Pengantin Kecil Tuan Muda

Pengantin Kecil Tuan Muda
Bab 66 Rasa Bersalah


__ADS_3

Saat sampai di Kediaman Mahesa, semua orang kaget dengan kedatangan Nyonya Sandra karena beberapa hari ini ia menghilang tanpa kabar. Bima terlihat sangat marah melihat Nyonya Sandra. Bima lalu mengajak Nyonya Sandra berbicara di Ruang Kerjanya. Ia berjalan menuju Ruang Kerjanya diikuti Kenan, Romi dan Nyonya Sandra dibelakangnya. Saat masuk, Bima langsung menampar Nyonya Sandra.


Plak.....plak........suara tamparan Bima membuat Nyonya Sandra terjatuh ke lantai. Ia dengan sigap bangun dan berlutut didepan Bima sambil memegang pipinya yang ditampar Bima.


“Dasar wanita sialan.....berani sekali kamu berbuat sekejam itu. Apa kamu tidak punya hati nurani sedikitpun bahkan setelah perbuatanmu kamu masih bisa hidup tanpa rasa bersalah selama bertahun – tahun”


“Maafkan atas semua kesalahanku nak”


“Nak....memangnya kamu orang yang sudah melahirkanku. Kamu hanyalah wanita murahan yang datang ke Rumah ini hanya untuk hidup mewah. Aku membiarkan kamu tinggal disini karena aku tidak ingin membiarkan adikku hidup tanpa kasih sayang seorang ibu tapi kamu bahkan tidak pernah memberikan cinta seorang ibu pada anakmu. Kamu malah hidup berfoya – foya diluar sana dan sekarang kamu minta maaf padaku”


Nyonya Sandra hanya diam tidak berani menjawab setiap ucapan yang dilontarkan Bima.


Sementara Yasmin dan yang lainnya duduk di Ruang Keluarga bersama yang lainnya. Angela merasa gelisah melihat tatapan kakaknya tadi pada ibunya. Ia pun datang ke Ruang Kerja Bima karena merasa ada yang aneh dengan ibunya dan Kakaknya. Ia mengetuk pintu Ruang Kerja Bima.


Tok.....Tok.....tok....


“Masuk” terdengar suara Bima dari dalam. Ia pun langsung masuk dan sudah melihat ibunya sedang berlutut didepan kakaknya. Angela sudah takut melihat ibunya berlutut.


“Angela....” panggil Bima saat melihat adiknya itu.


“Kakak....ada apa ini, kenapa ibuku berlutut. Apa dia punya kesalahan?”


“Sepuluh tahun lalu ibumu bekerja sama dengan Alisa untuk membunuh Yasmin sekarang dia harus menerima hukuman atas perbuatannya itu”


“Ibuku......membunuh orang” dengan wajah kaget. Ia tertunduk lemas didepan Bima. Ia memang tahu sifat ibunya yang jahat tapi ia tidak mengira jika sampai sekejam ini.


“Ken...” panggil Bima dengan tegas.


“Ia Tuan Muda”


“Bawa orang ini ke Kantor polisi. Penjarakan dia seumur hidupnya”


“Baik Tuan Muda”


Angela tiba – tiba berlutut memohon pada Bima untuk meringankan hukuman ibunya itu.


“Kakak....tolong jangan penjarakan ibuku seumur hidupnya. Aku mohon ampuni dia kak” ucap Angela memohon. Bima hanya diam tanpa menanggapi ucapan Angela. Angela lalu menangis didepan kakaknya itu.

__ADS_1


“Angela....jangan seperti ini nak. Ini memang kesalahan ibu karena sudah berbuat jahat. Sebelum datang kesini, ibu memang sudah membuat pilihan untuk membayar setiap perbuatan yang ibu lakukan. Ibu sangat bersalah atas semua yang terjadi dimasa lalu”


“Ibu.....hiks...hiks...hiks...”


“Ken...bawa dia ke Kantor Polisi sekarang. Aku sudah muak melihat wajahnya itu”


“Baik Tuan Muda”


Bima pun membalikkan badannya membelakangi kedua perempuan yang tengah berlutut dihadapannya itu. Angela yang melihat kakaknya seperti itu sudah mengerti maksudnya. Jadi apapun yang akan dikatakannya tidak akan mengubah keputusannya saat ini. Ia pun dengan pasrah menerima keputusan kakaknya itu.


Nyonya Sandra lalu dibawa ke Kantor Polisi oleh Kenan. Sementara orang yang berada dibawah menyaksikan kejadian yang terjadi dihadapan mereka, sangat kaget apalagi saat tahu jika Nyonya Sandra terlibat dalam pembunuhan Yasmin sepuluh tahun lalu. Namun beda dengan Meira, ia tidak terlalu kaget karena sudah tahu yang terjadi hanya saja ia tidak punya bukti untuk membuktikan perbuatan Nyonya Sandra.


Yasmin yang melihat kejadian itu merasa bersalah pada Angela. Ia naik ke atas saat melihat Bima masuk ke kamar. Saat masuk ke kamar, Bima sudah berada dikamar mandi. Yasmin duduk disofa sambil menunggu Bima selesai mandi. Setelah beberapa menit, Bima keluar dengan keadaan telanjang dada hanya handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Bima yang melihat istrinya sedang duduk disofa sambil memainkan handphonenya mencoba menghampirinya dari belakang dan mengibaskan rambut basahnya didepan Yasmin.


“Sayang....apa yang kamu lakukan?” tanya Yasmin yang tiba – tiba berdiri saat melihat Bima berdiri didepannya.


“Aku tidak melakukan apa – apa” jawab Bima sambil memasang wajah tidak bersalah pada Yasmin.


Tiba – tiba Yasmin memasang wajah serius didepan Bima membuat Bima tersadar jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran istrinya itu. Tanpa bertele – tele ia mencoba berbicara pada Yasmin.


“Sayang bisakah kamu meringankan hukuman Tante Sandra” sambil memainkan jari jemarinya karena gugup.


Bima menatap tajam Yasmin. Wajahnya yang tersenyum tadi, tiba – tiba berubah dingin saat mendengar permintaan istrinya itu.


“Kenapa kamu ingin menolong perempuan murahan itu. Bukankah dia sudah mencoba membunuhmu. Kamu menyaksikan sendiri kan, apa yang dilakukannya padamu dimasa lalu”


“Aku tahu....tapi coba kamu pikirkan perasaan Angela saat ini dan aku tidak meminta Tante Sandra dibebaskan hanya meminta keringanan hukuman untuknya apalagi sekarang dia sudah merasa bersalah atas perbuatan yang dilakukannya”


“Apa kamu bahagia melakukan ini?”


“Aku bahagia sayang, sangat bahagia. Aku tidak ingin melihat orang dirumah ini merasa sedih dan tidak nyaman karena aku. Aku ingin semuanya bahagia”


“Haaaaaaa......baiklah. Aku akan mencoba meringankan hukumannya. Selama kamu bahagia aku akan melakukan apa saja”


“Terima kasih sayang” sambil memeluk Bima.


“Eheem......”

__ADS_1


“Ada apa?” sambil mendongak melihat wajah Bima yang masih memeluknya.


“Karena kamu sudah meminta permintaan yang sulit padaku jadi aku akan meminta sesuatu juga padamu sebagai balasannya”


“Apa sayang....katakan saja?” sambil tersenyum pada Bima.


“Besok kita harus pergi liburan supaya kamu bisa merasa lebih tenang dan tidak stress lagi”


“Liburan.....tapi buat apa sayang. Aku kan sedang hamil dan juga banyak masalah yang terjadi dirumah ini. Masa tiba – tiba kita pergi liburan”


“Justru karena kamu hamil jadi kamu harus liburan sedikit untuk melepaskan semua beban pikiranmu


itu, ya”


“Tapi.....”


Dengan sigap Bima memotong ucapan Yasmin.


“Jangan membantah lagi. Bukankah tadi aku sudah menuruti permintaanmu itu sekarang giliran kamu yang menuruti permintaanku”


“Memangnya kita akan liburan kemana?”


“Kamu ingin kemana?”


“Aku terserah kamu saja yang penting tempatnya indah” sambil tersenyum didepan Bima.


“Baiklah....jadi besok kita akan pergi kan”


Yamsin hanya mengangguk mengiyakan ucapan Bima.


“Tidurlah dulu.......nanti aku menyusul karena aku masih harus mengurus tentang liburan kita besok”


“Ia sayang”


Sebelum Yasmin tidur, Bima mengecup kening istrinya itu lalu ia pergi ke Ruang ganti untuk berganti baju. Setelah itu ia pergi ke Ruang Kerjanya untuk menelfon Sekretaris Kenan menyuruhnya mengurus liburannya bersama Yasmin besok.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2