Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Konspirasi #6


__ADS_3

Buru-buru mengambil rosario dan bawang putih dari laci, Zoe yang ditahu nya masih berada di ruang nonton nampaknya sudah berdiri tepat di belakangnya.


“Apa kau berniat membunuh ku?”. Kata Zoe secara tiba-tiba mengejutkan Lina yang sudah memegang kedua benda suci tadi lalu dia segera berbalik badan dan mengarahkan kedua benda tadi ke Zoe.


“Jangan mendekat kalau tidak kau akan mati”.


“Hahaha apa barusan kau mengancam ku? Lucu sekali kau ini”.


“Aku serius jangan meremehkan ku dasar bajingan”.


“Ow...kau salah berucap lagi hukuman mu kini bertambah 2 kali lipat, apa jangan-jangan kau pura-pura saja supaya aku menghukum mu berulang-ulang kali? Hehe sepertinya begitu”.


Lina sekarang ketakutan detak jantungnya melaju dengan kecepatan tinggi kedua tangan nya sedikit gemetar rasa-rasanya ingin lompat keluar jendela .


“Apa kau sedang menggoda ku dengan ekspresi indah mu itu? Ternyata kau gadis nakal”.

__ADS_1


Digenggam dan ditariknya kedua tangan Lina dan merebahkan setengah tubuh Lina di tempat tidur sementara kakinya menggantung, diletakkannya kedua tangan Lina tadi di dekat kepala Lina sendiri maksud ku terbentang lurus ke atas, ingin berteriak tapi lorong pita suaranya serasa ada yang menyumbat ia berusaha sekuat tenaga mengeluarkan sepatah kata.


“Tolong hentikan maaf jika sudah membuat mu tersinggung”. Lina tak sanggup melihat wajah menyeramkan si gila itu jadi dia menutup kedua matanya dan memiringkan kepala ke samping kiri.


“Sayang sekali aku sudah terlanjut marah pada mu oleh sebab itu kau harus mendapatkan akibat dari perbuatan mu”.


“Aku mohon pada mu aku benar-benar minta maaf”.


“Hahaha ke mana sikap sombong mu itu kenapa nyali mu jadi ciut begini?. Sudah cukup bicaranya sekarang waktunya memberikan mu ganjaran”. Lina kembali terkejut bercampur takut dibukanya matanya segera dan melihat Zoe.


Dasar gila dia benar-benar sudah kehilangan akal sorotan matanya ku kenal betul dia menjadi liar dan bergairah ku rasa pengendalian dirinya sangat buruk berada dalam keadaan seperti itu dia bisa saja membunuh Lina, aksinya dimulai dari mencium bibir Lina terasa hangat dan licin astaga apa ini tak disangka dia pria mesum dia mencumbu korbannya dengan ganas sementara itu Lina tak bereaksi maksud ku adalah dia hanya diam tak melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan si mesum itu bukan berarti dia menikmatinya jika dia diam seperti itu, Lina sesekali bersuara suara ini seperti suara tidak menerima atau tidak nyaman terlihat jelas dari matanya yang berkaca-kaca rasanya ingin melarikan diri tapi tidak bisa “Tolong hentikan!” ucap Lina dalam hati tentu si brengsek itu mendengarnya tapi dia tidak menghiraukan keluhan sang korban malah terus melanjutkan aksinya, aku sungguh tidak sanggup menceritakan kejadian seperti ini sangat memalukan bagi ku.


Jeritan hati beberapa kali ingin terucap tapi tak bisa sehingga hanya membatin saja sungguh kasihan Lina apa dia bisa bertahan dalam keadaan seperti ini? Sementara si mesum melancarkan aksinya lagi astaga apa aku harus menceritakan bagian ini juga? Aku benar-benar tak sanggup lagi, memang bukan aku yang mengalaminya tapi aku mengerti betul bagaimana perasaan Lina saat ini ais dasar brengsek seandainya saja aku ada di sana akan ku kirim langsung orang gila ini ke api abadi, satu persatu kancing baju seragam sekolah Lina ia buka situasi ini menambah ketidaknyamanan Lina dan kembali bersuara “Emmm!” tidak terima dengan apa yang dilakukan si mesum itu tapi apa yang bisa Lina perbuat dia tidak bisa apa-apa tangannya dikekang erat, ia menghentikan ciumannya lalu menatap Lina sambil tersenyum jahat mata korban nya terus berkaca-kaca.


“Apa ini ciuman pertama mu?. Pantas saja cara mu sangat buruk sepertinya kau juga harus mendapatkan bimbingan dari ku”.

__ADS_1


Eh...tidak perlu dasar mesum gila yang ada kau hanya menjadikannya sebagai kesenangan mu saja.


“Cukup untuk hari ini”. Mengejutkan sekali genggaman tangan nya pada Lina ia lepaskan perlahan dan menjauh membelakangi Lina yang segera menopang tubuhnya untuk bangun dari tempat tidur, dia meremas bajunya agar benda yang selama ini ia jaga dengan aman tidak terlihat walau bagian perutnya masih terpampang jelas, lega bercampur bingung terasa sekarang lega karena telah lepas dari cengkraman Zoe bingung karena dia tiba-tiba pergi begitu saja dan hanya mengatakan empat kata tadi.


Dengan segala Zoe padanya Lina kelihatannya sudah mulai habis kesabaran sudah cukup semua kelakuan buruk yang ia terima dari pria tak tahu diri itu, wajah penuh amarah sambil mengepal kedua tangan, dia memutar pandangannya pada lampu belajar di kirinya eh dasar angin sialan tidak bisa membaca situasi dia secara tiba-tiba masuk menerobos jendela kamar membuat kedua penutup jendela lebar dengan suara yang keras menghantam permukaan tembok, kain penutupnya menari terbuai memperlihatkan bulan purnama pertama diawal maret ini.


“Sial! Aku lupa”. Kini Lina mengerti dengan keadaan yang menimpanya barusan, malam bagi para predator untuk makan dan dia baru sadar ada darah segar mengalir dari mulutnya membasuh sudut bibirnya, di lapnya menggunakan tangan lalu memandangi sebentar darah tersebut yang tak lain dan yang tak salah lagi itu adalah darah milik Zoe.”


“Ini?”. Lanjutnya lagi.


Sementara itu di tempat lain Zoe bergumam kesal.


“Dasar gadis nakal lihat saja aku akan membuat mu membayar yang telah kau lakukan pada ku jangan harap kau bisa lari”


Hari ini cerah berawan mengiringi kicauan burung kecil yang bertengger di pohon-pohon membuat mata Lina terbuka perlahan walau harus menahan kantuk dia tetap harus bangun secepatnya karena jika dia sampai terlambat entah ocehan apa lagi yang menusuk kedua kupingnya pagi-pagi didalam ruang wali kelas, namun andai dulu dia mengisi daftar hadirnya dengan baik mungkin ocehan sang guru tak pernah terdengar hingga terus terniang dalam kepala wah merepotkan sekali kejadian semalam tentu ada dampaknya terhadap moodnya menjadi lebih sensitif dari biasanya wajahnya datar dan dingin seperti salju sorotan matanya jangan ditanya lagi ini menyeramkan untuk dipandang, sebenarnya semenjak dia naik kelas 3 dia selalu datang cepat karena alasan yang tadi dia tidak ingin lagi mendengar ocehan panas dari sang guru jadi dia mengambil inisiatif untuk datang lebih awal lalu melanjutkan tidurnya didalam kelas, kenapa didalam kelas sebab jika dia tidur ditempat biasanya dia tidak bisa mendengar bel masuk lagipula tidir dikelas tak ada seorang pun yang berani mengganggunya kecuali Zoe dan ada satu lagi gadis yang pernah mengganggu Lina tidur, kata wali kelas jika dia tidak merubah sikap buruknya yang selalu datang terlambat dia tidak akan dinaikkan ke kelas 3.

__ADS_1


__ADS_2