
Tak ada kabar dari Lina mereka semua panik dan khawatir ponselnya lagi-lagi di saelan namun kekhawatiran mereka hilang sudah ketika Lina akhirnya masuk sekolah kembali “Lega rasanya melihat Lina kembali” begitu kata temannya, bertemunya dengan mereka Lina di tanyai banyak pertanyaan oleh V dan Yumina padahal Lina baru saja duduk dia hanya diam dan menopang dagunya sambil melihat mereka yang sedang berdiri dihadapnnya.
“Lina?! Akhirnya kau datang juga kau kemana saja kami khawatir pada mu dan orang tua mu juga” Ucap Yumina yang kini melihat Lina lebih dekat lagi.
“Kenapa kau tidak pernah cerita pada kami jika kau tidak tinggal dengan mereka?, ada apa sebenarnya dengan mu sih kami jadi bingung” Tanya V mendadak menyambung pertanyaan Yumina yang belum di jawab Lina.
“Tidak perlu mencemaskan ku seperti itu kalian berlebihan, aku malas pergi ke sekolah itu sebabnya aku tidak masuk dan soal kenapa aku tidak tinggal bersama orang tua ku itu karena aku ingin mandiri aku tidak ingin terus bergantung pada mereka selama ini aku sudah membuat mereka repot dan sebagai anak aku juga harus menemukan kehidupan ku dengan itu aku bisa mandiri dan tidak mengandalkan mereka saja selama hidup ku” Jelas Lina meyakinkan.
Masih banyak pertanyaan yang mereka ajukan tapi Lina kembali terdiam dan hanya menatap V dan Yumina yang masih mengoceh tak ada habisnya.
Sekolah usai sudah pengunjung setianya hendak pulang kembali di rumah masing-masing begitu juga Lina dia mengambil tasnya dan berdiri dari dudukannya saat dia ingin berjalan mendekat ke pintu mereka mencegah Lina.
“Hari ini kami harus ikut dengan mu ke rumah mu” Kata Yumina.
“Tidak perlu” Jawab Lina datar.
“Kenapa penting bagi kami tahu di mana kau tinggal sekarang” Ucap V.
“Jika ku beri tahu kalian akan datang setiap hari dan membuat rumah ku jadi berisik”
“Lina aku mohon apa permintaan kecil seperti ini dari kami tidak akan kau kabulkan?” Ucap Yumina memohon pada Lina sambil menggenggam kedua tangan Lina dia terdiam sebentar sambil berfikir.
“Jalannya cepat sedikit jagan sampai tertinggal” Akhirnya Lina menyetujui permintaan mereka.
Ketika sampai di lorong yang biasa Lina jalani V dan Cerol merasa tidak asing dengan lorong tersebut .
__ADS_1
“Rasanya tempat ini tidak asing seperti pernah berada di sini” Kata V membatin sementara Cerol dengan sekejap dapat mengenali lorong tersebut hanya dengan melihatnya.
“Bukankah lorong ini adalah...jadi saat itu Lina sedang berjalan pulang ke rumahnya kenapa aku tidak menyadari hal itu dari dulu” Ujarnya membatin pula.
Sampailah akhirnya mereka di rumah Lina dibukakannya pintu untuk mereka.
“Wah, nyamannya” Seru Yumina padahal dia baru saja masuk ke dalam sambil melihat sekitarnya.
Mereka duduk di ruang tamu dengan santai tapi Lina mengajak mereka ke ruang tengah di sana lebih sejuk lagi pula ruang itu dekat dengan dapur jadi dia tak perlu jauh-jauh membawa apa yang biasa orang lain berikan ketika kedatangan tamu.
“Kalian mau minum apa?” Tanya Lina.
“Minuman bersoda saja” Jawab V bersemangat.
“Maaf aku tidak punya yang seperti itu tapi jika kalian ingin aku akan pergi membelinya”
“Baiklah jika itu mau kalian, aku permisi sebentar” Lina pergi untuk mandi agar lebih segar sebab sepanjang perjalanan cuaca cerah sekali alias panas.
Terlihat Lina sudah kembali berkumpul bersama mereka dia juga masak untuk mereka, karena hari sudah mulai gelap Lina menyarankan agar mereka segerah pulang awalnya Yumina belum ingin beranjak tapi karena mendengar penjelasan dari teman Lina dia akhirnya mau untuk kembali pulang Lina juga mengantar mereka sampai di depan lorong sambil berdiri melihat mereka menjauh dari hadapannya lambaian tangan Yumina perlahan mulai kabur dan benar-benar menghilang dari pandangannya saat itu juga Lina berbalik berjalan pulang.
Suara biola hewan kecil bersayap mengiringi langkahnya lumayanlah setidaknya suasana tidak terlalu sunyi dibuatnya namun sayang sekali disini tidak ada pak burung hantu yang biasa bernyanyi bersama para katak tidak seperti ketika dia tinggal di rumah Zoe selalu ada pak burung hantu yang bertengger disebuah pohon besar tidak terlalu rimbun memang tapi rantingnya yang besar nan kokoh dijadikannya sebagai rumah tempat ia bertedu jikalau hujan menerpanya, Lina biasa memperhatikan burung hantu tersebut lewat jendela kecil dikamarnya yang sengaja ia buka lebar agar dapat melihatnya.
Langkahnya dia percepat karena suhu di luar semakin dingin bisa-bisa kakinya membeku, wajah yang tadinya bersemangat kini berubah menjadi terkejut seluruh tubuhnya seakan membeku bukan karena dingin melainkan karena dia mendapati Zoe ada dirumahnya Lina seperti tamu yang disambut dengan riang oleh pemilik rumah apa yang bisa ia katakan, terdiam melihat Zoe berdiri tepat dihadapannya menyambut kepulangannya sambil melayangkan senyuman yang biasa ia ukir disudut bibir senyuman yang selalu membuat dirinya tak nyaman.
“Akhirnya kau datang juga aku sudah menunggu mu”. Katanya Zoe.
__ADS_1
“Kau?!”
“Kenapa hanya berdiri di situ ayo masuklah aku sudah menunggu mu dari tadi” Dikarenakan dingin semakin merasuk ke seluruh tubuh Lina dia masuk ke dalam dan menutup pintunya rapat-rapat.
“Kau!? Apa yang kau lakukan dirumah ku, keluar!”
“Ada apa dengan mu sebenarnya? Seharusnya kau menyambut ku dengan ramah menawarkan ku minuman atau memberi ku kudapan seperti yang kau lakukan pada mereka”
“Diam kau!!! Aku tidak pernah mengundang mu ke mari jadi sebaiknya kau pergi dari sini”
“Jadi menurut mu tamu yang datang itu sebelumnya di undang dulu ya kau tidak tahu saja jika tidak selamanya tamu itu datang karena undangan dari pemilik rumah, sepertinya kau lupa lagi tapi tidak masalah akan ku ingatkan, aku adalah majikan mu jadi tak perlu undangan dari mu aku tetap akan datang. Kau sudah ingat sekarang?”
“Majikan apa maksud mu aku tidak punya majikan aku bukan hewan peliharaan, aku minta pada mu sekali lagi keluar dari rumah ku!” Seru Lina sambil menunjukkan ekspresi marah.
“Sepertinya seekor kelinci manis ini sudah lupa dengan majikannya tapi tidak apa-apa akan ku buat kau ingat dengan diri ku. Selalu”
“Kau!?”
“Ya ampun aroma apa ini baunya manis sekali dan hangat, apa ini aroma susu hangat? Tapi baunya sangat manis dibandingkan dengan susu hangat jadi aroma apa ini? Bisa kau memberikan ku juga minuman seperti yang kau lakukan pada mereka aku juga ingin sebagai tamu mu, aku merasa haus dan kedinginan setelah berjalan cukup jauh hanya untuk bertemu dengan mu”
“Aku tidak punya yang seperti itu tapi jika kau mau akan ku berikan segelas kopi hangat pada mu”
“Tidak perlu! aku tidak suka kopi rasanya pahit aku lebih suka yang manis-manis seperti diri mu”
“Jika kau melakukannya lagi pada ku mungkin sekarang aku akan mati karena kau waktu itu aku jadi sakit dan baru-baru ini juga aku baru saja sembuh jadi percuma kau akan merasa tidak puas karena terasa kurang bagi mu saran ku sebaiknya kau tidak melakukannya sekarang tunggu di lain waktu saja” Lina sengaja mengatakan hal itu setidaknya ini bisa membantu dirinya untuk hari ini ia terlepas dari mulut rubah licik.
__ADS_1
“Em, kau ada benarnya juga, baiklah akan ku simpan dahaga ku kali ini dan membendungnya sampai tiba saatnya nanti. Baiklah aku pergi dulu jika kau lari lagi dari ku kau benar-benar akan merasakan apa itu penyesalan yang sesungguhnya” Dengan sekejap dia menghilang dari hadapan Lina sekarang dia dapat bernafas dengan baik rasa lega sedikit menjadikan jantungnya berdetak melambat.