
Keesokan paginya Yasmin bangun, ia melihat suaminya tengah tidur disampingnya sambil terus memegang perutnya. Ia mencoba mengangkat tangan suaminya secara perlahan dari perutnya lalu memindahkannya ketempat lain.
“Sejak kapan dia tidur disampingku. Kenapa aku tidak sadar?” gumamnya. Ia lalu bangun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.
Sesaat kemudian, Bima bangun dan melihat istrinya berada di depan cermin sambil merapikan rambutnya. Ia berdiri dibelakang Yasmin dengan wajah serius karena melihat Yasmin sudah berdiri dengan pakaian yang menawan. Penampilannya terlihat sangat cantik, gaun yang dipakainya membuatnya terlihat anggun dan elegan membuat wajah Bima sedikit tidak suka.
“Kenapa dia berdandan sangat cantik. Untuk siapa dia berpakaian seperti itu” dalam hati Bima.
“Kamu sedang apa dengan pakaian seperti itu” kata Bima dengan nada sedikit tegas. Yasmin berbalik saat mendengar suara Bima. Ia melihat ekspresi tidak suka Bima saat melihatnya.
“Sayang.....ada apa?”
“Aku tanya....sedang apa kamu berpakaian seperti itu?” tanya Bima dengan serius.
“Loh....bukankah kemarin kamu bilang akan pergi liburan hari ini. Jadi aku bangun pagi – pagi dan siap – siap”
“Tapi ini masih pagi sekali sayang. Lagipula kenapa kamu harus berpakaian seperti itu”
“Sayang....perempuan itu butuh waktu lama untuk berpakaian cantik. Lalu kenapa kalau aku berpakaian seperti ini. Apa tidak cocok denganku ya”
“Itu tidak cocok sayang...sangat jelek. Cepat ganti dengan pakaian yang biasa kamu pakai” ucapnya.
“Haaaa....padahal aku kira ini akan membuatmu takjub, ternyata sia – sia saja aku bangun pagi untuk ini”
“Kamu bangun dandan untuk aku” dengan wajah yang sedikit terkejut.
“Ya tentu saja....memang untuk siapa aku berdandan begini kalau bukan untukmu sayang”
__ADS_1
“Ehem....ya sudah lah tidak usah diganti. Kalau itu untukku, jelek pun akan selalu kupandang” kata Bima sambil tersenyum tipis.
“Benar tidak apa – apa. Apa kamu tidak malu dengan penampilan jelekku ini?” tanya Yasmin dengan wajah polosnya.
“Eemm” balas Bima sambil memalingkan wajahnya karena tersipu malu.
“Kalau begitu aku pakai ini saja ya sayang” sambil tersenyum kearah Bima. Bima hanya membalas Yasmin dengan mengangguk. “Cepatlah mandi. Aku tunggu kamu dibawah”
“Eem ia”
Bima lalu berjalan menuju kamar mandi dan bersiap – siap untuk pergi liburan bersama istrinya itu. Setelah selesai ia turun kebawah, disana sudah ada Yasmin dan Romi menunggunya.
Mereka berjalan keluar menuju mobil yang sudah disiapkan Romi. Saat diluar, Yasmin melihat beberapa mobil sedang berjejer dibelakang mobil yang akan dipakainya. Yasmin terlihat bingung serta kaget melihat beberapa mobil didepannya.
“Sayang....kenapa banyak sekali mobil?”
Tiba – tiba kaca mobil diturunkan dan disana terlihat Dokter Randi, Dokter Eva dan beberapa perawat berada didalam mobil.
“Pagi....” balas Yasmin sedikit kaget.
“Kenapa mereka bisa ikut sayang?” bisik Yasmin pada Bima.
“Tenang saja....mereka tidak akan mengganggu kita sayang”
“Ia....tapi kenapa mereka ikut.”
“Kamu kan sedang hamil Yas....jadi aku harus bawa beberapa pengawal dan dokter buat jaga – jaga. Tapi mereka tidak akan mengganggu kita. Aku sudah menyiapkan tempat untuk mereka”
__ADS_1
“Ya terus...kenapa Kak Kenan tidak ikut sementara yang lainnya ikut”
“Kak Kenan....kamu panggil dia kakak” dengan wajah serius.
“Sayang ....jangan mulai lagi deh. Aku tadi hanya salah sebut kok.”
“Huh...” sambil memalingkan wajahnya karena cemburu dengan Yasmin. “Dia banyak pekerjaan di Kantor. Kalau dia ikut juga, siapa yang akan menyelesaikan semua pekerjaannya”
“Kamu ngambek ya”
“Siapa juga yang ngambek?”
“Terus kenapa kamu bicara menghadap kesana dan tidak melihatku”
“Aku tidak ngambek sayang. Hanya kesal saja denganmu”
"Apa bedanya ngambek sama kesal sih." dalam hati yasmin
“Maaf sayang karena sudah membuatmu kesal tapi aku benar – benar salah sebut tadi”
“Ia...sudahlah. kita berangkat sekarang. Tidak usah dibahas lagi” sambil memeluk pundak Yasmin. Lalu berjalan menuju mobil mereka.
Sebenarnya Yasmin memang tidak salah sebut. Dari ia kecil, ia memang selalu memanggil Kenan dengan sebutan kakak jika bertemu dengannya, hanya saja Bima tidak tahu itu. Apalagi ia sudah mengingat semua masa lalunya.
***
Mereka pun naik mobil menuju bandara terbesar di Kota S. Saat sampai dibandara, disana sudah ada beberapa orang menyambut Bima dan Yasmin. Mereka semua naik pesawat pribadi milik Keluarga Mahesa. Dari luar pesawat terlihat sangat mewah begitupun didalam pesawat. Pesawat mereka terbang menuju negara Prancis tempat dimana Bima pernah tinggal. Mereka akan pergi ke sebuah Pulau milik Keluarga Mahesa namun Yasmin masih belum mengetahui jika Bima akan membawanya ke Pulau. Ia hanya tahu jika ia akan dibawa ke Prancis.
__ADS_1
Didalam Pesawat Bima sudah membayangkan dirinya berada dipulau hanya berdua dengan istrinya itu begitupun dengan Yasmin. Tapi bedanya Yasmin membayangkan dirinya akan dibawa ke sebuah Hotel mewah di Perancis. Ia sangat tidak sabar menikmati liburan bersama suaminya itu. Berkunjung diberbagai tempat wisata dan berkeliling di Negara Prancis. Ia bahkan sudah menyiapkan kamera untuk menangkap moment liburannya bersama Bima. Tapi apa yang terjadi nanti jika ia tahu kalau Bima akan membawanya berlibur di Pulau miliknya sendiri tanpa adanya sentuhan dunia luar bisa dibilang pulau terpencil. Yaaaa....sama saja sih kalau mereka tidak berlibur hanya pindah tempat saja agar tidak ada orang yang mengganggu mereka berdua. Itulah yang dipikirkan Bima sekarang, hanya berdua dengan istrinya tanpa diganggu oleh siapapun.
Bersambung