
SEMOGA TEMAN-TEMAN MASIH SETIA MEMBACA KARYA PENULIS
*************************************************
Entah suatu kebetulan atau bukan aku menyaksikan sebuah tindak kekerasan terhadap pekerja di dalam toko sesaat sebelum aku menuju pintu depan toko, dia hanya bisa minta maaf dan tak bisa berbuat apa-apa untuk membela dirinya karena dia gadis lemah, dia tidak sengaja menumpahkan minuman di baju seorang pelanggan pria, dia sangat marah dan menyiram gadis itu dengan minuman temannya yang ada di meja, menurut ku dia terlalu berlebihan untuk hal sekecil ini sampai-sampai dia hendak menampar gadis malang itu aiss orang seperti apa dia itu? Sungguh amatir, aku paling tak tahan dengan situasi seperti ini. Tangannya ku tahan saat hendak memukul gadis itu dan dia sangat terkejut membuat kemarahannya bertambah meluap.
“Hey! Siapa kau? Berani sekali kau ikut campur”. Tak ku biarkan dia meloloskan tangannya begitu saja ku genggam erat sampai dia merintih kesakitan sambil tubuhnya lemas dan terjatuh ke lantai, saat itulah ku lepaskan cengkraman ku, dia melihat dengan mata ketakutan.
“Pergi!”. Tegas ku padanya, buru-buru dia meninggalkan kami bersama temannya tadi. Semua orang melihat ku kagum tapi tidak dengan Ray sebaliknya dia malah merasa takut pada ku.
“Terimakasih nona sudah menolong saya”. Ucap gadis itu, hanya menganguk untuk mengiyakan ucapannya.
Ray mengantar ku pulang, bingung ada apa dengan sikapnya hanya diam selama di perjalanan padahal biasanya dia banyak bicara, apa mungkin karena kejadian tadi dia menjadi takut sebaiknya ku diamkan saja tunggu sampai dia bicara duluan.
Di waktu yang bersamaan Lina juga sedang melangkah menuju ke tempat ia biasa menyendiri di sekolah. Cerol, Yumina dan V tidak terlihat bersamanya mereka masih di kantin sedang membeli makanan dan minuman ringan untuk di bawa ke tempat mereka biasa menemani Lina, sekarang Lina sedang membaca buku em...apa dia tidak bosan membaca buku terus? aku jadi ingat dengan Zleris yang setiap ada waktu dia menyendiri di kamarnya membaca sembari menunggu ku pulang sekolah begitu juga dengan Tain dan Khen mereka membaca buku-buku sulit untuk dimengerti, dasar aneh merepotkan diri sendiri saja.
“Aku harus segera kembali”. Dia pergi setelah mengantar ku pulang.
__ADS_1
Gawat ada apa ini aku semakin tergiur entah bagaimana bisa aroma tubuhnya semakin manis? setan sialan ini begitu bergairah saat dekat dengannya ingin selalu menutup penciuman ini saat bersamanya tapi ku rasa itu akan membuatnya salah paham tapi jika tidak ku lakukan itu bagaimana cara ku menenangkan diri? aku sungguh tidak mampu berada didekatnya terlalu lama jelas itu bahaya, ku fikir bekerja bersamanya akan baik tapi sepertinya itu ide yang buruk mungkin sebaiknya aku menjauh darinya mulai sekarang.
“Apa yang sedang kau lakukan. Lina”. Kata itu tiba-tiba saja muncul di benak ku tak tahu apa dia dengar atau tidak, membaringkan diri ku dalam kamar sambil memandang ke atas dan perlahan ku pejamkan mata ini.
“Kakak! Apa Nara tidur?”. Suara mungil ini aku mengenalnya dia Yuka adiknya Ray yang paling kecil, suaranya yang lembut membangunkan ku dari tidur.
“Ada perlu apa kau kemari?”.
“Aku kesepian tidak ada teman bermain karena itu aku ingin mengajak kakak bermain dengan ku, apa kakak mau?”.
“Gadis manis seperti mu tidak mungkin sendirian kau punya banyak teman diluar tapi kenapa kau tidak pergi bermain dengan mereka? Apakah mereka jahat pada mu?”.
“Boleh aku menyentuh mu?”. Dia mengangkat pandangannya dan nampak bingung dengan perkataan ku, sebuah senyuman bersama permen yang ku berikan padanya sukses membuatnya mengukir senyuman gembira di wajahnya pada akhirnya aku bermain dengannya hingga siang dan berakhir saat ibunya memanggilnya makan siang, kami hanya bertiga dirumah Kai anak tertua bekerja bersama ayahnya diperusahaan sedangkan Kelly kakak perempuannya masih duduk dibangku high school mereka bisa berkumpul pada saat malam, begini urutannya Kai, Ray, Kelly, Yuka.
Walaupun sudah dua kali makan bersama mereka tapi, tetap saja rasanya aneh bagi ku seperti ada benda asing yang masuk dalam kehidupan ku ini terlalu sempurna untuk hidup ku yang berantakan ah...lucu sekali diri ku ini mungkinkah takdir yang membawa ku ke mari? meskipun kitab kehidupan ada pada ku tapi anehnya aku tak tahu jalan takdir ku sama sekali, seharusnya aku tidak berada di dunia ini kastil yang sudah ku tinggali selama hidup ku sekarang terasa asing, haruskah aku melanjutkan tidur panjang ku saja tapi pertama kehadiran ku di keluarga ini harus hilang dari pandangan dan ingatan mereka selanjutnya mencari tempat yang tak dapat ditemukan oleh siapa pun, tapi...benarkah harus ku lakukan itu?.
Malam kedua aku di sini menyaksikan mereka melantunkan canda tawa di ruang keluarga sehabis makan malam semuanya terlihat bahagia begitu juga dengan Ray sikap pendiamnya tadi siang sudah lenyap dia tersenyum pada ku membuat dirinya terlihat sangat manis tapi dari raut wajahnya sepertinya ada sesuatu yang ingin di sampaikan pada ku tapi masih menahannya, malam semakin larut satu persatu mereka beranjak untuk beristirahat aku juga harus pergi tapi sebelum itu....
__ADS_1
“Em...bisa kita bicara sebentar?” Apa ini? Aku baru menyadarinya semenjak kami bertemu dia tidak pernah menyebut nama ku.
“Ada apa?”.
“Itu soal yang tadi siang”.
“Akhirnya dia mau bicara juga” Seru ku membatin.
“Pertama-tama aku minta maaf soal tadi siang kejadian seperti tadi memang sering terjadi di toko tempat ku bekerja aku juga berterima kasih atas tindakan mu kabar baiknya lagi atasan ku menerima mu sebagai karyawannya setelah mendengar semua dari gadis yang kau tolong, beliau sangat berterima kasih sudah menyelamatkan tokonya dari kekacauan juga pekerjanya aku diminta untuk mengajak mu besok dan bertemu dengannya secara pribadi tapi jika kau tidak ingin aku tidak akan memaksa keputusan mu itu terserah pada mu” Dia menyampaikan berita baik begini tapi ekspresi wajahnya murung apa mungkin dia tidak suka jika aku bekerja di tempatnya?.
“Kau?! Ekspresi itu ada apa dengan mu? Apa kau keberatan jika aku bekerja di tempat mu? Ataukah kehadiran ku membuat mu gelisah? Jika memang seperti itu aku akan keluar dari rumah mu sekarang juga dan jangan khawatir akan ku katakan pada keluarga mu jika aku sudah menemukan rumah kontrakan”.
“Bu.bukan begitu jangan salah paham dulu bukan itu maksud ku”.
“Aku menolak bekerja di tempat mu, sudah ku temukan tempat lain sepertinya kabar dari mu terlambat aku sudah mulai bekerja tadi siang setelahnya kau mengantar ku pulang aku pergi sendiri mencari pekerjaan”.
“Begitu ya? Aku mengerti”.
__ADS_1
Aku tahu bukan itu alasannya dia berekspresi seperti itu hanya saja aku yang menyimpulkannya sendiri karena semata-mata untuk menjauhkan diri ku darinya dia terlalu manis untuk ditolak, sialan. Sudah cukup berbincangnya tak ingin lagi berlama-lama dengannya aku bisa mengila nanti ku berpaling dan meninggalkannya.