Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Menjemput gadis kecil


__ADS_3

Perjalanan dilanjutkan langsung menuju rumah sang gadis perlu waktu untuk sampai dengan berjalan kaki sambil menghafal jalan, 1jam berlalu akhirnya sampai eis baru juga sampai arwah gelap sudah menari-nari dibelakang ku mencolek pundak dan merabah rambut ku, kekuatan magisnya cukup besar bisa melahap jiwa makluk hidup jika tidak berhati-hati sengaja atau tidak menyinggung mereka ya tanggung sendiri akibatnya, mereka adalah jiwa pendendam yang menolak pergi ke rumah tua mereka menuntut keadilan akhirat memaksa untuk tetap bersemayam di dunia untuk membalas semua perbuatan manusiawi yang telah membuat mereka mati sia-sia tanpa ada kejelasan, dan jimat gadis kecil itu telah membuat mereka berkumpul dan berusaha mendapatkan jimatnya dengan itu jiwa mereka dapat menetap dalam tubuh seseorang bisa dikatakan sebagai kesurupan tapi dalam kasus ini berbeda jiwa segar akan dimakan lalu dikontrol sepenuhnya singkatnya tubuh korbannya akan diambil sepenuhnya, bagaimana menarik bukan?. Bisikan terlintas disamping telinga mereka berkata “Nona muda aku menyukai mu apakah nona bersedia menjadi pengantin ku?” tidak tahu diri sudah jadi hantu masih berani menggoda ku tapi tunggu dulu suaranya sepertinya tidak asing, eh? Bukankah mereka...


“Boleh saja tapi apa tidak dipertimbangkan dulu permintaannya takutnya nanti kalian menyesal” Betapa terkejutnya mereka saat melihat wajah ku.


“Tu.Tuan Nara anda kenapa bisa ada disini ah bukan maksud saya apa kabar Tuan apa yang membawa anda kemari”


“Memangnya kenapa jika aku datang ada masalah?”


“Bu.Bukan begitu tuan tidak ada yang berani melarang anda, tapi saya ingin tahu urusan tuan kemari”


“Ku dengar disini banyak jiwa pendendam jadi segerah kemari siapa tahu ada yang bisa ku makan” Mereka berlutut meminta agar membebaskan mereka walau berbentuk aura hitam tapi mereka masih bisa berlutut memohon hahaha seru sekali.


Kurang enak dipandang jika wujud mereka seperti itu jadi ku beri mereka sedikit sumbangan wujud nya ku kembalikan sebagaimana adanya.


“Ku kabulkan permintaan kalian. Kenapa tidak bisa merubah wujud sendiri apa sudah menjadi bodoh karena sudah terlalu lama menjadi roh jahat?”


“Tuan benar tidak bisa kembali kebencian yang sudah membuat kami menjadi aura jahat, apa yang bisa kami lakukan semua ini akan berakhir jika semua dendam terbalas”


“Apa kalian tidak percaya pada karma semua orang yang menyakiti mu dahulu akan mendapatkan karmanya jadi kenapa begitu cemas”

__ADS_1


“Katakan pada ku tuan apakah kehidupan yang berkelimpahan juga termasuk karma, mereka tenar dari usaha orang lain dengan begitu kejamnya memanfaatkan orang lain sampai mati lalu menutupi kebenaran dengan mudahnya”


“Benar sekali itu juga termasuk karma. Jika percaya pada ku dendam kalian bisa terbalas di rumah tua, belum mendengar alasan roh jahat di kota seberang yang telah 100 tahun bertahan hanya untuk membuat keturunan musuhnya punah? Tapi akhirnya dia memutuskan untuk memenuhi panggilan ku, ada yang tahu?”


“Tidak tuan”


“Baik akan ku katakan semoga setelah ini kalian juga mau pergi ke rumah tua. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya pada kalian semua untuk apa berkeliaran disini? Eh! Biar ku tebak kalian ingin merebut jimat penyegel roh dari gadis kecil apakah benar?. Biar ku perjelas rencana itu tidak akan ada gunanya singkat cerita jika pergi lebih cepat ke rumah tua karma baru akan berlaku akhirat tidak akan membiarkan calon penghuni surga melakukan kejahatan jadi si pelaku akan diberi jimat pelindung membiarkan mereka semakin terlena akan kenikmatan duniawi tapi bersamaan dengan itu karma juga akan bertambah mengikis umur bahkan saat di rumah tua karma masih akan bertambah. Oi aku sudah bicara panjang lebar apa kalian mendengarkan tuan mu ini?”


“Ka.Kami mendengarkan tuan”


“Sekarang keputusan ada pada kalian. Waktu ku jadi terbuang sia-sia bagaimana kalian akan ganti rugi?”


Melihat air mata kebahagian dari orang tua gadis kecil menghentikan niat tapi jika ini terus berlanjut hanya akan menimbulkan penyakit jiwa tidak ada yang abadi bahkan diakhirat semua buah dari amal akan berakhir kemudian kehidupan akan berlanjut dijalur reinkarnasi, menyimpan buah appel yang dicelupkan pengawet dalam lemari es tetap akan busuk pada saatnya.


Hari-hari bahagia mereka terpaksa harus berhenti disini saja, mereka telah mengacaukan siklus reinkarnasi. Ini jelas melanggar aturan alam baka. Sebenarnya aku tidak rela merusak kebersamaan mereka tetapi aku juga tidak berdaya. Mungkin lebih baik jika ku temui gadis kecil itu saat dia sendiri, aku tidak ingin orang tuanya melihat kepergiannya.


“Gadis kecil. Hey! gadis kecil”


“Siapa kau? Dari mana kau datang”

__ADS_1


“Maaf jika kau terkejut, aku datang untuk menjemput mu”Awalnya dia bingung tapi setelah dia melihat malaikat pencabut nyawa dia seketika mengerti apa yang terjadi.


“Jadi ini sudah waktu ku? Tidak bisa kah aku hidup lebih lama lagi, aku masih ingin bersama orang tua ku. Aku ingin tumbuh dewasa lalu menafkahi mereka, cinta mereka pada ku terlalu besar aku takut jika pergi mereka akan sedih dan kesepian. Aku mohon! Beri aku kesempatan, aku mohon”


“Aku tidak bisa apa-apa. Kau harus ikut sekarang”


“Tidak! Aku tidak bisa meninggalkan mereka” Dia berlari kepintu hendak melarikan diri. Suaranya didengar oleh orang tuanya sehingga mereka buru-buru menghampiri gadis kecil.


Apa yang bisa ku lakukan jika sudah seperti ini hanya bisa memaksa itu cara satu-satunya, rencana awal aku tidak ingin orang tuanya melihat tetapi itu tidak berjalan sesuai keinginan ku, putri kesayangan mereka jatuh terkapar tak bernyawa di depan mata mereka. Sontak ibunya berteriak histeris sambil jatuh terduduk melihat semuanya, sedangkan ayahnya masih tidak percaya.


“Apa yang kau lakukan pada putri ku? Kembalikan dia” Melihat jiwa putrinya ku berikan pada malaikat pencabut nyawa, Ibunya berteriak pada ku meminta kembali putrinya.


“Maaf, putri mu sudah tidak bisa kembali lagi. Aku harus membawa dia”


“Siapa kau? Beraninya mengambil putri ku. Cepat kembalikan putri ku”


“Tidak ada yang bisa lari dari maut, jika sudah saatnya maka akan terjadi”


“Kami bisa mengatur takdir, kami bisa menghindari maut begitu pula dengan takdir putri ku. Kau tidak bisa mengambil milik orang lain begitu saja.

__ADS_1


Begitu saja aku mengambil dan menghilang, membawa jiwa putri mereka ke rumah tua. Gadis kecil itu tidak bisa renkarnasi jika dia tidak iklas pergi, aku menjelaskan padanya siklus reinkarnasi dan memberinya saran, jika dia seperti ini dia tidak akan bertemu dengan orang tuanya meski orang tuanya sudah meninggal. Aturan memang seperti yang dapat tinggal di rumah tua hanya mereka yang sudah iklas dan sudah di hitung karma serta kebaikan yang ia lakukan semasa hidupnya, sedangkan mereka yang belum rela dan masih punya dendam akan ditempatkan lain, jika mereka punya dendam yang mendalam maka akan menetap di dunia. Disebut sebagai arwah pendendam.


Setelah mendengarkan penjelasan ku dan memikirkannya baik-baik, gadis kecil akhirnya setuju melepaskan urusan duniawi, dia siap reinkarnasi agar mendapatkan kesempatan bertemu dengan orang tuanya. Ini sangat bagus tugas ku selesai dengan cepat, aku bisa mendapatkan kembali wilayah ku lalu memukul kepala pak tua itu.


__ADS_2