Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
momen penting


__ADS_3

Apa yang sedang Lina lakukan sekarang? Bagaimana perasaan nya? Apakah dia sedang bersedih atau senang akan segera melepaskan diri dari kehidupan kacau nya.


Hati nya selalu bertanya mengapa takdir hidupnya harus menjadikan ia sebagai seorang mafia? Tangan, hati, fikiran, wajah bahkan tubuhnya penuh dengan darah penderita. Ketika ia melihat tangan nya sendiri bayangan darah yang memenuhi tangannya terbayang, bau amis darah dari orang-orang yang ia habisi masih tercium jelas, otaknya menyimpan setiap peristiwa penyiksaan, teriakan terkadang bergema telinga nya meski tidak ada apa-apa. Itu adalah teriakan orang-orang yang ia siksa lalu di habisi. Apa yang bisa dia lakukan? Hanya pasrah menerima perintah, ibu angkat pertamanya sudah menjualnya kepada banyak keluarga demi uang dan akhirnya dia di jual ke boss mafia.


Saat itu hujan deras turun, kilat dan guntur bergantian meramaikan suara hujan. Tak ada satu orang pun yang lewat, gelapnya jalan menambah suasana menakutkan tapi bagi Lina begini lebih baik dibandingkan ia bersama ibu angkatnya yang kejam seperti seorang CEO mafia. Dia duduk meringkuk di bawah guyuran hujan, tak ada payung atau jas hujan hanya pakaian tipis yang ia kenakan dengan celana pendek, dingin nya tiupan angin dan air hujan menjalar ke seluruh tubuh tetapi itu tidak menganggu nya, ia menikmati setiap rasa dingin yang menusuk tulang hingga membuat bibirnya bergetar dan membiru, Lina tersenyum bahagia. Semudah ini kah mendapatkan kebahagiaan?.


Matanya tiba-tiba tertuju pada sorotan lampu mobil yang hendak melintas, Lina bagaikan anak kucing yang di buang pemilik nya dan sedang menunggu seseorang memungut nya.

__ADS_1


Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti, lampunya menyinari seluruh tubuh Lina yang basah kuyup, dia menoleh melihat siapa itu. Wanita cantik turun dari mobil dengan memegang payung dia berlari kecil menghampiri Lina, Lina berusaha mengadakan wajahnya dengan perlahan melihat wajah wanita itu dia tidak mendengar apa yang di katakan wanita itu Lina hanya berusaha agar matanya tetap terbuka meski bibirnya bergetar dan membiru karena dingin, namun pandangan nya mulai kabur tubuhnya jatuh ke bahu jalan dia pingsan.


Lina di bawa oleh pasangan suami istri yang menghampiri nya ke rumah sakit, dia tak sadar kan diri selama 2 hari. Lina terkena demam tinggi, kekurangan cairan karena kelaparan di tambah lagi mandi hujan. Di hari ketiga Lina akhirnya siuman orang yang dia lihat pertama kali adalah pasangan suami istri itu, mereka terlihat bahagia melihat Lina.


"Boleh kah saya minta makanan, saya lapar" Kata pertama yang di ucapkan Lina.


Dia pernah menghilang selama beberapa hari ibu angkat pertama nya menculik nya saat dia jalan-jalan bersama ibu angkat kedua nya, dia meninggalkan Lina sebentar untuk mengambil barang yang tertinggal di mobil.

__ADS_1


"Beruntung kau di pungut orang kaya, lihat penampilan mu seperti orang kaya" Dia menarik tangan Lina.


"Mau kemana?" Lina menahan.


"Aku pinjam sebentar tubuh mu nanti ku kembalikan"


Dari situ awal Lina bergabung dengan CEO mafia, untuk mendapatkan uang lebih banyak Ibu angkat nya mengembalikan pada orang tua angkat kedua Lina. Lina di antar sampai di depan rumah. Matanya membesar melihat kedua orang tua nya sekarang sangat khawatir, ayahnya sedang berusaha menenangkan ibunya yang menangis menunggu kabar dari kantor polisi, hati nya seketika terasa tersetrum listrik dia senang melihat mereka khawatir.

__ADS_1


__ADS_2