Penguasa 10 Pedang Legenda

Penguasa 10 Pedang Legenda
Caroline


__ADS_3

"Katakan ... Apakah kau sudah menemukan tempat penyimpanan senapan api itu?" Arav memandangi Masket dengan wajah cemas.


"Maafkan saya, sampai saat ini kami masih belum menemukan lokasi gudang senjata yang lain. Seperti dugaan anda ... Mungkin mereka menyimpan senjata tersebut secara terpisah untuk mengantisipasi hal ini ..." Masket menggeleng pelan.


"Apakah paman Avan telah memindahkan sebagian besar senjata ke kota lain?" Arav bergumam sebelum mendengar sebuah suara.


Tok Tok


Clara mengetuk pintu sebelum memasuki ruangan, "Tuan ... Saya dan Maya tidak dapat menemukan keberadaan nona Carolin ..."


Clara menjelaskan situasi yang sedang mereka hadapi. Sudah 3 hari sejak mereka melakukan pencarian yang tidak membuahkan hasil, membuat Avan Ariville sedikit curiga kepadanya karena pergerakan ini.


Hari ini, Clara dan seluruh anggota kelompok mendatangi setiap sudut kota dan mencari kediaman yang dimaksud oleh Masket.


Namun tidak menemukan gadis bernama Carolin, justru mendapatkan masalah baru karena salah satu kelompoknya hilang, membuat Arav memutuskan untuk bertindak lebih jauh dengan pergi langsung ke kediaman Caroline.


"Carolin adalah gadis yang pemalu, jarang sekali keluar rumah kecuali untuk berbelanja ..." Masket bercerita.


"Ketua jangan khawatir, nona Carolin akan baik-baik saja selama Tuan Muda berada dipihak kita ..." Clare mengarahkan Arav ke kediaman Carolin.


Arav sendiri cukup terpukau saat masuk ke dalam rumah yang terlihat cukup megah diantara permukiman disekitarnya.


"Apakah adikmu suka membaca buku?" Arav menemukan rak-rak yang keseluruhannya diisi oleh buku.


"Caroline memang menghabiskan sebagian besar waktu untuk belajar ... Dan memiliki keinginan untuk bergabung dalam militer ..." Jawab Masket sambil menghidangkan secangkir teh untuk tamunya.


Arav menghela nafas, dia sedikit prihatin karena tidak mampu lebih cepat dalam menemukannya, "Mungkin sebaiknya kita menunggu kepulangannya ... Aku yakin dia hanya pergi berjalan-jalan dan akan pulang saat sore nanti..."


Clare buru-buru berjalan ke arahnya, "Tuan membutuhkan pelayanan malam? Tolong biarkan saya melayani anda hari ini menggantikan Ketua!" Perkataan itu membuat Masket tersedak saat minum.


"Apa maksudmu?" Arav menatap tajam ke arahnya yang kini tercekat di tempatnya, saat seseorang tiba-tiba muncul sihadapannya.


"Tuan Muda ... Ada sedikit masalah!" Maya sudah berada dihadapannya dengan nafas ngos-ngosan, "Kami telah menemukan keberadaan nona Caroline!" Maya menjelaskan secara detail laporan pencariannya hari ini.

__ADS_1


Tiga hari yang lalu, Avan Ariville murka ketika mengetahui putranya telah ditangkap dan menyalahkan Masket karena telah berkianat.


Pria paruh baya itu mengetahui bahwa Masket memiliki seorang adik dan berencana untuk memanfaatkan keuntungan setelah menaklukan kota.


Dua hari kemudian, Caroline sudah terlebih dahulu berencana untuk meninggalkan kota setelah mendengar berita tersebut, memutuskan untuk pergi ke kota Arnet dengan maksud menemui kakaknya.


Celakanya, pada saat keluar dari gerbang kota, gadis tersebut dihadang oleh sekumpulan prajurit elit yang memaksanya kabur dari kejaran, beruntung seseorang datang untuk menyelamatkannya yang tidak lain adalah anggota yang hilang, Chika.


***


"Nona Caroline! Bertahanlah! Sedikit lagi kita akan sampai ke desa terdekat untuk meminta bantuan!"


Chika menarik tangan Caroline dan membawanya menuju sebuah desa tidak jauh dari kota, terlihat belasan prajurit bersenjata lengkap mengejar kedua gadis tersebut.


"Mereka akan bersembunyi didesa! Siapkan pasukan berkuda untuk mencegah mereka kabur lebih jauh!" Salah satu diantara prajurit tersebut menjerit lantang seraya menunjuk ke arah mereka.


Membuat Caroline harus lebih cepat melangkahkan kaki karena tidak ingin menjadi beban untuk Chika, "Mereka semakin mendekat ... Aku sudah tidak kuat lagi berlari ..." Caroline berhenti sejenak seraya menoleh ke belakang sekaligus memahami situasi yang sedang mereka hadapi, "Tinggalkan saja aku! Lebih baik kakak pergi daripada terbunuh!"


Chika menggelengkan kepala, "Tidak boleh! Ketua memerintahkan untuk mencarimu, begitupun dengan Tuan muda ... Pokoknya Nona harus tetap bertahan hidup dan tidak boleh tertangkap!"


Mendengar seseorang yang tidak dikenalnya membuat Caroline kebingungan dengan sosok yang dipanggil 'Tuan Muda' oleh gadis tersebut.


Chika kembali menarik tangan Caroline saat gadis tersebut hanya terdiam dan memutuskan untuk bersama-sama kabur meski nyawa menjadi taruhannya.


Namun kedatangan seorang pria kekar dengan bersenjatakan kapak besar dan seorang pria yang membawa tombak mengejutkan mereka karena tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


"Siapa kalian! Beraninya menghalangi jalanku! Sebaiknya kalian menyingkir jika tidak ingin berurusan dengan tuan Arav!" Chika merasa bahwa Arav adalah pemuda yang berpengaruh dan berita tentang kehebatan pemuda itu dia yakini sudah tersebar luas.


Tidak seperti yang dia harapkan saat kedua pria itu malah menunjukan senyuman tipis dan berusaha menahan diri untuk tertawa, menunjukan rumor tersebut belum menyebar sampai ke kota Garlet.


Tidak lama kemudian, belasan prajurit datang dan dengan mudahnya membuat kedua gadis itu terpojok.


"Gadis cantik ... Apakah kau pernah mendengar tentang kelas pembunuh?" Pria yang memegang kapak tertawa kecil.

__ADS_1


Kelas pembunuh berada di tingkat menengah sementara tingkat penembak juga berada di tingkat yang sama, Chika menyakini kemampuan lawannya berada di atas level 30.


Dengan kemampuan yang dimilikinya, berada di level 28, mungkin saja dirinya sanggup mengimbangi kedua pria tersebut namun karena kelelahan membuatnya kesulitan untuk bertarung secara maksimal.


"Dengan sisa energi yang kumiliki ... Mungkin hanya bisa mengulur waktu selama beberapa menit ..."


Chika berencana untuk mengorbankan diri demi menyelamatkan Caroline ketika memahami situasi mereka yang tidak menguntungkan.


Gadis itu bertarung sekuat tenaga saat menghadapi pria penombak menggunakan senapan api sebelum menembakan belasan peluru ke arah rekan pria tersebut secara bersamaan.


Chika hanya mendominasi pertarungan hanya kurang dari beberapa menit, Pria berkapak menyadari lawannya lemah terhadap serangan jarak dekat memanfaatkan hal ini untuk membuat serangan.


Serangan yang dilepaskan melebihi perkiran Chika sehingga gadis ini terhempas, Chika beruntung karena berhasil melompat begitu menangkis serangan ini sehingga hanya menimbulkan luka-luka tidak terlalu serius.


"Kakak ... Apakah kau baik-baik saja?" Caroline mematung saat Chika menatapnya dengan penuh harapan sambil memegang tangannya.


"Nona Caroline! Cepat selamatkan diri anda, sementara aku akan mengulur waktu untuk menghadapi mereka seorang diri!" Chika memandangi Caroline yang masih tidak bisa menerima kenyataan, "Pergilah!"


Dengan berat hati Caroline meninggalkan lokasi menuju tempat yang dimaksud, dengan sekuat tenaga dia berlari meski berulang kali meneteskan air mata, tindakannya ini membuat Pria berkapak mendengus kesal.


"Kau tidak akan pernah bisa lari dariku!" Dia melempar kapak besar tersebut ke arah Caroline.


Chika nyatanya memiliki sebilah pedang kemudian bermaksud untuk menangkis kapal tersebut hingga terpental, "Jangan berani menyentuh nona Caroline ataupun melukainya!"


Pria penombak meminta rekannya untuk mengabaikan Chika dan menyerahkan nasib gadis itu kepada belasan prajurit yang berkemampuan level 18.


Tetapi yang dilihatnya adalah semua prajurit tersebut kini terbunuh tanpa sisa, seketika pria paruh baya itu menjadi murka karena tindakan Chika yang jauh melampaui perkiraannya.


"Jangan khawatir ... Aku yakin dengan kecepatanmu ... Akan bisa menyusul gadis itu ..." Pria berkapak menepuk pundak rekannya, berharap pria penombak agar menenangkan diri.


"Dengar! Kau tidak akan kuampuni setelah ini!" Jerit pria penombak lantang.


Chika tertegun saat menyaksikan pria paruh baya tersebut tiba-tiba menghilang dari pandangannya setelah melompat.

__ADS_1


Karena sedikit kehilangan konsentrasi membuat kapak besar yang diayunkan lawanya nyaris menghantam tubuhnya, sebelum sebuah tombak dengan kecepatan penuh meluncur ke arah Pria berkapak yang mengakibatkan ledakan besar.


__ADS_2