Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Hari sebelum mendekati ajal #1


__ADS_3

Hari ini lebih panas dari biasanya entah karena pemanasan global atau ada alasan lain yang jelas sangat panas, Lina dan kedua temannya juga sama lelah berjalan meski rumah Lina tidak jauh dari sekolah. Lina yang berada diantara V dan Cerol merasa kakinya tidak sanggup lagi berjalan, dia memeluk tangan V dan Cerol membuat mereka terkejut.


“Aku lelah” Kata Lina, dia membuang nafas panjang.


“Kita naik taksi saja?” Tanya Cerol.


“Tidak perlu”


“V, gendong aku bisa tidak? Aku lelah” Langkah mereka terhenti ketika V melepas tangan Lina dan melangkah menjauh.


“Hahaha Lina jangan bercanda seperti itu, walau kita ini sahabat tapi aku tidak bisa menyentuh mu”


“Bukankah aku sudah sering menyentuh mu, cepat kaki ku lelah”


“Aku benar-benar tidak bisa” Wajah V memerah seketika.


Cerol tiba-tiba jongkok di depan Lina.


“Ayo! Bersama ku saja” Lina nampak bingung tapi melihat ada tawaran ya sudah Lina tidak ragu lagi.


“Kalian?” Ucap V melayangkan ekspresi tak percaya dengan pemandangan langkah ini.


“Ada apa? Tadi kau tidak mau. Cerol ayo berangkat”


Orang-orang melihat mereka dengan berbagai tanggapan, tatapan sinis tak luput jadi untuk keluar dari situasi ini Lina mencoba sedikit trik.


“Kakak aduh… perut ku sakit, ayo cepat jalan aku sudah tidak tahan lagi” Jerit Lina Tiba-tiba, sontak V dan Cerol heran.

__ADS_1


“Lakukan saja, pura-pura panik” Bisik Lina pada Cerol. Mereka ikut berakting.


“Kau kenapa? Kakak akan membawa mu ke rumah sakit” V mulai berakting.


“Tidak perlu, aku ingin pulang bertemu ibu”


“Tahan sebentar rumah sudah dekat” Cerol harus mengikuti alur cerita agar argumen terhadap mereka berubah, tatapan sinis berubah menjadi simpati.


Situasi aman terkendali, mereka sudah jauh dari keramaian.


“Turunkan aku!” Cerol menuruti.


“Lain kali gendong lagi, badan mu enak di peluk dan kau sangat wangi aku menyukainya” Tambah Lina lagi, di berjalan duluan meninggalkan Cerol dengan wajah yang memerah.


Duduk bersama di meja makan. Siang ini hanya ada mie instan jangan heran ini rumah Lina memang seperti itu, Lina memang jarang belanja bahan makanan bukan kerena dia tidak tahu masak tapi hanya saja dia malas, tapi itu tidak masalah bagi V dan Cerol mereka tetap menikmatinya. Selesai makan Lina menyuruh mereka berganti pakaian lalu istirahat masih banyak waktu sebelum kedai tujuan mereka buka. Lina bertanya apakah kedua sahabatnya itu ingin memakai baju rumah? Apa sebaiknya tidak di ganti, mereka fikir ada benarnya juga jadi, mereka bertiga pergi ke toko pakaian khusus pria tenang saja mereka tidak jalan kaki, taksi menjadi pilihan terbaik pulangnya naik bus sekalian langsung ke kedai ayam goreng.


“Lihat gadis itu, dia sangat beruntung punya dua kekasih tampan seperti seorang idol” Begitulah kalimat yang mereka dengar.


“Haruskah aku memanggil kalian sayang, aku ingin melihat reaksi mereka” Ucap Lina.


“Jangan teruskan akting mu” Cerol tidak mau Lina berakting lagi. Lina tertawa kecil mendengar penolakan dari Cerol.


“Kalian sangat manis jika sedang malu” Dengan cepat mereka memalingkan wajah merona nya.


Mereka sedang asik memilih baju yang cocok bukan memilih modelnya saja ukurannya juga harus pas, tapi tidak bisa membuang waktu banyak harus bergegas kasihan Yumina jika harus menunggu. Setelah mendapat baju yang pas mereka segera membayar di kasir.


Sebenarnya Lina merasa khawatir jika bersama dengan sahabatnya jangan sampai dia dan ibu angkat pertamanya bertemu, identitas Lina pasti akan diungkit untuk memeras Lina.

__ADS_1


Mereka menunggu kedatangan Yumina di depan kedai ayam goreng dengan sabar, dan akhirnya penantian mereka berakhir ketika Yumina datang menghampiri mereka bersama dengan pacarnya.


"Obat nyamuk lagi" Cerol dengan sengaja menginjak kaki V, entah dia sengaja atau tidak menyindir dengan lembut.


"Kau sudah datang? Ayo masuk aku sudah lapar" Ucap Lina santai.


"Maaf jika kalian terganggu" Yumina tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi ini untuk keselamatan hubungan mereka.


"Santai saja, kami akan berpura-pura tidak melihat apa-apa" Ucap V.


"Sebaiknya kita cepat, tempat duduk hampir tidak ada lagi" Ucap Cerol mengajak.


Cuaca yang dingin memang sangat cocok jika makan yang panas-panas, perut kembung karena makan angin sepanjang jalan bisa di sembuhkan dengan cara nikmat seperti ini. Mereka memesan ayam goreng pedas dan menu lainnya. Karena ini kedai umum pasti para tamu di suguhkan minuman beralkohol rendah.


"Maaf paman, kami tidak minum" V mencoba menjelaskan kepada pemilik kedai.


"Tidak apa-apa, orang dewasa sudah seharusnya minum sedikit. Paman tahu kalian banyak masalah jadi nikmati saja. Ayo di minum" Lucu sekali pemilik kedai mengira mereka sudah dewasa, mungkin karena penampilan dan sikap mereka yang tenang membuat pemilik kedai salah paham.


"Tapi paman, tunggu!" V mencoba mengembalikan minuman itu tapi pemilik kedai sudah pergi melayani tamu yang lain.


"Nikmati saja, begitu kata pamannya kan" Tak masalah bagi Lina, minuman seperti ini tidak berpengaruh padanya.


Mereka melihat Lina yang duluan menyantap ayam goreng pedas dan meneguk minumannya dengan santai.


"Lina kau meminumnya? bagaimana jika nanti kau mabuk?" Yumina terkejut melihat Lina dengan santai meneguk minumannya seperti dia sudah terbiasa.


"Tidak akan, ini bukan apa-apa. Kenapa diam saja ayo makan"

__ADS_1


Makan dan mengobrol dengan santai. Mereka mencoba akrab dengan kekasih Yumina, tidak enak juga jika membiarkan dia itu tidak sopan, dan juga ada rasa bersalah mungkin karena mereka hubungan Yumina dan kekasih nya jadi regang.


__ADS_2