Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Preman vs Lina


__ADS_3

PENULIS MEMINTA MAAF JIKA BELUM BISA MEMBUAT CERITA YANG BERKESAN BAGI TEMAN-TEMAN


*************************************************


Mereka berada diruang depan membahas apa yang terjadi tadi siang, Yumina tidak bertanya dia tidak ingin menyingung Lina sedangkan Cerol masih penasaran tak bisa menahan rasa ingin tahunya dia bertanya pada Lina tapi Lina bungkam dia memalingkan pandangannya dari Cerol sambil mengecap-ngecap mulutnya, dia mengelus-elus perutnya dan berkata.


“Lapar. Ayo kita beli cemilan” Padahal baru 2 jam yang lalu mereka makan malam tapi perut Lina sudah terasa lapar lagi terbukti dari bunyi perutnya, dia beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamar mengambil 2 jaket salah satu jaket tadi berwarna pink cerah dia berikan kepada Yumina. Awalnya Yumina tidak mau memakainya alasan dia gerah tapi Lina memaksa untuk dia pakai karena Lina tidak suka jika melihat pakaian mini yang dikenakan Yumina.


“Apa kau akan keluar dengan pakaian tipis dan pendek seperti itu” Lina sedikit bernada kesal.


“Ini sudah malam tidak ada yang akan memperhatikannya” Bantah Yumina.


“Terserah kau saja” Lina murkah dan membuang jaket rencananya akan dipakai Yumina kebelakang dan pergi dengan cepat menuju keluar rumah, mereka mengerjar Lina tapi sayang dia sudah tidak terlihat lagi. Yumina sedih sekaligus menyesal tidak mendengarkan kata-kata Lina.


“Kenapa tadi kau membantahnya, dia melakukan itu juga demi kebaikan mu. Kau tahu ini wilayah rawan kriminal dan Lina mencoba mengantisipasi itu semua bagaimanapun juga ini lingkungannya jadi dia sudah tahu betul” Cerol memberikan penjelasan pada Yumina, patutlah Lina marah dengan sikap Yumina seperti itu siapapun akan merasa tidak dihargai.


“Maaf aku tidak” Yumina benar-benar merasa bersalah, dia menundukkan kepala dengan mata berkaca-kaca.


Lina berjalan sendirian menerobos keramaian orang-orang yang sedang mengerjakan kesibukan mereka masing-masing. Setelah cukup lama berjalan akhirnya dia sampai di minimarket, tanpa berlama-lama dia masuk kedalam pertama diambilnya keranjang belanjaan dan mulai mencari cemilan yang ia inginkan, barang yang sudah ia dapatkan dimasukkannya kedalam keranjang. Sembari dia mencari-cari lagi sesekali dia mengecek handphone aku tidak tahu apa yang ia tunggu tapi sepertinya itu hal yang penting, dia berjalan menelusuri blok makanan dan menuju kekasir.


“Nona kami sedang ada promo apa nona tertarik?” Ucap wanita kasir itu.


“Tidak terimakasih”


“Tapi kami hanya promo hari ini nona, akan sangat rugi jika nona melewatkan promo dari kami”


“Tidak saya tidak tertarik” Kasir itu tetap saja memaksa Lina agar mau membeli barang yang sedang promo itu.

__ADS_1


“Beginikah cara karyawan disini memperlakukan pelanggannya? Kasar sekali” Seorang pria jika dilihat dari penampilannya umurnya kira-kira 40an, dia tiba-tiba datang dan membela Lina tapi dia tidak mengenal pria itu, Lina hanya terdiam dia cepat-cepat mengambil barangnya dan pergi. Pria itu mengejar Lina sampai keluar dia mencoba menghentikan Lina.


“Tunggu nona!” Teriaknya sambil mengejar Lina keluar. Ditahannya tangan Lina


“Siapa yang bilang kau boleh menyentuh ku?!” Lina kesal dengan sikap pria itu sembarangan memegang orang lain.


“Saya minta maaf nona, apa anda sendirian?”


“Memangnya ada apa anda bertanya seperti itu”


“Bisa kita bicara sebentar? Ada yang saya ingin tanyakan pada nona bisa tidak?” Lina menyetujuinya.


Pria itu mengelurkan tanda pengenal dari sakunya dan memperlihatkan pada Lina ternyata dia adalah seorang polisi, tapi Lina tidak terlihat panik dan malah minta maaf karna sikap kasarnya. Polisi itu mulai menjelaskan tujuannya mencari Lina, dia mengatakan jika ibu angkatnya sedang berada di kantor polisi dia ditangkap karena tidak kunjung juga membayar hutangnya, pihak bersangkutan menuntut pemgembalian beserta bunga bulanannya tentu jumlah ini sangat besar. Lina diminta agar datang ke kantor polisi sekarang juga tapi sebelum dia pergi bersama polisi itu Lina menelpon V memberi tahu untuk tidak keluar rumah “Jangan khawatir aku akan segerah kembali, ada hal yang harus ku urus terlebih dahulu dan ingat jangan keluar mencari ku jika aku tidak pulang sampai larut malam nanti” begitu pesan Lina pada mereka.


Baru dilihatnya Lina wanita gila itu siapa lagi kalau bukan ibu angkatnya dia berteriak tidak karuan dia ditenangkan oleh salah satu polisi. Pihak penuntut memberikan waktu 1minggu untuk melunasi semua hutang, setelah membicarakan masalah ini baik-baik Lina dan ibunya meninggalkan kantor polisi. Mereka sempat bicara diluar sebelum Lina pulang.


“Kau ingin pergi begitu saja meninggalkan ibumu sendirian?”


“Kau bicara apa Lina yang ibu lakukan semuanya demi kebahagian mu”


“Hahahaha lucu sekali, kau menjual ku pada mafia dan kau pergi dengan uang tanpa memikirkan keadaan ku bersama dengan para mafia itu. Dan kau bilang itu demi kebahagian ku, omong kosong!”


“Ibu salah maafkan ibu Lina, apa kau tidak kasihan melihat ibumu terlantar dijalan?”


“Kenapa?! Tidak punya uang? Menyedihkan”


Lina memberikan ibunya kartu kredit dan pergi begitu saja tapi aku tidak yakin Lina memberikan secara cuma-cuma ya benar sekali pin kartunya ibunya lupa bertanya mungkin sudah senang duluan buru-buru dimasukkannya kartu kedalam mesin ATM, mengelikkan dia ngoceh sendiri dia mempermalukan dirinya sendiri didepan orang banyak.

__ADS_1


“Anak sialan dia menghukum ku seperti anak kecil” Hujat ibunya sambil menatap layar mesin ATM.


“Fikir saja sendiri”


Cepat-cepat Lina kembali kerumah takut sahabatnya pergi mencari dirinya dan benar saja Yumina bersikeras menyusul Lina, mereka keluar rumah padahal Lina sudah memperingatkan mereka untuk tidak meninggalkan rumah saat tegah malam. Jalan depan lorong rumah Lina kalian tahu disana adalah tempat nongkrong para preman tingkat C mereka menunggu mangsa lewat tak kenal wanita atau pria. Gelap, sepi dan jauh dari perkotaan tempat yang sangat tepat menagih pajak jalan, lampu jalan meredup dikelilingi rawan serta musik biola dari jangkrik menambah kengerian jalan pada malam datang. Kali ini Yumina harus disalahkan 2 sahabatnya mengalami saat genting karena mengabaikan peringatan Lina, keras kepala memang salah satu sifatnya, Lina juga punya sifat itu tapi dia akan mendengarkan saran dari siapapun yang ia percayai.


Yumina menyeruh V dan Cerol mempercepat langkahnya tapi mereka hanya mengiyakan, mereka tidak khawatir tentang Lina mereka tahu pasti dia bisa menjaga diri. Yumina tidak memperhatikan jalan akibatnya dia menabrak salah satu anggota preman alhasil dia terjatuh kedua telapak tangannya lecet karena batu-batu kecil.


“Gadis kecil hati-hati jalannya, apa kau perlu bantuan?” Ucapnya meledek. Dia mengulurkan tangan hendak menyentuh Yumina, segerah V datang dia mencengkram tangan preman tadi.


“Maaf merepotkan anda tapi saya bisa membantu teman saya sendiri” Kalimat bijak. V tidak ingin mencari masalah ditopangnya Yumina agar berdiri dengan baik lalu menarik Yumina kebelakangnya, tapi preman malah itu tersenyum jahat menyadari maksud V.


Preman itu sengaja mau mencari masalah dia mencoba memancing kemarahan V, dia berkata mereka harus ganti rugi karna sudah menabraknya dengan sengaja rekannya dibelakang ikut menambahkan kata-kata menyindir hingga berkata kasar. Preman itu menyangka V akan terpancing dengan berucap seperti itu, sementara itu Cerol hanya menyaksikan temannya dihina tak ada rasa wapada sebab dia kenal betul bagaimana V dia tidak mudah merasa kesal, Cerol tahu sahabatnya itu sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Cerol hanya sedikit waspada jika preman itu menyentuh Yumina V akan kehilangan kendalinya dia akan bertindak tanpa adanya tanda-tanda dia akan langsung memukul preman itu tanpa basa-basi sambil memasang ekspresi santai. Sungguh menakutkan jika V marah.


Benar saja preman itu berusaha meraih Yumina seperti yang kukatakan tadi V langsung bertindak dengan melayangkan ekspresi santai dia mencengkram tangan preman itu dan diremas kuat-kuat, dengan satu pukulan wajah preman itu berdarah hingga terkapar dijalan. Rekannya tidak terima mereka menyerang secara bersama tapi untung saja Lina datang tepat waktu Lina mencekik salah satu preman itu tubuhnya diangkat keatas sehingga kakinya tidak berpijak seluruhnya, dengan sedikit kekuatan yang tersisa dia meminta tolong sontak rekan-rekannya terhenti akan suara kecil nan lemah bergema dari belakang, cepat-cepat mereka berbalik badan sambil tercengang senjata ditangan terlepas dari genggaman, ada satu dari mereka bergumam menyebut nama Lina dengan terbata-bata mereka seketika gemetar melihat sosok Lina sebelum mereka lari meninggalkan rekannya yang masih berada ditangan Lina preman yang ditabrak Yumina tadi mengambil kesempatan ia hendak melukai Yumina tapi V menghadang serangannya akibatnya lengannya terluka, baju yang ia kenakan robek akibat sayatan pisau. Lina melonggarkan tangannya membuat preman itu jatuh tak sadarkan diri kini bukan para preman itu yang terkejut tapi Cerol, V dan Yumina dia menutup mulutnya dengan kedua tangan badannya sedikit gemetar ketakutan, menyadari akan hal itu Lina berjalan mendekat pada Yumina dan memeluk Yumina dengan satu tangan.


“Maaf” Ucap Lina dengan sangat amat menyesal membuat Yumina dengan mental selemah itu harus menyaksikan sisi buruknya.


Diruang depan Lina fokus mengobati lukanya V dengan hati-hati.


“Maaf ini semua salah ku” Dengan suara pelan Yumina mengungkapkan perasaannya sambil menundukkan kepala.


“Jangan berkata seperti itu, aku yang ceroboh tidak memperhatikan preman tadi” Dengan senyuman andalannya V mencoba menenangkan Yumina dari rasa bersalahnya.


“Diam! Jangan bergerak” Suasana hati Lina saat ini sangat tidak baik sampai tak sadar dia mengeretak V.


“Ma.Maaf aku tidak sengaja” Dia mengaruk-garuk pelan kepalanya walau sebenarnya tidak gatal.

__ADS_1


Yumina bangkit berdiri dengan suara lantang dia menyampaikan penyesalannya katanya karena dia hal ini terjadi, matanya berkaca-kaca sambil mengepal kedua telapak tangannya dan meninggalkan tempat ia berdiri tapi Lina menghentikan niat Yumina, Lina memegang tangan Yumina seraya ikut berdiri disampingnya.


“Aku yang seharusnya minta maaf. Jika terjadi sesuatu dengan kalian aku tidak akan pernah hidup dengan tenang” Lina mengelus pipi Yumina dengan lembut dan langsung memeluknya.


__ADS_2