
Lina bertemu dengan V, cerol dan Yumina di gerbang sekolah mereka sedikit terkejut melihat Lina baru kali ini terbangun lebih awal dan lebih mengejutkan lagi dia bangun sendiri.
“Ayo ke rumah ku” Kata Lina sambil berlalu melewati teman-temannya, bingung bertambah tapi tanpa tanya mereka langsung menyusul Lina.
Saling tatap menatap baru kali ini Lina berinisiatif mengundang teman-temannya berkunjung, duduk diruang tamu V dan Yumina melihat Lina dengan ragu-ragu ingin bertanya tapi takut menyinggung Lina jadi mereka hanya bisa saling melirik satu sama lain.
“Berhenti melihat ku begitu! Jika ada yang ingin kau katakan bicara saja, kapan aku makan orang?” Seru Lina.
“Hahaha itu Lina, kenapa kau tiba-tiba mengajak kami ke rumah mu bukankah kau tidak ingin kami....” Dengan gugup V menyampaikan perasaannya.
“Lupakan kata-kata ku dulu, jika kalian ingin datang tak usah takut aku mengusir kalian lagi pula mana mungkin aku tega mengusir kalian”
“Hahahaha itu memang benar” Dengan penuh semangat membara V tanpa ragu menegakkan badan.
Tak disangka Lina juga meminta mereka untuk tinggal tanpa pikir panjang mereka menyetujui permintaan Lina.
“Yumina tidurlah bersama ku sedangkan V dan Cerol bisa tidur di kamar pojok sana”
Dasar V dia memang mesum ucapan Lina barusan diterka lain olehnya, dia menatap aneh Lina dan Yumina.
“Apa maksudnya dengan dia mengatakan tidurlah bersama ku Yumina bukankah itu sama saja dengan...ini. Ini tidak benar jangan-jangan Lina....” Katanya membatin.
Sepertinya dia benar sudah tidak waras sambil mengacak-acak rambutnya dan berteriak panjang, siapa yang tidak bingung jika melihat tingkah aneh seperti itu?.
“Ada apa lagi dengan anak ini mungkin dia lupa minum air” Ucap Cerol membatin.
Ini terlalu awal untuk tidur bagi Lina jadi dia merebus mie lalu menonton TV memutar cartoon kesukaannya tapi jika dia bosan film horor atau action jadi pilihan, inilah yang membuatnya selalu tertidur dikelas untungnya bukan saat jam pelajaran berlangsung dapat dikatakan bahwa dia jarang sekali belajar tapi nilai ujiannya tidak buruk mungkin dia jenius jadi tak perlu bersusah payah belajar sampai mata bengkak karena kurang tidur, bayangkan jika semua orang seperti itu apa yang akan terjadi dengan dunia ini?.
__ADS_1
00.32 Lina belum juga merasa ngatuk dia masih asik dengan film action yang ia nonton sampai lupa waktu.
“Ais dasar nyamuk sialan” Dia ngomel sambil memukul pahanya dengan keras lalu digaruk karena gatal sampai berbekas merah.
Benar-benar harus ada yang mengingatkanya jika dia begini terus dia bisa jatuh sakit.
“Lina? Kau belum tidur ini sudah sangat larut” Ucap Yumina yang tiba-tiba muncul.
“Emm...” Jawabnya datar.
“Matahari sebentar lagi terbit kau tidak mau kesekolah?”
“Em? Apa?” Di tariknya tangan Lina masuk ke kamar.
“Ayo tidur besok saja kau lanjutkan”.
Yumina tetap memaksa Lina untuk beranjak dari tempatnya dan akhirnya berhasil.
Gara-gara kebelet buang air kecil Lina terbangun dari tidur nyeyaknya dengan sekuat tenaga dia turun dari tempat tidur dengan mata tertutup menuju toilet sambil berjalan perlahan dia meraba-raba agar tidak menabrak, setelah selesai ia mencuci kadua tangannya dengan menggunakan sabun cair ia mencuci kedua tangannya lalu ia dibilas kedua tanganya sampai bersih walau dengan mata sayup tapi dia masih bisa membedakan antara pasta gigi dan sabun.
“Sudah selesai?” Lina terkejut mendengar gema suara sialan itu dengan cepat dia membuka matanya lebar-lebar dan membalikkan badannya kebelakang.
“Kenapa kau terkejut begitu? Kau sudah tau alasan ku datang jangan bilang kau lupa dengan apa yag kau lakukan pada ku kemarin, seharunya kau berterima khusus untuk mu aku datang untuk memberi mu hadiah”
“Berhenti biacara omong kosong cepat pergi!”
“Mulut mu pedas juga ternyata”
__ADS_1
“Ku peringatkan jangan sembarangan aku tidak sendirian kau akan dapat masalah jadi sebaiknya kau segerah pergi, kau bisa mencari makanmu di luar sana”
“Kau fikir jika mereka ada itu akan membuat mu aman? Sayang sekali manis itu tidak akan mengubah apapun, kau akan tetap menjadi milik ku seorang”
Ucapan yang romantis sekali benar tidak? Meskipun terdengar egois, perlahan ia mendekati Lina dengan cepat Lina menghindar pintu keluar menjadi tujuannya agar bisa terlepas dari ancaman bahaya tetapi sepertinya Zoe eh? Nama yang aneh, tapi sepertinya Zoe sudah tahu tindakan Lina dengan hilai Zoe menangkap tangan Lina dan menarik kepelukaannya alhasil mereka saling bertatapan, dengan mata sayup dan lemas Zoe terus memperhatikan kedua mata Lina perasaan kaku dan takut menjalar keseluruh tubuhnya.
“Me.menjauhlah dari ku” Ucap Lina.
“Kumohon hanya sebentar saja”
Dia memeluk erat Lina, ingin sekali melepaskan pelukan Zoe darinya Lina berusaha memberontak tapi tak ada gunanya walaupun dia terlatih untuk hal seperti ini tapi kekuatannya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Zoe, percuma saja Lina meronta itu hanya membuang tenaganya jadi terpaksa dia menghentikan perlawanannya dan menunggu kesempatan untuk melepaskan diri, untungnya peluang itu sungguh terjadi Lina menggunakan semua kekuatannya untuk mendorong Zoe agar dapat terlepas dari pelukannya tapi bukannya Zoe yang terdorong mundur tapi malah Lina yang terdorong hingga terhempas ketembok “Aneh kenapa tidak terasa sakit?” tanya Lina membatin, walaupun Zoe sering bersikap kasar padanya tapi hatinya tidak bisa ia pungkiri ia tidak ingin melihat Lina terluka tangannya menahan kepala Lina agar tidak menghantam tembok secara langsung, sadar akan keanehan itu Lina membuka matanya segerah memastikan apa yang sebenarnya terjadi tatapan aneh sudah melihatnya dari tadi rupanya tak bisa berkata hanya diam terkejut melihat Zoe melindungi dirinya.
“Apakah aku begitu menyeramkan sehingga kau lari dariku?”
“Aku...”
Lagi-lagi adegan romantis tercipta detak jantung Lina menjadi melambung tinggi wajahnya mulai memerah pandangannya segerah ia alihkan ketempat lain.
“Ada apa dengan wajah mu merah seperti stoberi terlihat sangat manis, suhu tubuh mu meningkat karna jantung mu berdetak dengan cepat, dirimu yang seperti ini bagai bunga bermekaran dipagi hari sungguh lezat”
Dia mengelus pipi Lina dengan lembut. Penciumannya tak bisa dibohongi lagi bola matanya berubah menjadi ganas dan siap kapan saja menerkam makanannya, perlahan hidungnya ia dekatkan ke leher Lina yang terihat begitu nikmat dan mulai mengendus aroma seperti gula-gula bahkan lebih manis lagi, dia sungguh menikmatinya tak sadar ia menjilat leher Lina sepertinya ia sudah tak tahan lagi dengan godaan manis itu, menyadari hal tersebut Lina langsung bertindak cepat dengan susah payah dia mendorong Zoe dan akhirnya berhasil walaupun usahanya hanya mampu mendorong Zoe beberapa senti saja.
“Berhenti menolak kau hanya akan membuat diri mu tersiksa” Di raihnya tangan Lina yang telah mendorongnya, sekali lagi dia mengendusnya tanpa basa-basi dia menggigit pergelangan tangan Lina.
“Emmm...” Rasa sakit menyebar keseluruh tubuh sampai-sampai badan Lina sedikit gemetaran, Lina bisa merasakan darahnya dihisap oleh Zoe secara perlahan darahnya mengalir keluar membasahi kulit Lina, empat tegukan Zoe berhenti menghisapnya ia menjilat tumpahannya dia benar-benar menikmati tapi dapat dilihat sama seperti yang terjadi sebelumnya luka Lina pulih dengan cepat.
“Aku mohon berhenti” Ucap Lina ketakutan.
__ADS_1
“Tenang saja kau tidak akan mati kehabisan darah itu karena ciuman pertama ku sudah ku berikan kepada mu, apa kau tidak merasa bangga akan itu?”