Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Mafia #3


__ADS_3

Dari kata-katanya aku yakin dia punya niat tersembunyi sikapnya tiba-tiba sangat bersemangat mengetahui identitas Lina, di liriknya wanita dibelakangnya lalu kembali terseyum. Wanita itu tidak lain adalah ibu angkat dari Lina, pantas saja dia mengetahui segalanya.


Pria itu ingin Lina membunuh seorang gadis tapi kenapa hanya seorang gadis pria itu menyuruh Lina turun tangan karena biasanya Lina bekerja untuk orang penting saja maksudku adalah orang-orang yang sedang bersaing didunia politik, perusahaan ilegal dan mafia tapi paling sering yaitu antar mafia. Pasti gadis itu bukan gadis sembarangan mungkin gadis itu berasal dari keluarga kaya dan berhubungan dengan perusahan ilegal.


Dia mengancam Lina jika tidak mau menerima perintahnya maka ibu angkatnya itu akan dibunuhnya.


“Kalau begitu aku harus berterima kasih padamu karena membalaskan dendamku tanpa harus mengotori tangan”


“Peringatan ku kau anggap main-main rupanya. Baiklah! Lalu bagaimana jika ku katakan panti asuhan kesayangan seseorang hari ini akan terjadi sesuatu, umm? Bagaimana?”


“Ternyata kau ahli dalam mengancam orang. Berikan datanya”


“Jangan buru-buru begitu kita masih punya banyak waktu sampai nanti malam bagaimana jika kita bersenang-senang dulu” Tangannya sangat tidak sopan dengan perlahan dia meraba perut hingga kedada Lina.


“Siapa yang bilang kau boleh menyentuhnya?” Seperti suaranya Zoe, oh memang dia ternyata datang sebagai pahlawan kesiangan, dengan santai dia berjalan menuju Lina.


“Siapa kau bagaimana kau bisa masuk. Hey! Apa yang kalian tunggu cepat bereskan dia” Dengan kesempatan ini Lina membuka borgol dengan jepitan kecil, menyadari rantai yang menahan Lina sudah terbuka pria itu memutar kepalanya untuk melihat Lina tapi sayang sekali nyawanya melayang dengan cepat, Lina menusuk lehernya lalu dengan cepat mengambil pistol pria itu. beradu tembak terjadi dengan hebat, pria yang dibunuhnya duluan dijadikan sebagai perisai, Lina menyelesaikannya dengan cepat.


“Perlu bantuan?” Menjengkelkan sekali dengan nada mengejek seperti itu siapa yang mau menerima bantuannya dasar Zoe.


Masih ada satu tertinggal hampir saja Lina celaka tapi dengan kecepatan tangannya dia melayangkan jepitan rambut kecil tepat kearah anak buah pria tadi, jepitan itu menabrak peluru yang ditembakkan kearahnya dan menembus peluru itu hingga tertancam didahinya. Sungguh Lina pembunuh profesional.


“Mati saja kau” Ucap Lina dengan santai lalu meninggalkan Zoe. Tapi sepertinya bajingan kecil itu tidak membiarkan Lina pergi begitu saja dia menahan tangan Lina, Lina berbalik badan dan menodongkan pistol tepat didada Zoe.


“Kejam! Kau tega melakukan ini pada ku?”

__ADS_1


“Menurut mu? aku tega atau tidak semuanya tergantung dari sikap mu, aku sudah muak dengan sikap mu yang merasa berkuasa atas segalanya. Diam bukan berarti tidak berdaya tapi diam untuk mecari tahu kelemahan musuh. Kita sudah lama saling mengenal kau tahu itu”


“Apa ini sebuah ancaman?” Lina terseyum mendengarnya.


“Bagaimana menurut mu? ini sebuah candaan atau peringatan. Tidak lama lagi semuanya akan terjawab” Lina berbalik badan, dia berjalan 4 langkah kemudian menghentikan langkah dan dia berkata.


“Lagi pula peluru ini tidak akan bisa membunuh mu karna aku tahu jantung mu tidak akan merasakan sakit apalagi sampai hancur. Benarkan?” Lina mengangkat dan menjatuhkan pistol di sampingnya, Lina pergi menjauh meninggalkan Zoe.


Kembali pada Yumina dan kedua sahabatnya. Mereka mencari Lina diseluruh taman tapi tak menemukan jejak Lina.


“Bagaimana sekarang?” Tanya V sambil duduk dibangku taman menghadap Yumina dan Cerol yang sedang berdiri.


“Apa yang harus kita lakukan atau kita hubungi polisi saja, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Lina” Seru Yumina, dia panik sekali.


“Tenang dulu kita tunggu sebentar lagi jika Lina belum kembali baru kita hubungi polisi” Benar sekali Lina tidak akan dianggap orang hilang jika belum 48 jam berlalu dan polisi tidak akan melakukan tindakan.


“Lina?!” Ucap mereka bersamaan.


“Lina dari mana saja kau? Kami mencari mu kenapa kau menghilang begitu saja? Kami sangat khawatir, apa yang kau lakukan Lina?” Tanya Yumina bertubi-tubi.


“Maaf sudah membuat kalian khawatir”


“Apa kau baik-baik saja? Kau kemana? Kau tahu kami ingin menghubungi polisi untuk mencari mu” V ikut bertanya buru-buru pada Lina.


“Aku benar-benar minta maaf, setelah keluar dari rumah hantu aku terpisah dari kalian, aku juga mencari kalian tapi tidak tahu kalian dimana”

__ADS_1


“Aneh, jika kamu mencari kami lalu kenapa kita tidak bertemu, kami mencari diseluruh taman” Cerol merasa ada yang janggal dengan penjelasan Lina jadi dia bertanya seperti itu.


“Mungkin karena aku berada ditoilet cukup lama jadi kita tidak bertemu” Walaupun sudah mendengar penjelasan dari Lina Cerol masih tidak bisa percaya ini semua hanya kebetulan, awalnya Cerol percaya jika Lina terpisah dari mereka karena ramai sekali hingga harus berdesak-desakan tapi mendengar penjelasan Lina, Cerol menjadi ragu.


“Sudahlah jangan bahas itu dulu, sebaiknya kita pulang tapi kau baik-baik saja Lina?” Ucap Yumina tiba-tiba.


Setelah meyakinkan mereka jika Lina baik saja mereka kemudian pulang kerumah Lina.


“Apa yang harus kulakukan?” Ucap Lina membatin, dia duduk sendiri jendela sambil menatap bulan sabit malam ini, sinarnya sebagian tertutup awan. Kesedihan begitu terpancar dari tatapan matanya, walau masa sulit sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu tapi tetap saja semua itu tidak mudah memudar begitu saja, masih berbekas. Masih ada diotak. Masih ada dan selalu ada.


“Lina? Apa yang sedang kau lakukan, bahaya duduk disana. Turun Lina!” Yumina datang memanggil Lina untuk makan malam.


“Suasana malam ini sangat senyap tapi rasanya luar biasa”


“Apa yang kau katakan, Lina ayo cepat turun!”


Yumina menarik tangannya Lina dengan keras sehingga keseimbangan tubuh Lina jadi tidak stabil. Lina jatuh tepat diatas Yumina dan sedikit menindih Yumina, salah satu telapak tangan Lina menahan kepala Yumina agar tidak terbentur kelantai dan tangan satunya lagi berpijak dilantai menahan badannya sendiri, mereka saling bertatapan.


“Kalian?! apa yang sedang kalian lakukan?” V tertekun melihat Lina dan Yumina. Cerol dan V datang diwaktu yang tidak tepat ini bisa jadi salah paham. Buru-buru mereka bangkit berdiri.


“Aku lapar” Lina meninggalkan kamar dengan acuh tak acuh.


“Lina tunggu!” Yumina menyusul dari belakang.


“Apa yang terjadi?” V sangat kebingungan.

__ADS_1


“Ayo makan” Cerol juga nampak tak peduli dengan apa yang terjadi barusan, dia tahu apa yang dia lihat tidak sama seperti dibenak V.


__ADS_2