...huh, kau sangat meremehkan suamimu ini yasmin” gumamnya
“Kau bicara apa sayang?” tanyanya
“Tidak ada...aku sedang bernyanyi sekarang” dengan wajah kesal.
Bima turun setelah mengambil beberapa mangga untuk yasmin, tiba – tiba pemilik mangganya datang dan menghampiri mereka.
“Hei....kau mengambil mangga orang tanpa meminta pada yang punya” kata pemiliknya.
“Mangga ini punya orang” berbisik pada yasmin.
“Ia..memangnya kau kira punya siapa sayang” jawab yasmin
“Kenapa kau tidak bilang dari tadi, aku sekarang seperti pencuri mangga yang ingin kabur?” kata bima berbisik pada istrinya.
“Kau tadi tidak bertanya padaku sayang” jawab yasmin.
“Hei...kenapa kalian malah bisik – bisik, aku sedang bicara pada kalian berdua”teriak pemilik mangga
Bima langsung kaget mendengar suara teriakan orang itu.
“Berani sekali dia membentakku hanya karena aku mengambil mangganya... haaaa...tahan
bim, tahaaan, kau harus menahan emosimu didepan yasmin” didalam hati bima.
Bima langsung mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberapa lembar uang pada
__ADS_1
pemilik mangga itu. Dia pun berhenti marah saat bima memberikannya uang.
“Ini uang untuk mangganya, cukup kan” kata bima
“Cukup...cukup, kalau kau ingin mengambil mangga, dibelakang rumah masih banyak” jawabnya dengan senyum lebar.
“Huh”
“Uang memang bisa membuat orang lupa diri, tadi dia marah hanya karena mangga tapi setelah diberi uang malah terssenyum terus tanpa henti” dalam hati yasmin.
Mereka lalu pergi dari situ dan kembali kerumah. Saat sampai rumah, bima langsung mandi karena pakaiannya kotor akibat panjat pohon. Pak rudi bertanya pada anaknya
tentang yang terjadi pada bima. Yasmin menceritakan semuanya pada ayahnya jika
dia sudah mengerjai suaminya itu dengan menyuruhnya panjat pohon, pak rudi
kaget mendengar bima memanjat pohon karena yang dia tahu bima itu tidak suka
disuruh – suruh oleh orang lain.
“Ternyata aku salah menilai dia selama ini, aku pikir dia hanya terobsesi ingin memiliki
yasmin tapi melihat sikapnya hari ini pada yasmin, aku yakin kalau dia sangat
mencintai yasmin, aku bisa tenang sekarang” dalam hati pak rudi.
Bima keluar dari kamarnya setelah selesai mandi dan ganti baju, dia melihat istrinya sedang sibuk menyiapkan makan malam dimeja sambil memakan mangga yang dia pegang. Dia lalu duduk dimeja makan disusul pak rudi.
"Apa itu enak sekali?" tanya bima sambil memperhatikan istrinya.
"eemm...apa kau mau sayang" menyodorkan pada bima.
"Tidak....kau makanlah sendiri" balas bima
Makan malam pun siap, mereka menikmati makan malamnya tanpa banyak ngobrol.
Setelah makan bima mengantar yasmin pergi istirahat dikamarnya karena sudah melihat istrinya kelelahan. Setelah itu dia keluar dan mengajak pak rudi ngobrol. Mereka duduk dikursi teras.
“Aku tidak tahu sekarang bagaimana aku memanggilmu karena aku sudah terbiasa dengan panggilan itu!” berdiri dan berjalan kecil membelakangi pak rudi. “Sejak kakak dirawat oleh ayah aku selalu memanggilmu kakak kedua, aku pikir dulu kakak berjodoh
dengan kak meira sampai akhirnya kakak kabur dan menikahi ibunya yasmin. tapi
tiba – tiba ayah menyuruhku bertunangan dengan yasmin dan sampai sekarang masih
memanggilmu kakak kedua” jelas bima.
“Terserah kau bim.....panggil senyamanmu saja, karena panggilan apapun itu tidak akan
merubah hubunganmu dengan yasmin, aku hanya berharap kalian berdua bahagia dan
tidak mengalami hal seperti dulu”kata pak rudi.
“Terima kasih....aku berjanji tidak akan membuat yasmin menderita, tenang saja” balas sambil berbalik kearah pak rudi dan tersenyum tipis.
Setelah mengobrol lama, bima masuk ke kamarnya sementara pak rudi masih diluar duduk sendiri.
Didalam kamar, bima melihat yasmin sedang tertidur pulas, dia tersenyum melihat
istrinya itu lalu dia berbaring disampingnya, dia tak lupa mencium kening yasmin dan tertidur sambil memeluk yasmin.
Bersambung
__ADS_1