Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Konspirasi #2


__ADS_3

PENULIS SEDANG BERUSAHA YANG TERBAIK MAKA DARI ITU SEMOGA TIDAK BOSAN MEMBACA KARYA PENULIS


*************************************************


Di sekolah ini semua fasiltas yang di berikan semuanya di pastikan berjalan dengan baik, makanan yang mereka makanan tidak mereka bayar lagi tidak seperti di sekolah lainnya mereka bebas makan karena semua pembayaran sekolah semuanya sudah termasuk fasilitas sekolah. Di kantin mereka duduk dekat jendela dan memesan makanan favorit mereka yang sebelumnya sudah mereka masukkan ke daftar menu Lina terlihat sudah sangat lapar dia menyantap makanan favoritnya duluan membuat mereka bertiga melihat Lina sedikit heran menyadari dirinya di amati oleh mereka Lina memandang mereka dan bertanya.


“Kenapa kalian melihat ku seperti itu, apa ada sesuatu yang aneh?”


“Bukan begitu tapi melihat mu makan seperti itu membuat ku ingin mencicipi makanan mu cara mu makan membuatnya terlihat sangat enak” Kata V.


“Iya Lina aku juga merasa begitu” Ujar Yumina, dia menelan air liurnya.


“Bukankah kalian setiap hari melihat ku makan? Kalian juga sudah pernah mencoba makan siang ku lalu apanya yang beda sampai membuat kalian ngiler begitu?” Tanya Lina lagi.


“Justru itu setiap kami melihat mu makan membuat kami juga ingin makan makanan sama dengan mu tapi...ingat kami pernah mencoba makanan mu itu karena kami berfikir makanan mu itu sangat enak jadi kami mencicipinya tapi saat kami mencobanya rasanya biasa saja tak seenak yang kami lihat saat kau yang menyantapnya” Lina tertawa mendengar ucapan Yumina.


“Lina!?”


“Maaf itu terdengar lucu” Lina melanjutkan makan sampai tak tersisa di piringnya dan menikmati jus jeruk dingin kesukaannya yang di campur dengan susu.


Kini giliran Lina yang memperhatikan mereka bertiga makan karena dari tadi mereka hanya mengamati Lina saja makan mereka mengabaikan makanan yang ada di hadapan mereka, ketika Yumina sedang menikmati makanannya ada seorang siswa yang datang menghampirinya itu adik kelasnya kelas 1a dia meminta izin untuk duduk di samping Yumina dan dia mengijinkannya.


“Maaf sepertinya saya mengganggu”


“Tidak apa-apa, ada apa?” Jawab Yumina lembut.


“Begini nanti malam saya mengadakan pesta ulang tahun di coffee cafe kakak pasti sudah tahu tempatnya, apa kakak mau datang?” Yumina mengenal siswa itu dia di kenal sebagai anak yang baik dan sopan Yumina tahu karena dia tetangga dengan Yumina


“Em...aku belum bisa memutuskannya. Tapi jika tenang saja nanti ku hubungi jika ku pastikan, oh iya apa kau tidak keberatan jika aku mengajak teman ku juga?”

__ADS_1


“Sama sekali tidak” Lina berlalu dari mereka saat Yumina hendak menanyakan padanya.


“Kau ikutkan Lina? Lina tunggu!!!” Lina sudah pergi saat itu juga.


Dia sama sekali tak berniat ikut bersama Yumina beserta kedua temannya ke pesta ulang tahun adik kelasnya itu dia menuju ke perpustakaan lama, tak di sangka di tengah perjalanan tepatnya di lantai satu di lorong kelas 1 dia bertemu dengan Zoe dihentikan langkahnya sebentar melihat Zoe sedang berdiri di hadapannya walau jarak tempat mereka saling menatap jauh tapi masih bisa dilihatnya dengan jelas, tak lama Lina memandang Zoe yang sedang tersenyum miring memandangnya Lina segera putar arah dia kembali ke kelas dan bertemu dengan V, Cerol dan Yumina di kelas yang sedang menunggu dirinya.


“Kau dari mana Lina?” Tanya Yumina.


“Kamar mandi”


“Kau ikutkan”


“Kemana?”


“Lina!?”


“V dan Cerol tak mau ikut jika kau tidak ikut aku juga tidak ingin pergi tapi siswa tadi pasti akan kecewa aku tidak tega”


“Kalau begitu bilang saja kau ada urusan penting makanya kau tidak bisa datang”


“Lina!?”


“Apa?? Ada yang salah?”


“Aku tidak terima kata tidak dari mu aku akan menjemput mu di nanti malam jam 8 kita akan pergi sama-sama”


“Tapi!? Yumina....” Yumina mengabaikan Lina dan kembali duduk di tempatnya dia berpura-pura tak mendengar Lina, kelas di mulai pagi ini.


Sepulang sekolah Lina mampir di rumah orang tuanya aku bilang begitu karena tak enak bila harus mengatakan orang tua angkat jadi maklum saja jika ku bilang begitu bukan yang sebenarnya, dia sedang istirahat di kamarnya seragam sekolah masih melekat di badannya.

__ADS_1


“Nona! ada yang mencari nona di ruang tamu” Seru pengasuh rumah dari luar kamar.


“Siapa?”


“Nona Yumina bersama tiga pria” Gawat mereka benar-benar datang menjemput dirinya padahal baru jam 19.02 mereka terlalu cepat datangnya, Lina juga bahkan belum apa-apa. Lina agak panik.


“Aku mengerti” Lina pergi menemui mereka saat itu mereka sedang asik mengobrol dengan ibu Lina ayahnya tak di rumah sekarang dia masih berada di kantor.


“Lina?! Ada apa ini kau belum bersiap” Seru Yumina dia agak kesal melihat Lina yang masih mengenakan seragam sekolah sementara dia sudah cantik dan rapi begitu pula dengan ketika pria yang ikut bersama Yumina Cerol, V dan kekasih Yumina sendiri.


“Bukankah sudah ku katakan aku tidak ingin pergi” Ujar Lina.


Mereka sempat bertengkar kecil ibu Lina mendukung dan mengizinkan Yumina membawa anaknya pergi lantaran dia tak pernah ke pesta sebelumnya, Yumina menarik tangan Lina membawanya untuk bersiap mendandani dia dengan sederhana tapi tetap menawan dia juga tidak membiarkan Lina memilih baju pilihannya. Selesai sudah akhirnya mereka kembali ke ruang tamu mereka terkejut beserta terpesona melihat Lina benar-benar berbeda di tambah cantik dan manis.


“Bagaimana penampilan Lina?”


“Sempurna” Kata V tanpa sadar.


Tanpa berlama-lama lagi mereka berpamitan pada ibu Lina dan berangkat menuju ke tempat tujuan mereka.


Sudah banyak orang yang datang ketika mereka sampai semuanya terlihat sangat senang dengan pestanya menikmati pesta sebagaimana biasanya mengobrol dengan rekannya ada juga yang sedang menyantap kudapan yang telah tersedih di meja bersama minuman manis berwarna, sementara Lina dia terlihat sangat gelisah dia merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini berada dalam keramaian membuat dia menjadi sesak ingin segera pergi dari keramaian itu ditambah lagi baju yang ia kenakan memang bajunya itu bukan baju dipakai untuk pesta dansa hanya sederhana saja namun dia tetap merasa aneh memakainya, setelah selesai menghampiri adik kelasnya yang berulang tahun mereka mendekati meja kudapan dan mengambil minuman Lina yang mencoba menenangkan dirinya sendiri juga meraih segelas minuman tetapi ketika dia hendak menelan minum dia terkejut dia tersedat dan menyemburkan minumannya dari mulutnya disertai batuk kecil akibatnya lantai basah di buatnya saat retina matanya tak sengaja merekam Zeo yang bersama adik kelasnya yang mengadakan pesta, takut Zeo melihatnya dia segera memutar badannya membelakangi Zeo, ditundukkannya kepalanya melihat lantai di bawahnya saat itu dia masih batuk-batuk.


“Apa kau tidak apa-apa Lina?” Tanya Yumina khawatir sambil memegang pundak Lina.


“Tidak apa-apa hanya batuk biasa, aku mau ke kamar mandi sebentar”


“Aku temani”


“Tidak perlu aku bisa sendiri” Lina dengan gaya jalan yang cepat menuju ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2