Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Drama sekolah #7


__ADS_3

Jangan lupa mengawali aktifitas pagi dengan sarapan itu penting. Lina duduk di meja makan sambil menyantap mie instan sendirian, tapi itu tidak masalah baginya dia sudah terbiasa dengan suasana seperti ini. Waktu menuntut harus bergegas tak lupa dia membereskan bungkus mie sebelum berangkat ke sekolah, dia mengambil tasnya lalu membuka pintu.


Berangkat pagi ke sekolah memang menguntungkan selain kendaraan masih jarang juga bisa tidur di kelas sebelum jam pelajaran dimulai, perut pun bisa diisi kembali.


Berjalan dengan santai menikmati udara pagi yang sejuk, hal baik seperti ini tidak bisa dinikmati jika sudah siang karena hanya asap kendaraan yang akan kita dapatkan.


“Selamat pagi Lina” Sapa V, mereka bertemu di pintu gerbang sekolah.


“Kau? Apa yang kau lakukan disini” Tanya Lina heran melihat V datang sepagi ini.


“Kenapa terkejut begitu, bukan kah ini sekolah? Aku datang untuk belajar” Ucap V dengan lantang dengan gaya khas nya yang humoris.


“Aku hanya bingung apa yang membawa mu datang sepagi ini, jangan-jangan kau ingin menemui adik kelas yang cantik itu?" Lina memasang wajah curiga pada V.


“Apa yang kau katakan, aku datang cepat karena aku ingin membantu mu menghabiskan sarapan mu di kantin” Sambil tertawa.


“Alasan apa itu, tidak masuk akal”


Mereka berjalan menuju ke kantin, setelah mengeyangkan perut mereka pergi ke kelas, apa lagi kalau bukan tidur, mereka benar-benar membuat ku bingung. Tak berselang lama Yumina datang, dengan langkah perlahan dia pergi ke tempat duduknya agar tidak membangunkan Lina tetapi Lina tahu.


“Kau sudah datang?” Tanya Lina dari balik gorden jendela.


“Iya aku sudah datang, apa kau sudah sarapan?”


“Iya sudah bersama V”


“Apa? Dia datang bersama mu tapi di mana dia aku tidak melihatnya”


“Dia pergi kelas 1 menemui adik kelas”

__ADS_1


“Apa? Dasar V mata keranjang padahal dia bilang sudah punya gadis yang ia sukai”


Lina melanjutkan tidurnya sementara itu Yumina pergi ke kantin. Cerol juga terlihat berjalan menuju ke kelas dan kebetulan V melihatnya, ia dengan girang keluar dari kelas 1 lalu berlari menghampiri Cerol, dipeluknya Cerol dari belakang.


“Kau sudah datang kenapa lambat sekali” Ucap V.


“Lepaskan tangan mu orang lain sedang menatap kita”


“Biarkan saja jangan pedulikan mereka” Yumina tiba-tiba datang dari belakang dia memukul kepala V sedikit keras.


“Hentikan drama mu, mata ku sakit melihatnya” Yumina kesal melihat tingkah V.


“Kau kasar sekali, ayo ke kelas” V melepas pelukannya lalu merangkul Cerol sambil berjalan menuju kelas yang disusul oleh Yumina.


Lina masih menikmati waktunya sebelum kelas dimulai, murid yang lain juga sudah berada di dalam kelas bersama Lina tapi mereka diam tidak berani membuat keributan. Keheningan berakhir ketika teman-teman Lina datang, suara percakapan menghilangkan suasana horor akibat Lina. Lina terbangun ketika mendengar suara teman-temannya bercanda sambil duduk di tempat masing-masing, Lina membuka gorden jendela yang menutupi badannya.


“Lina kami berencana untuk pergi ke kedai ayam goreng yang baru buka itu, mereka memberikan pelanggan satu porsi gratis, apa kau mau ikut?” Ajak V sambil berjongkok di samping Lina, dengan wajah lugunya dia menggoda Lina.


Kesadarannya kembali saat guru datang, dia segera bangkit dan kembali di tempat duduknya. Kelas pun dimulai.


Seperti biasa setelah jam pelajaran ke dua selesai mereka pergi ke perpustakaan lama, tak ketinggalan minuman serta makanan ringan ikut serta.


“Kalian sudah mendengar kabar? Putri CEO grup MJ di bunuh, kabar yang ku dengar dia di culik lalu di bunuh, jenazahnya di gantung depan gedung perusahaan ayahnya. Aku tidak berani melihatnya langsung” Yumina membuka pembicaraan.


“Ternyata itu benar, aku hanya mendengar beberapa orang membicarakannya”Tambah V.


“Pelakunya belum tertangkap tapi dicurigai ada hubungannya dengan musuh CEO MJ”


“CEO MJ bukankah dia pernah menjalin kontrak dengan ayah mu”

__ADS_1


“Benar, tapi sudah berakhir sebulan yang lalu. Ayah ku juga masih mencari tahu kebenarannya.


Yumina dan V asik mengobrol sementara Lina hanya mendengarkan saja, dia berdiri di dekat rak sambil membaca buku, matanya hanya berfokus pada lembaran buku yang dibaliknya, dia tidak sadar jika Cerol sedang memperhatikannya. Bukan tanpa alasan Cerol merasa ada masalah, dia curiga ini ada hubungannya dengan Lina, kecurigaannya berawal pada hilangnya Lina saat mereka di taman hiburan dan ketika Lina kembali pergelangan tangannya lebam. Cerol ingin bertanya tapi waktunya tidak tepat. Aku juga tidak tahu bagaimana Cerol curiga jika Lina adalah anggota mafia.


Setengah hari terlewati lagi. Mereka berjalan bersama kembali ke rumah Lina, sebenarnya tadi mereka janjian bertemu di kedai ayam goreng tapi Yumina berubah fikiran dia ingin ikut pulang bersama Lina.


“Kau menyuruh supir mu pulang?” Tanya V


“Aku mau pulang bersama Lina, kau tahu kan pasti dia akan berubah fikiran dan tidak ikut bersama kita”


“Tidak perlu repot-repot aku pasti akan datang” Ucap Lina membuat Yumina terdiam sebentar.


“Aku tidak percaya pada mu" Dia menggandeng tangan Lina.


“Yumina aku juga mau, pegang tangan ku juga” Kata V dengan nada lembut, ekspresi wajahnya di buat seperti anak kecil merengek minta permen.


“Apa kau tidak mau berhenti?” Yumina kesal melihat wajah V, mereka selalu saja bertengkar.


Sebuah mobil hitam datang dan berhenti di samping mereka. Tak lama seorang pria tampan turun dari mobil, dia menghampiri mereka.


“Rupanya karena ini kau lupa pada ku” Ucap pria itu pada Yumina. Siapa lagi dia adalah kekasih Yumina.


“Kau kenapa datang ke mari, aku sudah bilang minggu depan kita bertemu” Sepertinya Yumina tidak nyaman dengan kehadiran kekasihnya tapi di sisi lain teman-temannya juga merasa jadi penghalang, rasanya mereka ingin mengilang dari hadapan pasangan kekasih ini.


“Apa aku salah menemui mu lebih awal” Ucap kekasihnya.


“Maafkan aku memotong pembicaraan kalian tapi sebaiknya selesaikan masalah kalian di tempat lain, kami juga akan pergi” Ucap Cerol, akhirnya dia bicara mengingat senjak tadi hanya diam saja. Sekarang dia semakin mirip dengan Lina.


“Tidak apa-apa kami akan membicarakannya nanti, aku ingin pergi dengan kalian” Kekasihnya kecewa mendengar ucapan Yumina.

__ADS_1


“Kau pergi saja, kami menunggu di kedai saja” Tidak ada yang bisa menolak jika Lina yang bicara, dengan berat hati Yumina pergi bersama kekasihnya.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Lina.


__ADS_2