
Satu tahun yang lalu Yasmin melahirkan seorang bayi perempuan kembar yang diberi nama Sila dan Saila. Ia melahirkan dengan cara disesar. Awalnya sih ia ingin melahirkan normal tapi karena Bima khawatir melihat istrinya teriak – teriak kesakitan. Ia pun marah – marah pada dokter yang menangani istrinya, dan dalam keadaan terpaksa dokter pun mengoperasi sesar Yasmin atas permintaan Bima.
Saat bayi mereka dilahirkan sampai sekarang, Yasmin tidak ingin menyewa seorang perawat untuk anaknya. Ia ingin merawat bayinya sendiri bersama Bima. Sering kali, jika Yasmin sibuk maka yang merawat anak mereka adalah Bima. Seperti sekarang, karena sama – sama sibuk, mereka berbagi. Yasmin membawa Sila sedangkan Bima membawa Sahila bahkan membawanya ke kantornya.
Sekarang Yasmin juga sudah sukses menjadi desainer pakaian dengan mereknya sendiri yang ia beri nama JB Fashion.
Hari Pernikahan Kenan dan Rina.
Terlihat seorang wanita cantik tengah duduk disebuah ruangan dengan memakai gaun pengantin. Wanita itu tidak lain adalah Rina, ia akan menikah dengan Kenan.
Dari luar ruangan, seorang wanita yang memakai gaun putih mewah sambil menggendong seorang bayi perempuan berumur satu tahun. Wanita itu tak lain adalah Yasmin. Ia masuk kedalam ruangan itu dan langsung memanggil Rina.
“Rina sayang” panggilnya saat membuka pintu. Rina berbalik dan tersenyum lebar pada sahabatnya
“Yasmin....kamu sudah datang”
“Ia....” sambil membalas senyuman Rina. Ia melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang. “Dimana kak Juan?” tanya Yasmin.
“Kak Juan sudah ada diluar bersama tunangannya”
“Oh....aku pikir mereka belum datang karena kemarin aku menghubunginya dan dia bilang kalau dia akan menunggu tunangannya dulu”
“Tadi pagi kak Raya baru sampai jadi mereka masih sempat kesini”
__ADS_1
Tiba – tiba ayah Rina masuk dan menyuruh putrinya itu keluar karena sudah waktunya sumpah pernikahannya. Ia pun keluar bersama ayahnya. Saat diluar, mereka berdua disambut meriah oleh para tamu. Sementara Yasmin langsung berjalan menuju kursi tamu. Ia tengah duduk didepan bersama Juan dan tunangannya.
“Kamu sudah datang Yas” sahut Juan.
“Ia kak”
“Hai Yasmin” sapa Raya.
“Hai kak” balasnya sambil tersenyum.
Ditempat lain, Bima sibuk rapat sambil menggendong bayi perempuannya yang terus menangis. Karena tangisan bayinya itu tidak berhenti, ia pun menghentikan rapat dan berjalan menuju ruangannya bersama Romi. Saat didalam, ia menggerutu sendiri karena kesal dengan pernikahan Kenan yang secara tiba – tiba.
“Huh...dasar sekretaris tidak berguna. Gumamnya. Bayinya terus menangis tak henti – hentinya. “Husssst..husstt sayang....cup....cup....cup jangan menangis lagi ya” sambil mengelus – ngelus kepala bayinya. Ia lalu berbalik kearah Romi yang sudah berdiri sejak tadi dibelakangnya. “Jam berapa sekarang?” tanya Bima.
“Sudah jam 11 Tuan Muda” balas Romi.
Ia pun bergegas pergi meninggalkan perusahaannya bersama Romi. Setelah beberapa menit perjalanan, ia sampai ketempat pernikahan Kenan dan tentu saja, ia terlambat karena pada saat ia datang. Kenan dan Rina sudah mengucapkan janji pernikahan. Rina saat ini sedang melakukan lempar bunga.
Bima langsung mencari keberadaan istrinya dan saat melihat istrinya yang tengah duduk didepan, dengan cepat ia berjalan dan duduk disamping istrinya itu.
“Kamu terlambat lagi” kata Yasmin dengan wajah cemberut.
“Maaf sayang....aku tadi sibuk rapat” balas Bima dengan tersenyum.
__ADS_1
“Aku kan sudah bilang tidak usah bekerja hari ini tapi tetap saja ngotot”
“Ia...ia maaf sayang. Semua ini juga kan gara – gara si pengantin sialan itu yang meninggalkan pekerjaannya” jelas Bima.
“Sudah....jangan menyalahkan orang. Itu memang kesalahanmu kok”
“Ia....ia maaf sayang. Aku salah” dengan memasang wajah kasihannya didepan istrinya itu.
Juan yang duduk disamping Yasmin itu hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua. Bima tiba – tiba tersadar dengan kehadiran Juan.
“Kamu disini”
“Hallo Tuan Bima....saya sudah sejak tadi disini” sambil memberi hormat pada Bima.
Bima hanya mengangguk pada Juan. Ia lalu berbisik pada istrinya.
“Sejak kapan dia terus duduk disampingmu sayang?” tanya Bima. Yasmin langsung menatap tajam suaminya itu.
“Ia....ia...aku akan diam. Tidak tanya lagi. Jangan marah lagi dong sayang. Kasihan Sila dan Saila yang melihat kamu terus memasang wajah cemberut didepan ayah mereka.” Jelas Bima. Yasmin langsung memasang wajah tersenyum pada suaminya itu.
“Ia...” sambil mengecup pipi suaminya.
Mereka pun saling berpelukan dan saling memberi ciuman. Sesaat kemudian mereka mengambil foto bersama Rina dan Kenan sambil menggendong bayi kembar mereka.
__ADS_1
Sekian dan Terima Kasih.
Baca juga Novel baruku PERNIKAHAN PAKSA TUAN ARROGANT ya.