Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 33 Memulai Bisnis Fashion


__ADS_3

Pukul 9:00 pagi, Yasmin dan Rina sudah berada disebuah Toko Butik. Mereka berdua memandang Toko Butik yang akan mereka jadikan sebagai merek fashion mereka.


"Kamu yakin Yas, kita bisa menyelesaikan dalam waktu dua bulan. Itu terlalu cepat zyas" Kata Rina.


"Kita pasti bisa Rin" jawab yasmin.


"Tapi Yas menjahit puluhan pakaian itu tidak mudah apalagi dalam waktu dua bulan dan hanya kita berdua" Kata Rina.


"Nanti kita bisa cari beberapa pegawai" jawab Yasmin.


"Kamu gila ya, dapat uang darimana untuk rekrut pegawai. Dana yang kita punya sekarang itu cuma buat membeli bahan kain dan yang lainnya" Kata Rina.


"Tenang saja Rin, semua yang kita butuhkan sudah ada didalam" jawab Yasmin.


"Kamu sudah memyiapkannya Yas?" tanya Rina.


"Bukan aku tapi tuan Bima. Ayo....kita masuk, aku perlihatkan kamu sesuatu" balas Yasmin sambil menarik tangan Rina masuk kedalam.


Saat mereka masuk, Rina melihat semua yang ada didalam, dia sangat kaget melihat yang ada didepannya, mesin jahit yang berjejer rapi, dan lemari kaca berjejer yang berisi semua jenis kain.


"Wah....Yas! ini seperti sebuah butik yang kehilangan karyawannya" Kata Rina yang takjub melihat semua yang ada didepannya.


"Apa yang kamu bicarakan sih?" tanya Yasmin.


"Semuanya sudah lengkap Yas, sekarang kita hanya perlu pegawai saja untuk membantu kita" jawab Rina yang Antusias.


"Ok....Kalau begitu, nanti kita pasang pengumumannya didepan butik" Kata Yasmin.

__ADS_1


"Tuan Bima benar - benar sungguh hebat ya, sampai semuanya dipersiapkan dengan lengkap" Kata Rina.


"Huh....hebat apanya, dia itu hebat karena punya kekuasaan Rin" dalam hati Yasmin.


"Kamu jangan tertipu rin, dia itu suka ngatur dan merasa dirinya hebat. Menurutku biasa - biasa saja" balas yasmin.


"Kamu sedang kesal ya?" tanya Rina.


"Hah....Tidak. Siapa yang kesal, aku hanya mengatakan faktanya" kata yasmin.


"Oh....aku pikir kamu kesal pada Tuan Bima. Hati - hati loh Yas, nanti kamu bisa suka padanya kalau kamu terus seperti ini" balas Rina.


"Sudahlah....jangan bicarakan dia, dia itu seperti hantu. tahu segalanya" Kata yasmin.


Tiba - tiba handphone Yasmin berbunyi, dia melihat nama Tuan Bima dihandphonenya itu.


"Tuh kan....baru saja dibicarakan, sekarang orangnya menelfon" Kata Yasmin sambil menunjukkan handphonenya ke Rina, Rina hanya menaikkan kedua tangannya.


(Bicara ditelfon)


"Halo....sayang" Yasmin.


"Kamu dimana yas?" Bima.


"Aku dibutik sama Rina, ada apa sayang?" Yasmin.


"Aku hanya mau dengar suaramu yas" bima.

__ADS_1


"Kamu sudah makan siang?" yasmin.


"Sudah sayang, kamu pulang jam berapa, aku jemput ya?" bima.


"Tidak usah sayang"


"Kamu tidak usah membantah begitu yas" bima.


"Baik.... terserah kamu saja" yasmin.


"Kalau bagitu kamu tunggu disitu yah, kita pulang sama- sama" bima.


"Ia sayang" Yasmin.


Telfon Yasmin pun ditutup.


"Tuan bima mau jemput kamu yas" tanya rina.


"Ia....katanya mau pulang bersama, tidak tahu tuh orang beberapa hari ini terus bersikap aneh. Kadang bersikap seperti anak kecil, kadang marah tidak jelas" kata yasmin.


"Mungkin Tuan Bima butuh perhatian dari kamu" jawab Rina.


"Huh..." sambil memandang Rina.


"O....yah, kamu tidak pernah mimpi buruk lagi Yas?" tanya Rina.


"Akhir - akhir ini....aku sudah tidak bermimpi lagi. Cuma waktu itu saja, saat aku pertama kali masuk ke rumah Mahesa" jawab Yasmin.

__ADS_1


Suara klakson mobil Bima berbunyi, yasmin pun pamit pada rina dan keluar. Yasmin tak lupa menyuruh mba Nita mengantar Rina pulang.


Bersambung


__ADS_2