
Setelah selesai bekerja Yasmin ke pusat perbelanjaan bersama mba Nita untuk membeli hadiah untuk Bima. Yasmin ingin memberikan hadiah pada bima bukan untuk kado ulang tahun Bima, tapi karena saat itu Yasmin sangat ingin, bima memakai barang pemberiannya.
Saat sampai di pusat perbelanjaan terbesar dikota itu, Bima menghubungi Yasmin menanyakan keberadaannya, Yasmin mengatakan pada Bima, bahwa dia sedang berada dipusat perbelanjaan memilih hadiah untuknya, bima sangat senang saat mendengar istrinya ingin memberinya hadiah dan mengatakan akan menunggu hadiah pemberian yasmin itu.
Saat selesai menelpon, yasmin langsung pergi ke toko pakaian pria, dia ingin memberikan dasi untuk suaminya itu, selama satu jam dia memilih.....akhirnya dia membeli dasi berwarna biru garis hitam, warna dasinya sudah mewakili perasaannya saat itu.
***
Pukul 8 malam, dia menunggu bima pulang dikamarnya, dia membuka kembali hadiah yang akan diberikan pada bima, lalu dia tersadar bahwa bima tidak menyukai warna terang seperti warna yang dia pilihkan sekarang.
Yasmin terus mondar - mandir memegang kotak hadiahnya itu sambil menggigit kuku ibu jarinya tanda bahwa dia sudah panik.
"Bagaimana ini, kenapa aku tadi memilih warna seperti ini, kalau aku tidak memberikannya, dia pasti mengira kalau aku berbohong tadi saat ditelpon, aku bingung sekali,haaa....ya tuhan" dalam hati Yasmin.
Yasmin terus mondar mandir tanpa sadar bahwa Bima sudah masuk dikamar.
"Kau sedang apa?" tanya Bima.
Yasmin terperanjat kaget mendengar suara suaminya, dia langsung menyembunyikan kotak hadiah dibelakang punggungnya.
"Tidak ada sayang" jawab Yasmin.
Bima melihat tangan yasmin yang dia sembunyikan dibelakang punggungnya.
"Apa yang kau sembunyikan dibelakang punggungmu itu?" tanya Bima.
"Tidak ada sayang" jawab yasmin.
Bima langsung menarik tangan yasmin yang dia sembunyikan dan mengambil kotak hadiah lalu membukanya, Bima melihat sebuah dasi berwarna biru bergaris hitam.
__ADS_1
"Kalau kau tidak suka warnanya, aku bisa menukarnya sayang" kata Yasmin.
"Apa kau sendiri yang memilih warnanya?" tanya Bima.
"Ia...tadi aku sangat bersemangat memilih hadiahnya sampai lupa kalau kau tidak suka warna seperti itu....maaf sayang." jawab yasmin yang menunduk malu.
"Siapa bilang aku tidak suka" kata bima. Dia lalu pergi kekamar gantinya.
Yasmin yang mendengar itu langsung tersenyum lebar sambil melihat Bima masuk ke ruang gantinya.
***
Keesokan paginya, Bima sudah siap berangkat kerja dengan memakai dasi pemberian Yasmin, Yasmin juga sudah siap pergi ke kampusnya.
Mereka turun bersama untuk sarapan.....Meira, Nyonya Sandra, Yoland dan Angela sudah menunggunya dimeja makan.
Pak joseph menarik kursi untuk Bima, Yasmin menarik kursinya sambil menyapa semua orang.
"Pagi Kak Meira....pagi bu.....pagi semua" sapa yasmin yang tersenyum lebar sambil duduk.
"Pagi tante...." balas Yoland.
"Pagi Yas...." balas Meira.
"Pagi...." balas angela dengan wajah datar.
Sedangkan Nyonya sandra hanya membalas dengan menunduk pelan.
"Ada apa dengan mereka berdua, satunya tersenyum lebar tanpa sebab, yang satunya terus memegang dasinya yang norak itu" dalam hati Nyonya Sandra.
__ADS_1
"Sepertinya Yasmin terlihat bahagia seperti orang yang sedang jatuh cinta" dalam hati Meira.
"Wajahnya yang ceria itu terlihat jelas sekali kalau dia sedang jatuh cinta, sedangkan kakakku.....sudah dibutakan cinta sampai dia tidak sadar kalau sekarang dia sangat kampungan dengan dasinya itu" dalam hati angela yang makan sarapannya sambil melirik yasmin dan Bima.
Selesai sarapan, Bima Keluar bersama yasmin dan sebelum masuk mobil Yasmin tak lupa mencium pipi Bima.
***
Saat sampai diperusahaan Mahesa Group....Bima langsung masuk dan berjalan dengan bangganya melewati para karyawannya yang saat itu tercengan melihat perubahan Tuan Bimanya itu. Mereka saling berbisik sesama karyawan.
"Baru kali ini....saya lihat Tuan Bima tersenyum" kata salah satu karyawannya yang berbisik pada temannya.
"Yang aku lihat bukan hanya tersenyum tapi Tuan muda juga memakai dasi berwarna, tidak seperti gayanya selama ini yang selalu memakai warna gelap" balas Karyawan disampingnya.
***
Saat Bima duduk dikantornya, dia melihat Kenan sambil memegang dasi yang dia pakai itu.
"Kenapa tuan muda terus menatapku, apa tuan muda menyuruhku memuji dasi pemberian istrinya itu, hae....warnanya saja merusak mata, bagaimana aku bisa memujinya.....Nona Yasmin benar - benar hebat bisa membuat tuan Bima menjadi seperti ini" dalam hati Kenan.
Kenan pun dengan terpaksa memuji hadiah pemberian nona Yasmin.
"Dasinya sangat bagus tuan muda, nona yasmin sangat pintar memilihnya" kata Kenan.
"Benar...kan.....dia sangat pintar memilih barang untukku, dia memang pantas menjadi desainer terkenal nanti" balas Bima.
"Apa seorang desainer, seleranya bisa seperti itu" dalam hati kenan.
Bersambung
__ADS_1