
Cerol berdiri diam di luar rumah Lina, dia bersandar di pintu sambil mengada ke atas melihat langit malam penuh bintang, entah apa yang dia fikirkan. Apa sebenarnya dia menyukai Lina? ada rasa spesial di hatinya? mungkin seperti itu hanya saja dia tidak mengungkapkannya, tindakan serta sikap sangat di kendalikan dengan baik, emosi jangan sampai mengungkap segalanya. Perkara dia mencurigai Lina adalah anggota mafia masih ia selidiki diam-diam takut menyinggung perasaan Lina.
Lina masih duduk di ruang tamu sambil memegangi lehernya yang telah di balut perban.
"Perasaan ini, seperti akan melepas sesuatu yang berharga. Begini kah rasanya semakin dekat dengan ajal?"
Sepertinya Lina harus meluangkan waktu untuk teman-teman nya.
BUKAN.BUKAN, bukan seperti itu jalan hidupnya, tenang saja tuan nya akan mengatur ulang. Dia tidak akan mati dengan cepat, masih terlalu sedikit drama cinta di hidupnya.
"Tuan, apa kah anda lapar?" Tanya Zleris, pengawal tampan ku di kastil.
"Tuan mu ini sedang istirahat" Ucap ku yang sedang berbaring di kasur dengan nyaman.
"Maafkan saya jika mengganggu"
"Jangan pergi, berdiri di samping ku tapi sebelum itu apa kau bisa memanggil mereka ke mari ada hal yang ingin aku katakan"
"Baik tuan"
Seperti yang terlihat sekarang mereka berkumpul bersama, Zleris berdiri di samping tempat ku baring.
"Apa yang kalian ingin kan sekarang?" Terduduk melihat mereka semua.
"Kami tidak ingin apa-apa tuan" Jawab Tein dengan lugas.
__ADS_1
"Hemma, apa yang kau inginkan?"
"Tidak ada tuan"
"Bagaimana dengan yang lain, kenapa diam saja tuan kalian bertanya"
"Jika boleh jujur, kami ingin segera masuk jalur reinkarnasi" Ucap Nios. Dia tegas seperti Tein tidak seperti yang lain, mereka mempunyai jiwa pemimpin.
"Jawaban itu lah yang ingin ku dengar, selama beratus-ratus tahun perasaan itu kalian pendam apa tidak lelah?"
"Saya tidak ingin, saya akan tinggal bersama dengan tuan" Kata Tein.
"Saya juga tidak bisa meninggalkan tuan sendiri" Ucap Say.
"Kalian tidak ingin memulai hidup baru lagi?"
"Bukan kah tuan mu ini kejam? lagi pula aku bisa menemui kalian kapan saja meski kalian telah terlahir sebagai manusia baru aku tetap akan mengenali kalian."
"Meski begitu kami tidak akan mengingat tuan" Ucap Tein. Mereka yang berat hati untuk pergi terlihat murung seketika.
"Kami tidak akan bisa melayani tuan lagi" Ucap Say.
"Hemma, Maica, Nios. Bersiap lah jalur reinkarnasi kalian sudah dekat, pengaturan sebelum kalian reinkarnasi sudah mulai berjalan. Dan untuk kalian bertiga, maaf mengatakan ini kalian harus menunggu sedikit lama lagi.
Ku fikir mereka bertiga akan sedih tapi sebaliknya.
__ADS_1
"Kami akan sabar menunggu sampai hari itu datang tuan" Ucap Say dengan girang.
"Temani aku besok pergi jalan-jalan"
"Baik tuan" Jawab mereka hampir serentak.
Setidaknya aku bisa sedikit lega, akhirnya bisa melihat mereka bahagia.
"Boleh saya di sini menemani tuan?" Dia belum pergi? maksudnya Zleris.
"Baik lah, tapi jika kau lelah pergi istirahat"
"Saya tidak punya rasa lelah tuan"
"Haha aku lupa"
Suasana nyaman untuk melepas lelah, ku baringkan tubuh ini kembali dengan perlahan. Menyentuh permukaan kasur yang lembut. Begini biar ku perjelas sedikit, aku tidur di dalam peti hanya pada saat berkunjung ke rumah tua tapi jika tidur biasa aku tidur di kasur sama seperti kalian. Sebenarnya bisa saja aku pergi ke rumah tua bersama raga ku tapi karena sesuatu hal jadi hanya jiwa ku saja yang pergi ke rumah tua, tidak ada bedanya dengan mati suri, bangsa vampire menyebutkan nya tidur panjang.
Zleris berdiri tegap di samping ku sesekali ia membalikkan badannya ke arah jendela besar tanpa gorden yang berada tepat di belakang nya. Kau mau tahu kenapa penghuni malam seperti mereka suka melihat bulan? itu karena bagi mereka bulan itu adalah matahari, sama seperti makhluk hidup lainnya memerlukan matahari untuk hidup begitu pula dengan mereka, menyerap energi alam meski sebenarnya sumber makanan mereka adalah intisari kehidupan manusia. Mengapa hanya manusia saja itu karena intisari dari hewan mengandung banyak bakteri serta virus itu dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Agak aneh tapi begini nyatanya.
Harapan Hemma malam ini terkabul, rekannya Maica yang biasanya jail tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Ku kira dia akan senang terbebas tapi sepertinya dia belum siap untuk pergi, dia berada di taman belakang kastil terdiam sambil memandangi tempat duduk ku biasa, langkah nya menuntunnya ke sana. Duduk dan termenung.
Walau Nios sudah menanti hal yang baik seperti ini datang namun bagaimana pun juga kesetiaan sudah mendiami hati nya selama beratus-ratus tahun lamanya, sehingga ketika mendengarkan dia akan pergi kekosongan tiba-tiba melanda hatinya, serasa ada hal yang pokok menghilang. Rasa sedih melanda hati nya, dia hanya bisa berdiri memandang bulan untuk menenangkan hati nya.
Hemma sedang membaca buku dengan tenang tapi tidak bertahan lama, tangannya mulai membuka lembar demi lembar buku dengan cepat padahal belum selesai ia membacanya, itu karena hati nya gelisah. Bukunya di lepas dan jatuh ke lantai, kepalanya terasa berat meski tidak begitu hanya halusinasi nya saja, begitu lah efek jika sedang gelisah. Dia menutup kedua matanya dengan satu tangan sambil menundukkan kepala.
__ADS_1
Kegalauan tiba-tiba menguasai mereka bertiga, meski ini berita baik tapi kesedihan mengocok perasaan mereka menjadi tidak menentu sehingga gelisah mendominasi perasaan mereka saat ini. Prihatin juga melihat nya tapi bukan kah ini yang mereka inginkan dari dulu, jika kau bertanya apakah aku tidak sedih atau memang aku tidak punya perasaan? tentu saja sedih tetapi hal seperti ini sudah sering ku alami, sebelum mereka sudah banyak yang lebih dulu melayani ku dan pergi. Hati ini sudah hilang rasa, ibaratnya ingin menangis tapi hati tidak sedih.