Pengawal Gadis Maut

Pengawal Gadis Maut
Keluarga baru #1


__ADS_3

Hari mulai gelap, sial! Aku ketiduran di sini apa aku harus di sini sampai besok pagi?.


“Ah, sepertinya aku tidak sadar ternyata ini sudah malam. Tunggu! Sepertinya ada yang aneh, kemana kucing itu? Apa dia sudah pergi?. Biarlah mungkin dia pulang ke rumahnya”. Tak ku sangka dia kembali sama seperti posenya saat pertama dia datang tapi kali ini dia membawa sebungkus roti yang masih dalam kemasannya, di letakkannya roti itu di hadapan ku sambil menatap, dia imut tidak! ini terlalu imut.


“Kau kembali? Hey! Dari mana kau dapatkan itu apa kau mencurinya? Kau ini ternyata nakal juga”. Di hanya menatap ku.


“Apa ini untuk ku?”.


“Meong”.


“Hahaha kau baik sekali tapi kau juga harus makan bukankah kau juga senjak tadi belum makan? Hey jangan menatap ku begitu kau tambah imut jika begitu”. Ku ambil roti tadi lalu membuka bungkusnya tak lupa ku berikan sebagian padanya tapi dia mendadak pergi ke arah selatan.


“Tunggu kau mau ke mana?”. Tak tinggal diam segerah ku ikuti dia sambil mencoba menghentikannya.


“Kucing kecil kau mau ke mana?”.


Tanpa sadar aku telah mengikutinya sampai di depan toko roti di sana banyak orang-orang yang sedang duduk bersantai sambil menikmati segelas minuman dan roti tapi kenapa dia membawa ku kemari? Ku tatap toko roti itu dengan kebingungan tak ku sadari seorang pria yang bekerja di toko tersebut mendapati diri ku memperhatikan toko tersebut dari seberang jalan, dia terkejut melihat ku aku yakin bukan karena diri ku tapi karena kucing ini yang membuatnya terkejut mungkinkah roti yang di berikannya pada ku itu hasil curiannya dari toko roti ini tapi kenapa dia membawa ku ke mari apa alasannya?, pria tadi terus memandang kami sorotan matanya juga terlihat jelas menangkap sebuah roti di genggaman tanggan ku.


“Kenapa kau membawa ku kemari? Aku tidak punya uang untuk membeli roti, ayo kita pergi”.


Ada apa dengan kucing ini dia tidak berbalik melihat ku dia malah menatap pria tadi dengan serius apa mungkin dia mengeluarkan jurus andalannya lagi? Merasa tidak enak segerah ku putar arah untuk pergi dari sana tapi tak ku duga pria itu berlari ke luar untuk menghentikan ku tetapi karena terburu-buru menyebrang jalan hampir saja dia terlindas mobil, ku raih tangan pria itu dan membawanya ke pinggir jalan di tempat ku berdiri sebelumnya dia terkejut itu tentu saja gerakan penyelamatan berkecepatan luar biasa bahkan kedipan matanya tak dapat mengikutinya telah menyelamatkan hidupnya, masih tak percaya dengan kejadian tadi dia kebingungan tapi kenapa dia malah terlihat bego seperti itu?.

__ADS_1


“Kau tidak apa-apa?”. Tanya ku padanya.


“I.Iya aku baik-baik saja”. Kucing itu menatap kami dengan serius entah ada apa dengannya.


Ku rasa dia sekarang sudah baik saja maksud ku pria tadi jadi ku putuskan untuk meninggalkan dia namun lagi-lagi langkah ku terhenti karena dirinya astaga dasar bodoh bisa-bisanya aku mendengarkan perintah dari pria ini apa aku sudah kehilangan akal sehat ku? Ah sudahlah mungkin ada sesuatu yang ingin dia sampaikan dengarkan saja dulu.


“Ada apa?”.


“Anu, begini dari mana kau dapatkan roti itu?”. Ya ampun dia ini orang macam apa sih aku fikir dia akan melupakan soal roti ini tapi apa yang harus ku katakan.


“Itu...soal itu...begini sebenarnya kucing ini yang memberikannya pada ku apakah roti ini dari toko mu?”.


“Ah! Begitu rupanya sudah ku duga, memang benar roti yang di tangan nona itu dari toko ini”.


“Ja.jangan begitu nona seharunya saya yang minta maaf sekaligus berterima kasih sebenarnya kucing ini sudah sering datang ke toko, karyawan memperlakukan kucing ini dengan baik dia seperti sudah menjadi kucing peliharaan di sana, dulu kucing ini adalah kucing jalanan yang setiap hari duduk di depan toko kemudian aku mengambilnya dan mengurusnya dan teman-teman ku juga ikut mengurus dia, jadi tidak perlu meminta maaf”.


“Dia peliharan mu bukankah seharusnya dia tinggal di rumah kenapa dia ada di sini?”.


“Itu dia, dia tidak mau tinggal di rumah ku tapi dia tetap datang ke toko, aku benar-benar terkejut saat ku lihat nona bersamanya tadinya ku fikir nona pemiliknya tapi sepertinya aku salah kira”.


“Aku bertemu dengannya di lorong ku bilang aku lapar lalu dia datang membawa roti ini lalu dia pergi begitu saja merasa penasaran aku mengikutinya hingga sampai di sini”.

__ADS_1


“Be.begitu ya?! ( ternyata kucing ini hebat meski kadang dia menyebalkan tapi ternyata dia baik juga tapi apa benar kucing ini mengerti perkataan manusia? Mustahil )”. Dasar! Fikiran pria ini aneh juga.


Dia mengajak ku ke toko rotinya awalnya ragu tapi sepertinya dia pria yang baik dari pada kembali ke lorong tadi lebih baik aku ikuti saran dari orang ini lagi pula di lorong aku terlihat seperti gembel hehehe menyedihkan sekali.


Sesampainya di dalam toko orang-orang memandang ku dan berbisik-bisik tapi tak ku hiraukan, pria tadi menyuruh ku duduk dia juga menyuguhkan ku minuman hangat apa aku terlihat kedinginan? Bagaimana dia tidak beranggapan begitu baju ku lembab sangat jelas sekali jika habis kuyuk, tunggu dulu bukankah minuman ini tidak gratis? Aku harus bayar pake apa??? Tak apalah nikmati saja dulu bisa saja dia memberikannya secara gratis karena sudah menyelamatkannya tadi haha berharap tak masalah kan?.


Sudah hampir tengah malam pelanggan satu persatu pergi toko mulai sepi sepertinya waktunya mereka untuk tutup, sekarang aku harus kemana apa sebaiknya aku kembali saja ke tempat ku tadi tapi jika difikir-fikir tidak ada gunanya kembali ke sana apa sebaiknya ku minta dia untuk mencarikan ku tempat tinggal sementara, e? Apa dia mau baiklah ku tanyakan saja nanti.


“Permisi nona, apa nona tidak pulang? Tokonya akan segerah ditutup”.


“Bisakah kau mengantar ku ke rumah penginapan, sebenarnya saat ini aku tidak punya tempat tujuan dan daerah ini sama sekali tak ku kenal, bisakah kau?”.


“(kenapa aku jadi ragu apa dia punya uang? dia seperti bukan orang dari kota ini penampilannya sangat aneh ditambah dengan sikapnya)”. Katanya membatin.


“Ada apa? Kau tidak bisa?”


“Bu.bukan begitu hanya saja...ah! maksud saya...”.


“Tidak apa jika kau tidak bisa biar aku yang mencarinya sendiri, dan trima kasih atas minumannya”. Berdiri dan berlalu dari hadapannya.


“Tu.tunggu nona bukan maksud saya seperti itu saya minta maaf nona, nona tunggu dulu”. Dia tak sengaja meraih tangan ku dan saat itu juga dia sangat terkejut mendapati tangan ku dingin sedingin salju, langkah ku juga ikut terpaksa terhenti karenanya menoleh melihatnya dia segerah melepaskan genggamannya.

__ADS_1


“Saya benar-benar minta maaf saya tidak punya maksud apa-apa”.


Aku sama sekali tidak murka bagaimanapun juga dia tidak punya niat lain jadi ku tanggapi tindakannya barusan dengan tenang aku pun juga meminta maaf karena sempat melayangkan tatapan menyeramkan, setelah beberapa menit dia menjelaskan kesalahpahaman ini ku fikir dia benar mungkin tak apa bila aku menerima tawarannya untuk menginap di rumahnya dia juga tidak sendirian melainkan keluarganya tinggal bersamanya jadi ku rasa aman-aman saja, ku simpulkan begitu karena dia berkata jujur saat dia mengatakan tinggal bersama keluarganya terlintas juga wajah-wajah yang mereka dalam benaknya.


__ADS_2