
Seperti biasa mereka berempat bersantai di ruang perpustakaan lama yang berada di lantai satu di belakang sekolah dekat gudang sambil memejamkan mata untuk beristirahat, tempat ini sudah menjadi tempat andalan mereka saat mendiskusikan sesuatu atau hanya sekadar bersantai menghabiskan waktu sambil membaca buku, nampaknya Cerol masih penasaran pada siswa tadi dia bertanya pada Lina dengan apa yang terjadi di ruang kelas tapi Lina tak mau berkata banyak dia sepertinya tak ingin memberi tahu sahabatnya dan hanya mengatakan kalimat pendek membuat V merasa kesal, saat ini Lina berada dalam zona waspada tingkat 1 tak ada yang tahu tentang kehidupan Lina sebenarnya bahkan para sahabatnya sekalipun dia memang tak pernah berbagai cerita tentang kehidupannya yang mereka tahu yaitu Lina adalah anak dari seorang presiden grup yang mempunyai peran penting bagi kota selain itu tak ada yang lain lagi, sering kali sikap Lina yang tertutup dan pendiam membuat sahabatnya merasa tak di akui keberadaannya saat pertama kali mereka berkenalan Lina adalah siswi yang tak mau bersosialisasi dengan orang lain bahkan mereka yang sempat ingin berkenalan dengannya mengurungkan niat karena menyaksikan sendiri bagaimana Lina menatap mereka dengan tatapan menakutkan dan alasan perpustakaan lama menjadi tempat andalan mereka di karenakan Lina yang pertama kali datang ke perpustakaan itu menyukai tempat itu dan mengetahui jika perpustakaan yang lama sudah tidak di gunakan lagi hanya menaruh buku-buku yang jarang di baca makanya tempat itu sunyi dan sangat sepi Lina kemudian meminta izin kepada kepala perpustakaan untuk meminjam kuncinya dan tak di sangka kepala perpustakaan malah memberikan tanggung jawab pada Lina atas tempat itu, dari situlah Lina selalu datang ke perpustakaan lama untuk menenangkan diri dan bersama berjalannya waktu Yumina memberanikan diri untuk mengajaknya berteman sekaligus memperkenalkan V dan Cerol teman Yumina dari kecil.
Kehidupannya yang membuat Lina menjadi seperti sekarang ini bukan dia yang memilih bersikap dingin pada semua orang menurutnya takdir yang harus di salahkan atas semua yang terjadi padanya, hasrat ingin mengakhiri hidup sudah sering terlintas di benak namun dia takut jika Tuhan akan menghukumnya atas perbuatannya akhirnya dia memutuskan untuk menjalaninya saja menghadapi segalanya dengan tenang, ketika dia sedang kehilangan semangat ada sahabatnya yang selalu merespon sikapnya dengan positif memberikan dia dukungan sungguh beruntung dirinya, tetapi sampai sekarang dia juga belum memberi tahu sahabatnya siapa dirinya sebenarnya problema apa yang sebenarnya dia hadapi sekarang dia masih menutup rapat hatinya tak ingin mereka tahu sesungguhnya, tak pernah terlintas pendapat di benak atas takdirnya ini di buat oleh Tuhan dia percaya jika Tuhan akan membantunya menyelesaikan tugas serta tanggung jawabnya dia benci dunia ini tak jarang menyebut dunia ini sebagai dunia brengsek dunia ilusi dunia yang kejam, besar harapannya dia menjadi sesuatu yang begitu berharga di mata dan kehidupan orang lain tak perlu mempunyai hubungan seperti sepasang kekasih dia tak butuh status seperti itu tak tertarik dengan urusan duniawi yang seperti itu cukup sebuah ikatan seperti sahabat dan keluarga, mereka tidak tahu jika Lina mempunyai rumah pribadi yang dia beli dari hasil keringatnya sendiri selama ini mereka berfikir jika Lina tinggal bersama orang tuanya lebih tepatnya orang tua angkatnya, Lina adalah anak yatim piatu kemudian di asuh oleh seorang wanita muda awalnya dia memperlakukan Lina seperti anaknya sendiri menyayanginya dengan tulus tapi semua itu berbalik 100 persen entah karena alasan apa dia mulai bersikap kasar padanya tak jarang pipinya merah bahkan seluruh tubuhnya bekas gambaran kekerasan Lina tak pernah melawan ataupun memberontak karena dia sadar dia tak akan bisa hidup jika wanita ini tidak mengambilnya dulu, bertahun tahun mendapatkan perlakuan kasar yang lebih menyedihkannya lagi wanita itu tega menjual Lina kepada orang kaya bagaikan sebuah rumah saat kontraknya habis maka harus membayar lagi atau menunggu penghuni baru menyewa itu dilakukannya senjak Lina masih sangat belia, tarifnya sesuai dengan jangka waktu yang di minta oleh penyewa perlakuan kasar sudah menjadi makan sehari-hari Lina tapi untungnya masih ada yang punya rasa kemanusiaan memperlakukan Lina selayaknya anak mereka sendiri, saat Lina mengeyam pendidikan yang lebih tinggi yakni 2 smp dia kembali diberikan ke sebuah keluarga kaya di mana mereka memutuskan untuk menjadikan Lina sebagai anak mereka sendiri tak mudah prosesnya banyak yang di minta wanita itu alasannya dia tak mau mendapat rugi karena keputusan mereka sudah bulat makanya mereka dengan berbagai cara membuat Lina lepas dari cengkramannya mereka memberikan uang dengan jumlah yang sangat besar ke padanya akhirnya dia melepaskan Lina tetapi surat kontraknya masih tetap ada, kehidupan Lina angsur-angsur menjadi normal kembali Lina mencoba mencari pekerjaaan sampingan seperti bekerja di toko bunga, restoran, menjadi pengawai buku dan pekerjaan lainnya yang bisa dia kerjakan selagi bisa berkat kerja kerasnya kurang lebih 3 tahun mimpinya akhirnya tercapai dia membeli sebuah rumah yang sederhana tempat dia sekarang tinggal.
Masih bersantai di ruang perpustakaan lama sepertinya mereka membolos hari ini tak mengikuti kelas hingga selesainya seluruh pelajaran, sebabnya karena Lina dia tidak berniat sama sekali mengikuti kelas sahabatnya juga enggan meninggalkannya sendirian mengingat apa yang di alaminya pagi ini itu seperti sangat mengganggu fikirannya dia melamun tak jelas mereka hanya diam memperhatikan Lina, semakin siang hingga berlalu menjadi sore yang indah terlihat Lina tertidur pulas yang seakan memeluk permukaan meja dengan nyaman, sebenarnya Yumina masih ingin menemani sahabanya itu tapi waktu menunjukkan jika dia harus bergegas pulang lantaran jemputan sudah menunggunya dari tadi Cerol juga meyakinkan dia jika Lina akan baik-baik saja alasannya di tambah dengan orang tua Yumina akan khawatir jika Yumina pulang terlambat dengan berat hati Yumina akhirnya pulang kepulangannya itu tidak di ketahui oleh Lina pasalnya dia masih tertidur pulas.
“Apa kita akan mengantarnya pulang sekarang?” Tanya V.
__ADS_1
“Sebaiknya kita menunggu sebentar lagi sampai dia bangun lalu mengantarnya pulang”
“Baiklah”
Waktu menunjukkan pukul 18.21 perlahan Lina tersadar dia membuka matanya samar-samar di lihatnya ruangan perpustakaan mulai gelap dia membuka matanya dengan lebar, menyadari jika sudah terlalu lama ia tertidur hingga malam segera ia menggangkat kepalanya dan melihat sekitarnya hanya V dan Cerol yang di lihatnya duduk di samping kirinya dekat rak-rak buku agak jauh dari Lina yang sedang mengawasi dirinya.
“Apa lagi kami sedang menunggu mu” Ucap V.
__ADS_1
“Kenapa kalian tidak pulang saja kenapa menunggu ku?” Lina nampak mencari seseorang.
“Mana mungkin kami bisa meninggalkan mu sendirian, Yumina sudah pulang duluan Cerol menyuruhnya”
“Syukurlah aku fikir dia juga masih di sini”
Cerol menyarankan untuk segera mereka pulang karena hari semakin larut takutnya ada kejadian seperti dulu menimpah Lina saat pulang sendirian, akhirnya mereka mengantar Lina pulang.
__ADS_1