Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Manis #2


__ADS_3

Malam yang begitu indah, dengan cahaya bulan yang redup menciptakan suasana berbeda, jika ingin tahu bagaimana rasanya berdiri lah di bawah sinar bulan dan tutup mata mu, tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan, rasakan seperti ada energi positif dari bulan yang masuk ke dalam tubuh dan fikiran mu. Selamat mencoba tapi tidak untuk di coba bagi yang punya mental batin lemah, jangan salah kan aku juga energi negatif yang kalian dapatkan. INGAT ITU!!


Mereka tidak bisa tenang, mencoba menutup mata tetapi hati mereka terus berbicara, otak yang tidak berhenti memikirkan kecemasan akan meninggalkan tuan nya telah berhasil mengacaukan perasaan mereka bertiga. Seharusnya ini menjadi momen yang penting tak perlu memikirkan ku tapi sepertinya perasaan terikat sudah terikat, sulit untuk melepaskan rantai yang melilit hati mereka. Tapi semoga saja mereka akan segera bisa menerima kenyataan.


"Tuan apakah anda tidak sedih?" Tanya Zleris yang masih setia berdiri di samping ranjang ku.


"Jika kau bertanya sedih atau tidak, tentu saja sedih tetapi aku sudah terbiasa. Pelayan ku yang seperti kalian datang dan pergi jadi rasa kehilangan akan cepat terlupakan" Mata ku tertutup tapi aku tidak tidur.


"Tidak perlu khawatir, akan ada lagi yang melayani ku setelah kalian pergi" Tambah ku lagi untuk meyakinkan dia.


Tein datang dengan membawa dua botol minuman yang sama dengan ku minum tadi siang.


"Kau membawa nya?" Dengan cepat menghempaskan selimut yang menutupi setengah badan ku, lalu segera bangun dari tempat tidur.


"Iya tuan saya pergi membelinya" Sambil menyerahkan pada ku.


Rasanya sama tidak berubah. Lembut, manis, dingin. Sensasi ini membuat otak ku beku dan sedikit bodoh karena terlena dengan minuman ini. Sampai tak sadar ada yang lolos dari mulut ku dan mengalir dari pinggir bibir ku ke dagu.


Mungkin Zleris juga ingin merasakan nya, dia mendekat sesaat setelah aku selesai meminumnya. Dia menjilat dagu sampai ke pinggir bibir ku dengan lembut.


"Manis"


"Kau?!" Tein marah melihat tingkah Zleris.


"Tidak apa-apa, mau? tuan mu sedang baik hati"

__ADS_1


"I.iya tuan"


Ku teguk dan menyimpan sedikit minuman dalam mulut ku, dengan lembut bibir Tein ku kecup lalu memasukan minuman ke dalam mulut nya, perlahan tapi pasti dia menelannya.


"Enak?"


"Lebih enak tuan" Lucu sekali melihat ekspresi malu Tein, sangat menggemaskan.


"Kalian mulai nakal"


"Maaf tuan"


"Pergi istirahat, tuan mu ini juga ingin istirahat"


Kembali membaringkan tubuh di tempat tidur.


Jika kalian bertanya bukan kah penghuni malam tidak tidur saat malam tapi mereka beraktivitas? ya itu ada benarnya tapi yang sebenarnya adalah mereka juga beraktivitas di siang hari. Mereka bukan balok es jika terkena sinar matahari makan akan meleleh kemudian meluap ke udara. Sama seperti manusia beraktivitas sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau sekedar untuk bersenang-senang.


"Apa kau tidak pergi?"


"Biarkan saya tetap di sini" Zleris tetap berada di dalam kamar ku.


"Terserah kau saja"


Cerol berjalan sendiri di tengah suram nya malam, lampu jalan tidak cukup terang untuk menerangi sisi-sisi gelap jalan. Di jam seperti ini sangat sulit mencari taksi, bus juga berhenti beroperasi. Hanya bisa mengharap keberuntungan.

__ADS_1


📩Apa kau baik-baik saja pulang sendirian?


Pesan dari Lina.


📨Jangan khawatir. Sampai jumpa di sekolah besok.


Dengan singkat Cerol membalas nya.


Untuk orang yang tidak biasa berjalan sendirian di malam hari seperti ini pasti di fikiran mereka muncul hal mistis yang sebenarnya tidak ada hanya mereka saja yang membuat diri mereka takut. Bagi Cerol suasana seperti ini justru menyenangkan, bebas dari bising kendaraan.


📩Kau sudah sampai?


Pesan dari Lina lagi.


📨Ada apa kau rindu pada ku, baru beberapa menit yang lalu kau mengirimi ku pesan.


📨Aku bukan superhero yang bisa berpindah tempat.


📩Percepat langkah mu, ini sudah jauh malam.


📨 Kaki ku hanya dua. Tidak bisa melangkah sepanjang kereta api.


📩😁


Perubahan sikap Lina apakah tidak di rasakan oleh sahabatnya? apa mungkin ini karena dia mengira masa hidupnya hampir habis?. Tenang saja tuan mu ini akan merubahnya.

__ADS_1


__ADS_2