Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Manis #1


__ADS_3

Hari ini sangat panas rasanya badan ku mau meleleh, berjalan di tengah keramaian ditambah bisingnya suara kendaraan membuat ku tambah panas, bisa aja aku teleportasi tapi aku tidak bisa menjamin besok aku tidak ada di berita utama, biarlah nikmati saja.


Sepertinya aku tidak terlalu sial, kota apa ini? mereka menyediakan minuman gratis, aku melihat ada beberapa anak muda mengambil minuman di lemari yang di letakkan dekat halte bus, seorang wanita menekan tombol kecil lalu minuman keluar dengan sendiri. Baru kali ini aku melihat yang seperti itu, aku juga ingin minuman gratis. Tanpa berlama-lama saat anak muda itu pergi aku segera menghampiri lemari minuman itu, semuanya tampak enak apa lagi botol yang berwarna pink terlihat sangat manis, tanpa sadar air liur ku telan melihat berbagai macam minuman gratis. Ku pencet tombol kecil seperti yang dilakukan oleh gadis tadi dengan hati-hati beberapa saat menunggu tapi belum keluar, ku coba menekannya lagi sedikit agak keras dan menunggu tapi tidak ada hasil. Fikir ku di pencet beberapa kali secara bersamaan mungkin baru bisa keluar tapi setelah menunggu agak lama akhirnya. Minumannya tak kunjung keluar.


“Apa ini rusak?” Sambil mengguncang sedikit lemari itu berharap minuman akan segera keluar.


Menekan tombol lalu mengguncangnya lagi, aku tidak peduli pada orang yang lewat mereka melihat ku dan berbisik mengatai ku tidak waras, rasanya ingin membalikkan lemari ini kesal sekali. Untunglah ada seorang pria muda memakai seragam sekolah datang menghampiri ku, dia berniat membantu.


“Apa ada masalah?” Tanyanya yang tak ku sadari sudah berdiri di samping ku.


“Lemari ini rusak, minuman ku masih di dalam”


“Lemari?” Dia heran mendengar aku menyebut lemari.

__ADS_1


“Iya apa lagi kalau bukan lemari” Menoleh melihat pria muda itu, jujur aku terpanah melihatnya bukan karena dia tampan, di kastil ku juga banyak yang lebih tampan dari manusia, tapi terpanah karena aroma tubuhnya manis, beberapa saat kemudian aku mengalihkan pandangan ku darinya dan berfokus pada lemari sialan itu.


“Apa nona punya uang? masukan ke sini lalu tekan tombolnya, minuman nona akan keluar”


“Aku. Aku tidak punya uang” Dia tertawa kecil.


“Biar saya bantu”


“Benda berwarna merah dan pink memang selalu nikmat” Baru mencium aromanya saja sudah membuat ku bahagia apa lagi sudah mencoba rasanya.


Aku tidak peduli dengan tempat duduk, ku nikmati minuman ku sambil berdiri. Ku teguk dengan perlahan muncul sensasi lembut, dingin dan manis saat membasahi tenggorokan ku apa ini yang di sebut kenikmatan? Tapi sayang cepat habis masih ingin tapi mengigat yang di katakan pria muda tadi harus ada uang baru bisa mengambil minuman, berhubung aku tidak punya uang jadi botolnya ku simpan nanti ku tunjukan pada Tein dan meminta dia membeli banyak yang seperti itu. Setelah menghabiskannya perjalanan ku lanjutkan.


Kaki ini sangat lelah ingin cepat-cepat membaringkan seluruh tubuh di kasur.

__ADS_1


“Tuan anda sudah pulang” Sambut Tein.


“Bagaimana apa kau menikmati hari mu?” Ucap Nean dengan nada ketus.


“Aku lelah, jangan ganggu aku" Ingin sekali langsung ku kremasi dia.


“Tuan lapar? Saya akan menyiapkan makanan” Seperti biasa Tein sangat mengerti.


Ku dekati dia dengan perlahan lalu mencium bibirnya dengan lembut tentu dia terkejut baru kali ini aku menciumnya, ku masukkan lidah ku ke dalam mulutnya lalu menghembuskan nafas ku sekali. Bekas minuman masih terasa manis di bibir ku, biar dia merasa bagaimana rasa minuman tadi.


Bisa saja botol nya ku berikan agar gampang di beli tapi beberapa jam yang lalu di jalan aku kehilangan botol minuman ku gara-gara di senggol anak kecil, dia mengira aku tidak melihat tempat sampah makanya ku bawa sepanjang jalan jadi dia membuangnya di tempat sampah. Ingin menghentikannya sudah tidak sempat, mau di pungut kembali tapi aku malu, dengan memendam rasa kesal aku hanya dapat berkata terima kasih kepada anak kecil itu, sungguh sial.


“Belikan aku minuman dengan rasa dan aroma seperti itu” Ucap ku setelah melepas ciuman dan pergi ke kamar, Tein dan lainnya hanya terdiam kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2