
Dua minggu menjelang hari pertemuan, waktu singkat ini digunakan Arav sebagai persiapan antisipasi dalam menghadapi serangan mendadak dari Mawar Hitam yang dikabarkan kelompok pembunuh ini telah menyebar ke seluruh wilayah Vinterm termasuk ke kota Zem.
Selain masalah keamanan, Arav juga menaruh perhatian terhadap perkembangan perdagangan Vinterm yang semakin meningkat berkat Aiyla karena berperan penting dalam semua ini. Andai gadis ini tidak membantu dan memilih tidak terlibat apapun dengan wilayahnya, maka kemungkian ekonomi Vinterm membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang.
"Mereka semua adalah para prajurit yang berhasil saya kumpulkan dan sudah menjalani seleksi ketat sampai bisa terpilih untuk bergabung dalam regu khusus untuk pengawalan anda ..." Maya memperkenalkan setiap prajurit kini tengah berbaris rapi dihadapan Arav dan Masket.
Selain kabar tentang kemajuan Vinterm dalam perdagangan, 4 penguasa wilayah juga dikejutkan atas pembentukan sebuah pasukan militer Vinterm yang sepenuhnya menggunakan senjata api sebagai senjata utama mereka, ada juga sebuah rumor tentang 1 prajurit bersenjata senapan api ini setara dengan 5 prajurit biasa lawan.
Kabar tersebut telah menyebar begitu cepat di seluruh penjuru Antasia, bahkan adipati Qwentensa, Duke Qwentensa menyikapi dengan senyuman tipis begitu mendengar berita mengejutkan dari wilayah bagian barat ini.
"Duke Vintem ini tidak henti mengejutkannku ... Setelah Ekonomi wilayahnya bangkit, dia tanpa ragu menarik begitu banyak perhatian dari berbagai pihak termasuk Yang Mulia ..." Duke Qwentensa tertawa kecil.
Selain Vinterm yang berhasil membentuk angkatan darat setangguh ini, nyatanya Vinterm berada di posisi ke dua setelah Qwentensa diketahui telah terlebih dahulu membentuk pasukan seperti ini. Keluarga Qwentensa yang terkenal sebagai keluarga militer, jelas sudah menyiapkan pasukan serupa dari awal dan menjadi disegani karena ketangguhannya, namun masih ada hal lain yang menjadi penyebab pasukan ini begitu ditakuti bahkan jarang diketahui banyak orang.
"Kemampuan mereka setidaknya berada pada tingkat menengah, sebagian adalah kelas penembak dan pembunuh ..."
Maya menggangukan kepala menyikapi, "Mereka adalah pasukan terbaik yang pernah saya temui ... Saya berharap anda bisa merekrut mereka untuk bergabung dalam regu pasukan khusus yang akan segera anda bentuk ..."
Arav tersenyum lebar dan memikirkan reaksi 4 adipati setelah mengetahui perkembangan pasukannya, dia tau betul dengan meningkatnya kekuatan militer Vinterm, setidaknya akan membuat wilayah disekitarnya meningkatkan kewaspadaan terutama pada area perbatasan.
"Regu ini akan dinamakan dengan 'Tameng Berduri' aku menugaskanmu untuk memimpinnya dimasa depan ..."
Maya mengganguk pelan, "Saya merasa terhormat menerima tugas sepenting ini ... Saya akan melakukan yang terbaik di masa depan dan tidak akan mengecewakan tuan ..."
__ADS_1
Arav menyadari sebagian besar bahkan hampir semua anggota regu berjumlah puluhan ini diisi oleh perempuan, yang paling mengejutkannya adalah belasan diantaranya masih berusia sekitar 15 tahunan.
Meski begitu Arav menghargai kerja keras Maya dan tidak ada tanda keberatan pada pilihannya. Hal ini karena mengingat cukup sulit menemukan keberadaan petarung kelas penembak dalam jumlah banyak di Antasia jika bukan karena bantuan seseorang.
"Arav, setidaknya kau harus memikirkan banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli peralatan dan baju tempur khusus untuk mereka ..."
Arav menghela nafas panjang, di belakangnya sudah ada Aiyla mendadak muncul memecah konsentrasinya. Berbeda dari kebanyakan orang yang memanggilnya sebagai 'Duke' hanya gadis ini yang memanggilnya seperti itu. Aiyla hanya beralasan sudah cukup dekat dengan Arav. Jadi dia memanggilnya seolah-olah Arav adalah temannya saat ini.
"Untuk itu aku mengandalkanmu ... Kita masih memiliki uang yang cukup untuk membangun kekuatan militer, mengingat kondisi ekonomi kita saat ini yang terbilang meningkat pesat maka Vinterm membutuhkan pasukan tangguh untuk melindunginya ..."
Aiyla menyeringai sebelum mengulurkan tangannya, "Apakah hanya itu saja? Dimana uang yang kau janjikan untukku setelah selama ini aku bekerja keras demi meningkatkan-"
"Ini ..." Arav melempar sekantung penuh uang ke arah Aiyla, "Kuharap setelah ini kau lebih semangat bekerja ..."
Arav menghela nafas sambil menggelengkan kepala menyaksikan tingkah Aiyla, hal ini sudah sewajarnya mengingat selama ini Aiyla adalah seorang penggemar uang hingga pernah bermimpi memiliki kekayaan pribadi dalam jumlah besar.
"Hmm ... Tidak bisakah kau memperlakukanku seperti kemarin?" Aiyla mengusap-usap dahinya yang memerah setelah menerima jitakan.
"Kurasa kau memang pantas mendapatkannya ..." Masket tertawa kecil melihat kondisi Aiyla. Dia dari tadi hanya diam sehingga keberadaanya baru diketahui oleh gadis tersebut.
"Ah, kurasa Arav belum menceritakan tentang kedekatan kami yang dimulai dari malam kemarin ..."
Masket dapat merasakan sebuah petir menyambar dirinya saat ini. Aiyla menyeringai selebar yang dia bisa, bahkan Arav sampai tersedak nafasnya sendiri mendengar perkataan tersebut.
__ADS_1
"Tuan ... Apakah ..." Masket bukannya langsung percaya tetapi dia ingin mengetahui kebenarannya secara pasti.
"Ah, itu belum seberapa ... Sebenarnya kami telah menghabiskan waktu bersama dari malam sampai pagi hari bahkan berturut-turut selama beberapa hari, benarkan Arav?"
Sekilas pandangan Arav jatuh terhadap Masket tengah berwajah pucat, namun dia tidak bisa membantah hal tersebut karena kemarin malam memang benar mereka menghabiskan malam bersama, tetapi tidak seperti yang dipikirkan oleh Masket saat ini karena ada kesalahpahaman dari perkataan tersebut.
Arav dapat merasakan tatapan dingin Masket terhadapnya hingga membuat dirinya menelan ludah, dia kemudian melemparkan tatapan dingin serupa kepada Aiyla karena telah membuatnya dalam kesulitan. Aiyla hanya memalingkan muka tanpa membantunya menjelaskan seolah-olah tidak ada rasa bersalah sedikitpun yang dimilikinya.
***
Kurang dari 3 hari Arav mengurus pembentukan regu Tameng Berduri, namun Arav yang kini masih belum bisa menjelaskan tentang kesalahpahaman itu membuat sikap Masket terhadap Arav sedikit berbeda terutama ketika pemuda ini cukup dekat dengan Aiyla.
Hari pertama sebelumnya adalah penyelidikan Maya atas anggota pembunuh Mawar Hitam di ibu kota serta melakukan pencarian markas cabang rahasia yang dikabarkan sudah berdiri di kota Zem sejak lama.
Maya berhasil menemukan salah satu lokasi tempat persembunyian cabang kelompok ini, namun masih ada lebih banyak lagi yang belum dia temukan terutama ketika Mawar hitam segera melakukan pergerakan membuatnya harus memprioritaskan keamanan di dalam kediaman.
"Pasukan Mawar Hitam ini selain nekat mengirim anggota mereka ke kota Zem mereka bahkan sampai memberikan peringatan kepada kita ..."
Arav memandangi seluruh pembunuh tersebut yang telah dia habisi sebagian besar anggota cabang Mawar Hitam di kota ini, namun masih saja ada kurang dari puluhan yang berhasil kabur darinya.
"Ada lebih dari puluhan cabang markas lain kelompok ini yang tersisa di Antasia ... Cukup sulit untuk menemukan mereka secara keseluruhan tetapi dengan bantuan Putri Melida kurasa akan lebih mudah menemukannya ..."
Arav menggelengkan kepala pelan, "Guru tidak akan terlibat dalam semua ini kecuali jika aku memang benar-benar membutuhkan bantuannya, lagipula dia saat ini mungkin tengah sibuk untuk menjadi calon pemimpin dimasa depan ..."
__ADS_1