Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Hari penuh makna


__ADS_3

Nikmat nya menyeruput mie instan malam begini, kuah nya yang hangat serta mie nya yang lembut berpadu rasa toping nya menghangatkan badan sekaligus mengenyangkan perut meski tidak bertahan lama.


Lina duduk sendiri di meja makan, ia menikmati mie instan yang ia buat. Sebenarnya perut nya tidak terlalu lapar tapi karena cuaca sedang dingin dan dia tidak punya penghangat ruangan jadi makan mie instan dan makanan hangat adalah tindakan yang benar.


Sejenak Lina memegang lehernya yang terbalut perban, dia teringat kembali bagaimana Cerol melakukan nya dengan hati-hati, fikir nya dia sudah salah menggoda Cerol harusnya tadi dia langsung saja mencium Cerol.


"Aiss...apa yang ku fikirkan" Mengomel sambil memukul-mukul kepalanya dengan pelan dan cepat.


Lina menghabiskan kuah mie instan dengan satu tegukan dan menyeka mulut nya tak lupa meja dibersihkan, sekarang Lina bersiap ke kamar untuk tidur.


kicauan burung membangunkan Lina, selimut yang menutupi seluruh tubuhnya cepat-cepat ia buka, dengan wajah panik dan rambut acak-acakan ia buru-buru melihat jam di ponselnya. Gawat ia terlambat bangun, segera ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya. Saat ia sedang mencuci wajahnya tiba-tiba ia berhenti karena teringat sesuatu seperti nya ada yang ia lewatkan di dinding kamarnya.


Dia berdiri depan kalender yang ada dalam kamar nya. Dia menatap kalender dengan wajah kesal, percuma bangun buru-buru ternyata hari ini tanggal merah. Di pukul nya kalender tadi dengan handuk kecil yang melingkar di lehernya.


Tidak seperti hari-hari biasanya, Lina sarapan dengan makanan sehat hanya karena dia tidak punya waktu untuk masak jadi hanya bisa masak mie instan.


Wah...wangi masakan Lina sangat menggoda, ku fikir dia tidak pandai memasak.


"Hari yang di tunggu" Ucapnya dengan riang.


Suapan pertama gagal total, bel pintu berbunyi dengan nyaring membuat Lina kehilangan nafsu makan nya, sendok di tangan nya di hentakkan ke meja dengan sedikit keras. Orang yang menekan bel benar tidak tahu waktu. Ais...dengan kesal Lina membuka pintu tapi rasa kesalnya hilang ketika melihat 3 sahabat nya datang berkunjung.


"Kalian?"

__ADS_1


"Maaf kami tidak mengabari dulu" Dengan ekspresi manis Yumina menatap Lina agar tidak kena omel tentunya.


"Wah...aroma apa ini? sangat enak" V langsung menerobos masuk karna mencium sesuatu yang enak dari dapur.


"Tidak apa, ayo masuk!" Lina merubah raut wajah nya menjadi lebih santai.


V hanya mendekatkan hidung nya ke makan di meja, menikmati aroma sedap nya tapi tidak berani menyentuh takut Lina marah.


"Apa hidung mu tidak bisa mencium dengan baik" Ucap Lina datang bersama Cerol dan Yumina.


"Hahaha. aroma nya sangat enak"


"Makan saja kalau mau" V terdiam melihat Lina sebentar.


"Jangan sampai tersedak, pelan saja" Ucap Lina mengingat kan V.


"Hehe masakan mu enak sekali, ku fikir kau tidak bisa masak"


"Memang aku tidak masak, jadi jangan makan lagi"


"Hahaha jangan seperti itu, aku hanya bercanda"


Sarapan makanan hangat saat pagi hari memang sangat cocok apa lagi saat cuaca dingin seperti ini. Aku juga ingin tapi mereka hanya memberi ku makan minuman merah yang dingin.

__ADS_1


Mereka datang ke rumah Lina untuk mengajak nya pergi ke taman hiburan lalu nonton di bioskop.


"Kenapa tidak mengajak dia juga?" Yang Lina maksud adalah kekasih Yumina.


"Dia sedang ada urusan"


"Jangan begitu, ajak saja dia. Lagi pula aku juga merasa bersalah karena waktu mu lebih banyak bersama kami dari pada dia, jadi ajak saja"


"Tapi aku tidak enak jika bersama dengan nya"


"Jangan khawatir ada V menemani ku" Sambil menyenggol V yang sedang lahap makan.


"Emm? haha iya Lina benar, ajak saja pacar mu. Jangan khawatir"


"Aku juga bisa menemani mu" Cerol berbicara seolah-olah dia sedang cemburu.


"Lihat aku punya dua kekasih" Lina mencoba menggoda Cerol dan V.


"Apa maksudmu? cukup satu saja, kau ini" Ucap V dengan nada agak kesal.


"Kenapa kau marah?"


"Bukan begitu. Tapi begitu" Hehe membingungkan kalimatnya.

__ADS_1


Lina tertawa kecil melihat tingkah V.


__ADS_2