Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Mengunjungi Ray


__ADS_3

Ada apa dengan hari ini tidak ada yang baik terjadi padaku mari kita menyegarkan suasana hati bersama minuman dingin mengandung banyak gula beraroma sedap berwarna ungu apakah itu? itu jus buah naga apa yang kalian fikiran kan.


Bersantai dalam rumah diwaktu siang bolong begini waktu yang tepat untuk ngemil menunggu kantuk datang dan...tidur berimajinasi dalam mimpi melakukan hal mustahil serta menjadi tokoh utamanya sungguh menyenangkan bukan? Rasanya tidak ingin terbangun bahkan terkadang marah-marah sendiri karena kaget dan terbangun berharap jika menutup mata kembali maka akan melanjutkan mimpi tapi tidak bisa.


“Kau sangat kesal ada apa?” Kenapa mesti bertanya lagi jika sudah tahu jawabannya dasar payah!


“Diam kau merusak suasana!” Tidak ada yang lebih menyenangkan selain berbaring dekat pintu belakang beralas lantai kayu sambil sesekali menatap awan di langit biru.


“Sudah sangat lama tapi kebencian mu tidak pernah berkurang sedikit pun, kau fikir memelihara kebiasaan buruk itu baik tapi sepertinya itu sudah menjadi ciri khas mu. Apa yang kau cari tidak akan pernah kau temukan jika kebiasaan buruk mu itu tidak dibuang”


“Ooo...” Buat kesal orang itu memang hobi ku.


baru saja ingin mendinginkan hati kini telinga ku menjadi panas mendengar teriakan dari luar, marah-marah tidak jelas menyuruh ku keluar menemuinya.


“Sekarang apa lagi” Ku topang dengan cepat setengah tubuh ku, kepala ini rasanya gatal sekali semenjak pulang, baru sekarang ada keinginan untuk menggaruknya dengan keras tapi seketika tangan ku dihentikan olehnya dia melihat ku tapi tidak sama seperti yang lalu, dia melihat ku biasa saja seperti sudah hafal benar kelakukan ku saat sedang stres.


“Berhenti menggaruk, kepala mu tidak gatal tapi hati mu yang gelisah”

__ADS_1


“Brisik ada gunanya jika kau membantu ku membungkam mulut mereka aku tidak bisa tidur” Sorotan bola matanya tidak punya niat membantu ku dengan berat hati ku hampiri orang-orang oh maksud ku para arwah yang berdemo didepan pintu rumah.


Mereka nampak kesal sambil mengomel sesaat sebelum kedatangan ku kemudian menutup rapat mulut masing-masing tidak ada yang bersuara lagi.


“Kenapa ribut sekali, katakan lagi dengan keras akan ku buang kalian kedalam sungai hitam. Ayo bicara jangan membuat ku menunggu”


Sungai hitam adalah sungai pemisah antara homeold (rumah ku) dan alam baka. Sungai hitam tempat arwah berumur berabad-abad yang tidak dapat reinkarnasi karena karma yang tidak bisa ditebus, selama itu juga mereka terus mengamuk dengan kebencian yang terus bertambah seiring waktu hingga meluap-luap tak terkendali, siapa saja tidak sengaja jatuh kedalamnya dipastikan akan menjadi sama seperti sebut saja mereka black ghost.


“Batas wilayah bagian timur semakin mengecil, bagaimana nona akan menjelaskannya, kami diminta keluar dari rumah kami sendiri” Pribahasa itu ternyata memang benar ‘orang pendiam lebih berbahaya dari pada pembunuh berantai’


“Nona tolong jelaskan pada kami”


“Kalian mau ku kremasi lebih cepat tidak? Lalu reinkarnasi tidak perlu menunggu panggilan dari pendayung perahu sialan itu”


“Maaf kami melewati batas” Sahut salah satu dari mereka.


“Melewati batas, itu dia kalian harus melewati batas tidak ada yang boleh mengambil hak kalian selama masih ada dunia ku. Rebut apa yang seharusnya kalian miliki, misalnya kembali ke rumah masing-masing, memperluas kebun dan halaman rumah” Oh hampir lupa apinya belum ku padamkan.

__ADS_1


Pernyataan ku tentu tidak langsung dituruti seperti seekor anjing, dengan suara pelan mereka bertanya satu sama lain, protes tapi tidak berani mengeraskan suara.


“Lakukan saja apa yang ku katakan! Tapi jika kalian ingin mencoba merasakan aura black ghost saat malam tidak masalah terserah kalian aku tidak peduli”


Semuanya karena hukum tidak berguna itu, hari yang seharusnya dipakai santai jadi hari runyam dan melelahkan semoga saja ada yang mau mengantikan posisi ku suatu saat nanti.


Bagus kehadirannya tidak terasa dimana pun mungkin sudah pergi aku bisa istirahat dengan tenang.


“Baby kemana kau? Kemari berikan tubuh dingin ini pelukan hangat sudah lama aku tidak menyentuh seluruh tubuh mu, mencium aroma khas tubuh mu”


Ku raih seluruh tubuhnya dan membawanya kedalam pelukan ku seketika itu juga tercium aroma tak terlupakan. Dia ya dia siapa lagi kalau bukan Kuma, menghirup aroma tubuhnya membuat kantuk datang tiba-tiba, sangat luar biasa.


Sesuai janji aku pergi menemui pak tua membahas masalah kemarin lebih tepatnya negosiasi, dia semakin membuat ku kesal dengan setiap kalimat. Pengembalian hak serta peluasan lahan dikembalikan asalkan menyelesaikan tugas darinya, misinya menjemput gadis yang sedang koma dirumah nya, rohnya masih berkeliaran di bumi tidak mau mengerti jika hidupnya tidak bisa dipertahankan hanya dengan bantuan alat medis saja, dia menghalangi takdir orang lain yang akan menyusul setelah dirinya, mereka tersiksa menahan roh yang masih tertinggal dalam raga seharusnya mereka sudah bebas sudah berada di tempat persinggahan tapi karena gadis egois itu semuanya berantakan, tidak sesuai surat perjanjian yang mereka buat dulu sebelum reinkarnasi mereka mendapatkan kebahagian dan tantangan sepadan dengan karma baik dan buruk di kehidupan sebelumnya. Gadis yang masuk kerumah ku sendiri dia adalah targetnya sebelumnya dia berhasil dijemput oleh malaikat maut tapi jimat pengikat roh dikalungkan oleh orang tuanya makanya dia bisa kembali, sangat mengesalkan harusnya ini tugas malaikat maut, orang tua itu tidak bisa melihat ku bersantai sebentar dia sengaja memberi ku pekerjaan merepotkan dengan sangat berat hati ku terima, semestinya dia sudah tahu tentang perluasan lahan yang kulakukan ais...kata-katanya tidak ada yang enak didengar akan ku pastikan wilayah ku akan mengalami perluasan lahan 3kali lipat.


Akhirnya kembali lagi ketempat ini tempat yang menampung semua rasa bahagia, kesal, takut, marah, sedih, penyesalan, kesepian, sunyi, sendirian semuanya berenang dalam kegelapan kemudian hanyut bersama angin yang berputar-putar di atas atmosfer, menjemput setiap keluhan batin yang dikeluarkan di manapun saat hati semua orang tidak bisa lagi menampung jalan takdir dan karma dalam chip memori karna itu percayalah teriakan beban mu saat angin menghampiri dia bisa membawa beban mu ke atmosfer.


Langkah pertama rasanya kaku lutut ku keram setelah 4 hari tertidur aku butuh cahaya surya agar seluruh tubuh hangat kembali, akan tambah menyenangkan bila berjalan-jalan di taman sambil makan es krim itu rencana yang bagus tapi, setelah mengingat kembali untuk apa aku disini semua rencana itu jadi buram ibaratnya mengejar pedagang es krim dengan susah payah tapi saat kau berhasil mengejarnya ternyata semua es telah habis dan ketika hendak pulang kendaraan mogok karena kehabisan bensin lalu hujan mulai turun membasuh keringat mu lengkap bukan? Penderitaan lengkap sudah.

__ADS_1


Untunglah Cuaca cerah berawan tidak mengharuskan ku bergerak saat senja jadi bisa menghemat waktu, baiklah mari kita mulai dari mengunjungi rumah Ray tak enak hati jika meninggalkan dia begitu saja dia sudah menampung ku dirumahnya sudah 1 bulan senjak kepergian ku, ehem akan ku jelaskan sedikit agat tidak ada salah paham, begini senjak aku pergi dari rumah Ray itu sudah berlalu 1 bulan yang lalu dan beberapa hari ini baru membantu mereka reikarnasi.


__ADS_2