Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Konspirasi #1


__ADS_3

Memasang dasi, merapikan jas sekolah, memakai kaos kaki dan sepatu namun sebelum dia beranjak meninggalkan rumahnya di pastikan nya jendela dan pintu terkunci dengan rapat baru dia berangkat menuju masa depan eh maksud ku sekolah.


Tak bosan-bosannya dia berjalan melewati lorong yang begitu sepi seperti ini ya mau apa lagi ini adalah satu-satunya jalan tercepat menuju ke sekolah, pagi ini dia kembali bertemu dengan kucing yang biasa berikan roti merasa penasaran kemana selama ini dia membawa roti yang diberikannya Lina mengikutinya kucing itu melompat tembok lorong untuk pergi ke lorong berikutnya 4 blok lorong di lewati kucing itu sambil di ikuti Lina dari belakang dengan hati-hati di ikutinya kucing itu diam-diam agar tidak kehilangan jejak, lorong ini menjadi yang terakhir di lewati kucing itu sekaligus menjadi tempat tujuannya di lihatnya bokong kucing itu dia menggoyang-goyang ekornya seperti ada seseorang yang bertemu dengan kucing itu dan pastinya orang itu di sangat kenalnya tak mungkin kucing itu menggoyang-goyang ekornya layaknya di elus oleh pemiliknya, Lina semakin penasaran dengan perlahan Lina mendekati kucing itu ingin melihat siapa yang bersamanya diintip nya kucing itu dan sontak Lina terkejut bukan main melihat pria itu sedang mengelus-elus kepala kucing gemuk itu roti yang di berikan Lina kepada kucing itu kini berada di tangan pria itu sebagai gantinya diberikannya kucing itu kue coklat, Lina tak menyangka selama ini roti yang di berikan kucing itu dia yang mengambilnya.


“Sial jadi selama ini dia yang mengambil roti itu” Oceh Lina dalam benaknya dia segera berlalu menjauh dari lorong, terus berjalan tanpa menyadari jika lorong yang ia lalui bukanlah lorong menuju ke lorong tempat dia memulai penyelidikannya menyadari itu Lina menghentikan langkahnya dan menoleh ke kanan dan kiri, kebingungan melihat lorong yang semuanya nampak sama sepertinya dia tersesat.


“Apa kau tersesat” Suara pria itu membuat Lina terpaku dan terkejut yang berasal dari belakangnya, Lina menoleh menatap tajam pria itu, senyuman pria itu terlihat kejam dan menyebalkan membuat Lina semakin kesal.


“Bukan urusan mu”


“Astaga sepertinya kau benar-benar tidak berubah ya, galak seperti dulu”


“Diam lah”


“Baiklah sesuai keinginan mu, tapi ngomong-ngomong mengapa kau bisa ada di sini jangan-jangan kau mencari ku apa kau rindu pada ku?” Lina tak ingin lagi mendengar ocehannya jadi dia berpaling darinya tapi pria itu mencegahnya di raihnya tangan Lina lalu menariknya dan memojokkan Lina di dinding lorong.


“Apa yang kau lakukan”

__ADS_1


“Mengapa terburu-buru seperti itu? Bukankah sudah ku katakan tidak sulit bagi ku menemukan mu itu karena aroma tubuh mu yang menuntun ku datang pada mu. Ya ampun sepertinya sudah sangat lama saat terakhir kali aku mencicipi mu rasanya aku merasa panas boleh aku memintanya sedikit”


“Dasar cabul, menjauh lah dari ku”


“Apa kau marah? Tidak masalah kau juga tidak bisa melawan ku” Dia tersenyum jahat.


“Sial seandainya saja aku tidak mengikuti kucing tadi mungkin aku tidak akan bertemu dengannya” Ucap Lina membatin.


“Kau mengikuti kucing tadi atau tidak kita tetap akan bertemu, aku berencana untuk menemui mu duluan tak ku sangka kau datang sendiri pada ku bukankah ini takdir?” Hebat dia bisa tahu apa isi hati Lina, jangan heran sebab dia juga salah satu bangsa vampire origin dan Lina sudah tahu itu saat mereka masih bersama ketika mereka kecil.


“Kau! Mengapa sikap mu berubah seperti ini setahu ku kau tak pernah berniat untuk menyakiti ku tapi mengapa sekarang kau seakan lupa dengan janji mu dulu pada ku?” Dia terkejut mendengar Lina bicara soal janjinya dulu dia melepaskan kedua tangan Lina yang di kekang ke permukaan dinding lorong selain itu dia juga melangkah mundur di awali dengan kaki kanan dan di akhiri kaki kirinya, di menunduk sejenak sementara itu Lina memegang pergelangan tangan kanannya kerena merasakan sakit akibat di kekang terlalu keras oleh dia, tak berselang lama dia mulai tertawa jahat lalu menatap Lina dengan tajam warna manik matanya berubah menjadi tak normal dari warna mata manusia biasa Lina sampai-sampai dibuat takut olehnya.


“Terserah kau mau beranggapan apa pada ku tapi perlu kau tahu bukan aku yang menginginkan hal itu terjadi aku pergi bukan atas kehendak ku dan kau juga sudah tahu itu lalu mengapa kau marah pada ku atas kesalahan yang dibuat oleh orang lain?, beratnya penderitaan ku selama ini membuat ku lupa akan segala kebahagian yang pernah ku miliki, kau hanya bisa menyalahkan ku tapi kau sendiri tidak tahu apa yang ku alami seringkali menggoda ku untuk mengakhiri hidup ini, persetan dengan dunia ini aku sudah tidak peduli lagi. Tapi kau benar silahkan membenci ku sesuka mu itu akan membantu ku untuk mengakhiri hidup ini lebih cepat” Jawab Lina dengan santai.


Walaupun dia sudah tahu jika Lina menghilang dari kehidupannya itu karena wanita itu yang membawa Lina pergi dia tetap saja menyalahkan Lina.


“Sudahlah percuma saja bicara pada mu kau tidak akan pernah mengerti, buang-buang waktu saja” Lina berlalu darinya meninggalkan dirinya di belakang yang dipenuhi oleh kemarahan.

__ADS_1


Lina tertidur di kelas dia menyembunyikan dirinya di balik tirai jendela sendirian dia sedang menunggu murid lainnya datang astaga mengapa aku teringat pada Mina aneh sekali seperti Lina dan Mina itu tak jauh beda atau mungkin Lina adalah reinkarnasi dari Mina tapi apa mungkin itu terjadi? He, aneh.


Suara langkah kaki semakin jelas terdengar oleh Lina saat itu kemudian suaranya berhenti tepat di depan pintu kelas seperti sedang memandangi Lina, suara langkahnya kembali berlanjut mendekati Lina suara kursi di tarik dari bawah meja dan suara orang duduk juga terdengar jelas olehnya yang berada di samping kanannya tapi dia tak peduli, pria itu melirik Lina sesekali. Tiba-tiba Lina terbangun dari tidurnya di bukanya perlahan kedua matanya agar penglihatannya tidak buram angin membuat tirai jendela melambai sehingga tidak lagi menyembunyikan Lina matanya melirik pria tadi yang sedang mengamati dirinya ternyata itu V tumben sekali dia datang pada jam normal seperti ini, wajahnya langsung berpaling dari sorotan samping temannya itu Lina hanya tersenyum tipis seperti biasanya 1 menit kemudian dia angkat bicara dan memberanikan dirinya melihat Lina.


“Kau tidak masuk sekolah kemarin, ada apa dengan mu apa kau sakit?” Lina heran mendengar ucapan V padahal setahunya kemarin dia masuk sekolah hanya saja di membolos kelas dan kemarin juga dia sempat berselisih paham dengan sahabatnya tapi mengapa sekarang V seperti lupa ingatan?.


“Aku absen?”


“Em? Aneh sekali jangan-jangan kau lupa kemarin kau tidak masuk sekolah kami fikir kau sakit, kau juga tidak mengabari kami jadi Cerol mencoba menghubungi mu tapi ponsel mu tidak bisa selain itu kami juga pergi ke rumah mu tapi kata orang tua mu kau tidak mampir hari itu. Ada apa sebenarnya apa kau tidak tinggal bersama mereka? Aku benar-benar bingung”


“Itu” Ucapan Lina menggantung akibat Cerol dan Yumina datang, melihat Lina sudah kembali dia langsung memeluk Lina dia juga bertanya pada Lina.


“Lina?! Kemana saja kau kemarin kami mencari mu tapi kami tidak bisa menemukan mu, aku benar-benar khawatir pada mu”


“Aku menghubungi mu kemarin tapi kenapa ponsel mu tidak aktif?” Tanya Cerol pada Lina yang sedang memikirkan sesuatu, berdasarkan penjelasan singkat dari V tadi Lina menarik kesimpulan bahwa yang melakukan hal tak terduga itu siapa lagi yang bisa melakukannya pastinya teman masa kecilnya, oh maaf aku tidak memberi tahu namanya senjak awal bagi ku agak sulit mengingat namanya, nama pria itu Zoe.


“Lina! Ada apa?” Ujar Yumina.

__ADS_1


“Bukan apa-apa, aiss lapar” Dia mengalihkan pembicaraan dan segera berlalu dari mereka bertiga, tak tinggal diam mereka juga segera menyusul Lina ke kantin.


__ADS_2