
Jam 7 malam, mereka semua berada dikantor polisi...termasuk Dinda dan teman - temannya. Dinda dan Yoland duduk didepan polisi yang terus bertanya tentang siapa yang duluan memulai perkelahian.
Sementara Yasmin duduk dibelakang ditemani mba Nita sambil memegang kepalanya yang berdarah.
Tiba - tiba seorang pria paru baya datang menghampiri Dinda. Dia adalah ayah Dinda seorang pemilik salah satu hotel dikota S.
"Ada apa sayang, kenapa kau bisa terluka begini??" tanya pria itu.
"Ayah....mereka semua memukulku" jawab dinda yang merengek manja pada ayahnya itu sambil menunjuk Yasmin dan yoland.
"Berani sekali kau memukul anakku, apa kau tahu siapa aku" sambil menunjuk nunjuk yoland.
"Dia memang pantas mendapatkan tamparan dariku karena anakmu itu sudah kurang ajar dan tidak sopan pada tanteku" balas yoland.
Ayah Dinda ingin menampar yoland, tetapi Yasmin berlari menghadangnya akibatnya dia yang terkena tamparan ayah Dinda.
"Beraninya kau" kata yoland yang melayangkan tinjunya pada ayah dinda.
"Hei....diam kalian semua" teriak pak polisi yang saat itu berdiri didepan mereka. "Ini kantor polisi" kata pak polisi itu.
Tiba - tiba sesosok pria gagah dan tinggi dengan memakai setelan jaz coklat masuk kedalam, ditemani Kenan, Romi dan seorang pengacara.
Wajahnya terlihat sangat marah saat melihat suasana yang sangat kacau didalam ruangan itu bahkan saat dia melihat Yasmin yang terluka. Suasana disitu tampak berubah mencekam saat dia masuk.
Yasmin saat itu sangat terkejut dengan kedatangan Bima. Begitupun Ayah Dinda, dia sangat terkejut melihat kedatangan Bima, dia bertanya - tanya, apa yang membuat seorang Bima datang ke kantor polisi.
Yaaaaa.....Bima memang tahu segalanya setiap yang terjadi dikota S, apalagi jika menyangkut Istrinya dan keponakannya.
__ADS_1
Saat melihat Yasmin, dia langsung merangkul yasmin sambil memegang kepala yasmin yang terluka.
"Siapa yang sudah melukaimu?" tanya Bima pada yasmin.
"Laki - laki tua ini menampar tante Yasmin tadi....bahkan dia menghina tante" kata yoland menunjuk ayah dinda.
"Hei...kau, kemari" perintah Bima sambil menunjuk dan menjentikkan jarinya ke arah Ayah Dinda.
Ayah Dinda sudah mulai ketakutan dan terus menunduk dan berjalan pelan ke arah Bima.
Bruukkk.....suara tendangan Bima sangat keras membuat Ayah Dinda sampai terjatuh tapi dengan sigap dia berlutut didepan Bima, semua orang yang menyaksikan itu kaget dan ketakutan, yasmin yang masih dalam pelukan bima sangat kaget sampai menutup mulutnya dengan tangannya.
Sedangkan polisi yang berada saat itu hanya bisa diam dan membiarkan apa yang dilakukan Bima karena dia tahu jika berurusan dengan bima posisinya bisa menjadi taruhannya.
"Seseorang yang punya uang dan berkuasa itu memang berbeda" dalam hati si polisi.
"Berani sekali kau menampar istriku" dengan nada bergetar karena sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Maafkan saya tuan muda, saya tidak tahu kalau dia istri anda" jawab ayah dinda.
"Jadi....jika dia bukan istriku, kau juga akan memperlakukannya tidak adil" kata bima.
Ayah dinda hanya terdiam terpaku tanpa berani membalas kata - kata Bima.
"Ken....." panggil bima.
"Ia Tuan muda" jawab kenan yang sudah berada disampingnya.
__ADS_1
"Hancurkan Bisnis orang ini" kata Bima.
"Baik...tuan" jawab kenan.
"Aku ingin kau membuat dia jatuh miskin sampai dia tidak memiliki apa - apa lagi" perintah bima.
"Baik tuan muda" jawab kenan.
Ayah dinda memohon mohon pada bima dengan berlutut begitupun dengan dinda.
"Tuan muda....saya mohon jangan hancurkan bisnis saya, saya masih punya keluarga" kata ayah dinda.
"Selama ini aku sudah berbaik hati memberi keluargamu hidup layak sekarang aku akan menarik kembali yang kuberikan padamu itu" balas bima.
Ayah dinda terus memohon tapi tidak dipedulikan oleh bima sedangkan dinda hanya terdiam syok melihat ayahnya terus memohon, dia seperti tidak percaya, apa yang sudah terjadi padanya.
"Ken.... teriak bima memanggil kenan. "kau uruslah sisanya disini bersama pengacara itu" perintah bima.
"Baik...tuan muda" jawab kenan.
Bima pun keluar dengan menggendong yasmin bersama yang lainnya. Romi membukakan pintu untuknya, lalu dia tiba - tiba berhenti didepan mobil.
"Hei....kau" melihat ke arah yoland, yoland dengan sigap menengok ke pamannya itu."Paman akan menambahkan uang jajanmu bulan ini karena kau sudah memukul gadis kurang ajar itu" kata bima.
"Terima kasih paman" jawab yoland menunduk.
Mereka pun pergi meninggalkan kantor polisi bersama.
__ADS_1
Bersambung