Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 57 Kenan dan Rina


__ADS_3

Yasmin sudah berada dibutik bersama Romi dan mba Nita. Ia tengah memeriksa satu persatu semua pakaian desainnya yang sudah jadi bersama Rina sahabatnya. Rina sejak tadi tidak berkonsentrasi, kerjanya hanya melamun dan tidak memperhatikan yasmin yang sedang berbicara padanya tentang desain pakaiannya.


“Hei...” panggilan yasmin membuyarkan lamunannya.


“Hemm” balas rina sambil berbalik melihat yasmin.


“Kenapa dari tadi kau melamun terus dan tidak memperhatikan aku bicara....apa kau punya masalah?” tanya yasmin.


Rina semakin lesu ditanya oleh yasmin. Ia lalu berjalan dan duduk disofa yang ada diruangan itu sambil menghela nafasnya. Yasmin berjalan mengikuti Rina dan duduk disampingnya. Wajahnya sudah terlihat serius melihat Rina yang tidak seperti biasanya.


“Kau kenapa Rin?”tanya yasmin khawatir sambil memegang pundak yasmin.


“Haaaaa.....aku tidak apa – apa hanya capek saja”


“Benar kau tidak apa – apa?”


“Ia....aku baik – baik saja”


Tiba – tiba sekretaris Kenan datang dari belakang mereka membawa bunga untuk yasmin. Rina melihat kenan yang berjalan kearah mereka terlihat panik.


“Kalau dia mencariku....jangan bilang aku ada disini ya” kata rina.


“Hah.....” balas yasmin yang terlihat bingung.


“Bilang saja seperti itu...nanti aku jelaskan”


“Oke....”


Rina langsung berlari keruangannya dan bersembunyi. Yasmin melihat tingkah aneh sahabatnya itu, ia merasa bingung karena baru kali ini ia melihat sahabatnya itu bertingkah tidak seperti biasanya.


“Pasti ada sesuatu diantara mereka....sampai rina tidak ingin bertemu Kenan. Aku harus tanya baik – baik Rina nanti” dalam hati yasmin.


“Nona....” panggil kenan membuyarkan lamunan yasmin.


Yasmin langsung berdiri mendengar suara kenan yang memanggilnya.


“Ia.....kenapa kau bisa ada disini, bawa bunga lagi?” tanya yasmin.


“Oh.....bunga ini untuk anda nona dari tuan bima”


“Buat aku.....” sambil mengambil bunga mawar yang dipegang kenan.


“Itu Bunga mawar 99 tangkai yang tuan sudah siapkan untuk nona”


“Terima kasih....tuan bilang apalagi?”


“Tuan bilang....setelah nona menerima bunga, anda harus pulang secepatnya”


“Jadi sogokan dari dia supaya aku bisa pulang cepat”


Kenan tidak menanggapi ucapan nona yasminnya itu. Ia hanya menunduk. Yasmin yang melihat kenan tidak bicara sudah mengerti dengan maksudnya.


“Baiklah....aku akan pulang nanti. Kau kembalilah dulu”

__ADS_1


“Baik nona” balas kenan sambil melihat ke belakang yasmin seperti sedang mencari seseorang. Yasmin yang melihat kenan melihat kebelakang ikut menengok kebelakang.


“Kau cari siapa?” tanya yasmin.


“Oh..bukan siapa – siapa nona. Kalau begitu saya kembali ke kantor dulu” kata kenan.


“Baiklah....terima


kasih ya” balas yamsin sambil menunjukkan bunga yang dibawa tadi.


“Ia nona”


Kenan lalu berjalan keluar sampai ke mobilnya. Ia melajukan mobilnya meninggalkan butik Yasmin.


Setelah kenan pergi, yasmin masuk ke ruangannya. Lalu Rina datang menghampiri yasmin dan masuk ke ruangan yasmin.


“Wah bunganya cantik sekali.....itu berapa tangkai yas. Besar sekali?” tanya rina.


“Ini bunga  sogokan supaya bisa pulang cepat. Baru saja sampai sudah disuruh pulang” kata yasmin yang kesal.


“Aku iri lihat kalian semakin hari semakin mesra....sedangkan aku, pacar saja tidak punya”


Yasmin tiba – tiba tersadar dengan tingkah laku mereka berdua. Ia mulai bertanya pada rina.


“Ada apa antara kau dan kenan?” tanya yasmin.


“Ceritanya panjang yas”


“Biarpun panjang akan kudengarkan” kata yasmin.


“Tenang saja.....Rina sayang”


Rina pun menceritakan semua kejadian yang terjadi antara dia dan kenan sampai tidak ada yang tersisa.


(Flashback kenan dan rina)


Saat kejadian bima memukul andre, waktu itu kenan membawa andre ke rumah sakit. Setelah dari rumah sakit, ia pergi ke bar untuk minum – minum karena merasa bersalah. Dipikirannya, ia seperti orang jahat yang membuat masalah semakin kacau.


Saat itu...ia tengah duduk dimeja bartender sambil terus meneguk gelas bir yang ada ditangannya. Sudah dua botol bir yang ia habiskan. Tiba – tiba rina datang dan duduk disamping kenan. Ia memesan bir saat itu. Ia kaget melihat pria disampingnya adalah kenan.


“Tuan kenan....sedang apa anda disini?”


“Eem” jawabnya setengah mabuk.


“Haaaa......apa anda minum – minum sekarang karena ada masalah?” tanya Rina.


“Eemm” jawabnya sambil melihat Rina.” Eh bukankah kau temannya nona yasmin” tanya kenan.


“Ia....tapi ada masalah apa sampai anda seperti ini. Apa ada kaitannya dengan tuan bima lagi?”


Kenan lalu menatap ke atas dan menghela nafasnya dengan panjang. Ia menceritakan kejadian yang terjadi pada Rina karena kenan tahu bahwa Rina adalah sahabat terbaik yasmin tidak ada rahasia diantara mereka berdua.


“Jadi karena itu anda merasa bersalah dan melampiaskannya disini”

__ADS_1


“Ia....kau pasti punya masalah juga kan sampai datang kesini”


Rina tidak menjawab pertayaan kenan. Ia hanya meneguk minumannya sampai menghabiskan satu botol tanpa sadar ia menceritakan semua masalahnya pada kenan dalam keadaan mabuk.


“Kau tahu....hari ini aku sangat kesal pada ayahku. Dia ingin menikahkan aku dengan orang yang tidak kusukai. Dasar sialan, aku kan ingin menikah dengan orang yang kucinta”


Kenan hanya memperhatikan rina yang berbicara dengan keadaan mabuk.


“Hei..apa kau dengar aku” teriaknya. Tiba – tiba ia berteriak sambil menangis keras sampai membuat orang disitu melihat kearah mereka berdua.


“Hei...diamlah. Jangan menangis terus, nanti mereka pikir aku yang membuat kau menangis” kata kenan dengan nada marah.


“hiks....hiks....hiks...kenapa kau memarahiku. Memangnya aku melakukan kesalahan padamu”


Kenan yang tidak tahan dengan tingkah rina yang seperti orang tidak waras. Menariknya keluar dari bar itu. Saat keluar, rina sudah tidak sadarkan diri karena kenan tidak tahu rumah rina dan ia juga tidak bisa menyetir saat itu. Ia pun membawa rina kehotel terdekat dan mereka tidur dihotel itu. Mereka berdua tidur bersama saat itu dan tanpa sadar melakukan hubungan badan dengan keadaan mabuk.


Keesokan paginya....rina bangun dan berteriak saat melihat kenan tidur disampingnya dalam keadaan telanjang. Ia semakin berteriak saat tahu dirinya tidak memakai baju. Kenan bangun dan kaget melihat rina disampingnya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam.


“Aku pasti sudah gila...kenapa aku bisa melakukan itu pada teman nona yasmin apalagi aku tidak terlalu kenal dengannya....tapi bagaimana pun aku harus bertanggung jawab”


“Hei....” teriak rina membuyarkan lamunan kenan.


“Aaaah....”


“Apa yang kau lakukan padaku tadi malam?” tanya rina yang tidak ingat apa – apa.


“Tenang saja.....aku akan bertanggung jawab sepenuhnya”


“Apa aku meminta pertanggung jawabanmu. Dasar brengsek?”


“Tenanglah...kita bisa bicara baik – baik kan”


Tanpa membalas ucapan kenan, rina langsung bangun dengan memakai selimut dan berjalan menuju kamar mandi untuk ganti baju lalu ia berjalan keluar tanpa mempedulikan kenan saat itu.


Mulai saat itu, rina selalu terganggu dengan panggilan dan sms kenan mengajaknya terus bertemu. Setiap ia melihat kenan, ia selalu berusaha menghindarinya karena kenan selalu membahas tentang ia akan bertanggungjawab padanya padahal ia sudah memberitahu kenan jika dirinya tidka hamil dan ia tidak perlu bertanggung jawab.


(Flashback Tamat)


 “Jadi begitu ceritanya....terus bagaimana. Apa kau hamil rin?”


“Sembarangan...tidaklah”


“Kenapa kau bisa tahu kalau kau tidak hamil mungkin saja kau hamil sekarang”


“Aku sudah cek beberapa hari yang lalu dan aku tidak hamil tapi dia tetap saja ngotot mau tanggung jawab. Bikin pusing saja”


“Tapi menghindar bukan menyelesaikan masalah rin malah nambah masalah”


“Sudahlah....kau lihat dulu semua pakaian desainmu sekarang. Apa sudah sesuai dengan yang kau inginkan setelah itu kau pulang. Nanti tuan bima marah lagi kalau dia pulang dan tidak lihat kau”


“Baiklah.....ayo kita kembali kesana”


Mereka pun kembali ke ruangan jahit melihat hasil kerja para pegawainya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2