Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Mafia #2


__ADS_3

Cuaca hari ini cerah berawan waktu yang tepat untuk keluar berjalan-jalan, tidak bagus juga jika cuaca cerah sekali maksudku tingkat UV yang tinggi sungguh sangat berbahaya, itu dapat melukai kulit jika tidak menggunakan tabir surya. Seperti biasa Lina berdandan tomboy tapi tetap stylish sangat menarik menurutku dia bisa tetap berdandan sesuai sifatnya namun tidak kuno kelihatan, lain halnya dengan Yumina dia berdandan seperti anak gadis pada umumnya imut dan mempesona sedangkan V dan Cerol jangan tanya lagi mereka selalu terlihat cool meskipun begitu mereka tidak sama dengan lainnya mereka tetap murah senyum kepada semua orang terutama kepada lansia mereka juga sangat menyukai anak-anak.


Benar saja sangat ramai di taman banyak yang datang berkunjung, dengan berbagai permainan menambah keseruan.


“Permainan apa yang akan kita mainkan terlebih dahulu?” Ujar V yang bersemangat.


“Kau ini kita baru saja sampai, bagaimana jika kita membeli minuman aku sangat haus mungkin karna cuacanya terlalu terik jadi aku mudah lelah” Usul Yumina.


“Jelas-jelas cuacanya berawan bagaimana bisa itu membuat mu cepat lelah”


“Diam! Kau selalu saja merusak suasana, Lina ayo kita pergi membeli minuman kau suka jus jeruk bukan?” Wah tidak ku sangka Yumina yang lembut kemana perginya.


“Dasar perempuan cerewet sekali” V menggerutu kesal.


Mereka melanjutkan berkeliling taman dan memainkan beberapa permainan hadiahnya diberikan pada Lina. Tapi masih ada satu wahana yang belum mereka kunjungi yakni rumah hantu, menurutku tempat itu tidak seram sama sekali jika aku yang masuk keadaan bisa terbalik para hantu manusia itu yang akan takut melihat ku ayo siapa yang sudah bosan hidup? Daftarkan diri anda pada situs saya jiwa yang penuh kesengsaraan adalah makanan paling enak. Wkwk hanya bercanda itu terdengar seperti situs jasa iyakan?.


“Ayo kita mainkan wahana terakhir ini” Ujar Yumina.


“Kau serius ingin masuk kedalam Yumina?” Sahut V dengan gugup.


“Ada apa jangan-jangan kau takut?”

__ADS_1


“Kau bercanda? Mana mungkin aku takut itu hal kecil saja, serahkan padaku”


V masuk dalam perangkap Yumina, Yumina tahu V sangat takut pada hantu jadi ini kesempatan bagus untuk balas dendam padanya, sabar V tamatlah riwayat mu kali ini.


Langkah demi langkah mereka menelusuri lorong rumah hantu, tak dapat dipungkiri wajah ketakutan tersembunyi dibalik langkah V yang sengaja ia pelan kan, suara aneh mulai berseteru beragam suara membuat bulu kuduk merinding juga benda-benda mulai bergerak sendiri, boneka pajangan yang didandani menyeramkan tiba-tiba memutar badannya menghadap V sontak dia berteriak terkejut. Yumina memang benar ucapannya saja yang meyakinkan tetapi tidak dengan tindakannya, dia tidak cocok dengan Lina bagaimana dia akan melindungi Lina dari segala bahaya.


Ketegangan sepanjang jalan mencekam, jantung seakan tak mau berdetak, keringat dingin dan kaki kaku dirasakan V. Kasihan juga melihatnya dalam keadaan seperti itu, Yumina pasti merasa sangat puas melihat V begitu ketakutan dia berusaha keras menahan ketakutannya, jujur sebenarnya sewaktu kecil dia memiliki trauma dengan tempat gelap dan bukannya takut pada hantu, Yumina sudah salah besar dia tidak sadar telah menyakiti V secara tidak langsung dia mengigatkan V kepada trauma besarnya. Untunglah sudah hampir sampai dipintu keluar dan untungnya lagi Lina mengerti keadaan V ditengah perjalanan tadi dia memberikan permen kepadanya itu dapat membuat V lebih tenang, Lina juga memegang pundak kiri V tujuannya agar V tahu jika ada orang disampingnya dan bukan hanya dia seorang, Yumina dan Cerol berjalan didepan Lina dan V sehingga mereka tidak melihat keadaan V, seandainya Yumina tahu akan trauma V dia pasti akan sangat menyesal mengajak V kerumah hantu.


Akhirnya pintu keluar sudah terlihat mereka akhirnya keluar dengan selamat dan berjalan menjauh dari pintu keluar, tapi ada yang tidak beres Lina menghilang namun mereka belum menyadarinya.


“Syukurlah aku masih hidup” Seru V membuang nafas lega.


“Kenapa kau bilang begitu V apakah didalam tadi kau sangat ketakutan sehingga kau membuang nafas panjang ” Kata Yumina dengan nada senang.


“Hey! kau dengar tidak?” Yumina membentak V.


“Apa kalian melihat Lina? Dia bersama dengan ku tadi tapi kenapa dia tidak keluar bersama kita?” V mulai khawatir.


“Apa maksud mu ku fikir dia dibelakang mu karna kau yang keluar duluan” Tanya Cerol.


“Aku fikir juga begitu lalu kemana dia. Yumina kau melihatnya?”

__ADS_1


“Aku tidak melihat dia karna kami berjalan didepan kalian berdua” Yumina juga mulai khawatir, Lina tidak biasa pergi tanpa memberi tahu mereka dulu. V mencoba menelfon Lina tapi nomornya tidak aktif mereka kini sangat khawatir dan mulai berpencar mencari Lina setelah mereka masuk kedalam rumah hantu berharap mereka menemukan Lina.


Suara langkah kaki terdengar sayup ditelinga Lina semakin dekat dengan dirinya. Pandangan kunang-kunang membuat matanya berat sehingga sulit untuk melihat dengan jelas, sesekali dia menggeleng-gelengkan kepala untuk menghilangkan pandangan kabur sambil mengedipkan kedua matanya agak lama. Tiba-tiba dagunya dipegang oleh seseorang dan mengangkat sehingga wajah Lina bertatapan dengan orang itu tapi Lina tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, penerangan seadanya membuatnya semakin sulit melihat dengan jelas. Dia berbicara pada Lina dengan suara pelan tidak jelas apa yang dia katakan sementara Lina masih berusaha menyadarkan dirinya sendiri dia menunjuk seseorang dibelakangnya dengan kedua tangan dan kaki diikat dikursin didengar dari suaranya bisa diketahui jika dia seorang wanita, ia meronta sambil berteriak minta tolong.


“Diam!” Teriakan ancaman pria yang berdiri didepan Lina membuatnya terdasar walaupun tidak sadar sepenuhnya, menyadarkan keadaannya dengan kedua tangan diborgol dan digantung menggunakan rantai panjang, untung saja tubuhnya baik-baik saja tidak luka.


“Kau lihat? Dia meminta tolong padamu setelah dia menjualmu padaku”


“Apa yang kau bicarakan?” Lina hanya bisa bertanya dengan nada pelan karena kepalanya masih pusing.


“Hutangnya banyak dan berjanji akan melunasinya tapi dia mengingkarinya, ku beri dia satu kesempatan tapi malah mencoba melarikan diri dan disaat-saat ajalnya dia menjual seorang gadis padaku. Ternyata itu dirimu, tidak sia-sia mencarimu ternyata wanita sialan itu menjual gadis berparas manis dan menggoda”


“Kau punya urusan dengannya kenapa melibatkan ku”


“Kau sudah menjadi milikku jadi tenang saja hidupmu tidak akan kesulitan lagi”


“Pergi ke neraka saja kau akan mendapatkan gadis impianmu”


“Kau!” Dia sangat murka, dia menyuruh anak buahnya menarik rantai yang mengikat tangan Lina sehingga badan Lina ikut tertarik ke atas, sontak Lina berteriak kesakitan.


“Ternyata kau tahu sakit juga rupanya. J angan bilang wanita sialan itu berbohong”

__ADS_1


“Katakan padaku apa yang sudah dia janjikan padamu sehingga kau mudah saja percaya padanya?” Lina menyeringai, dia masih saja sempat terseyum jahat seperti itu. Melihat Lina menatapnya dingin pria itu tertawa lepas.


“Tatapan itu benar-benar tatapan seorang pembunuh bayaran ku fikir dia menipuku lagi”


__ADS_2